Bukan Cuma Namanya yang Seperti Bahasa Indonesia, Pemilik Group AMAN Resort Memang Orang Indonesia

MOSTROOPS, kamu pasti pernah mendengar nama-nama hotel mewah yang ada di bawah naungan AMAN Group seperti AMANJIWO, AMANKILA, AMANDARI dan AMAN-AMAN Resort lainnya.

Saat dulu MOSTEAM pertama kali mendengar nama resort ini, seketika langsung berpikir: kok nama hotelnya seperti bahasa Indonesia ya?

Bertahun-tahun kemudian, MOSTEAM baru mengetahui fakta bahwa ternyata, bukan cuma namanya yang mirip bahasa Indonesia. Tetapi memang nama AMAN diambil dari bahasa Indonesia. Kenapa? Karena pemilik dari hotel ini ya memang orang Indonesia!

Namanya adalah Adrian Zecha. Adrian lahir di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, pada tahun 1933. Pria keturunan Cina bernama lengkap Adrien Willem Lauw Zecha ini, terlahir di keluarga yang secara ekonomi tersohor. 

Karena ayahnya yakni Aristide William Lauw-Zecha adalah seorang pebisnis sukses yang membuat ekonomi keluarganya ada di level atas. Aristide bahkan tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang lulus kuliah dari Universitas Iowa, Amerika Serikat di tahun 1926.

Bayangkan. Di tahun itu, saat kehidupan mayoritas masyarakat Indonesia sulit karena masih dijajah Belanda, ayah Adrian justru kuliah. Di Amerika Serikat pula! Maka tidak heran, jika Adrian sedari kecil tumbuh dengan pola pikir yang terbuka terutama soal bisnis.

Sayangnya, di tahun 1956-1957 eskalasi politik terjadi di Indonesia. Kala itu, Presiden Soekarno membuat sebuah kebijakan tentang nasionalisme. Dan ternyata ada dampaknya kepada keluarga Adrian. Sentimen anti non pribumi juga ikut meningkat kala itu. 

Hingga akhirnya, semua bisnis milik keluarga Adrian disita oleh negara. Karena tidak lagi punya aset, Adrian dan keluarganya pindah ke luar negeri. Salah satu negara yang dituju adalah Singapura.

Saat eskalasi politik melanda, Adrian sedang bekerja sebagai seorang jurnalis wisata di Majalah TIME Amerika Serikat. Berbekal pengalaman selama jadi jurnalis di TIME, ia pun mendirikan sebuah perusahaan media cetaknya sendiri.

Tapi, bukan media cetak yang ia dirikan ini bukanlan media ecek-ecek. Melainkan media cetak pertama yang basisnya adalah Asia. Namanya adalah Asia Magazine yang ia dirikan pada tahun 1961. Konon, media ini bertahan hingga tahun 1998.

(Foto: silverkris.singaporeair.com)

Bekerja sebagai jurnalis wisata, membawa Adrian untuk pergi ke berbagai belahan dunia. Dan perjalanan ini, membuatnya punya ketertarikan untuk mendirikan bisnis di bidang perhotelan. Langkah pertama yang ia lakukan adalah turut mendirikan Regeant International Hotel pada tahun 1972. 

Regeant International Hotel sendiri adalah bisnis perhotelan waralaba yang pertama di Asia. Dari sini, keinginan Adrian akan bisnis perhotelan terus berkembang. Namun, lama-lama ia merasa tidak kerasan dengan konsep hotel yang kurang lebih sama.

Ia ingin mendirikan hotel eksklusif yang konsepnya adalah terbuka, seakan-akan menyatu dengan alam. Dan konsep hotel ini pertama kali ia rilis di tahun 1987 dengan nama AMANPURI di Phuket, Thailand, bersama dengan rekannya yakni Anil Thadani.

AMANPURI Phuket ini juga menjadi AMAN Resort pertama yang ada di dunia. Setelah itu, Adrian melebarkan bisnis dengan membuat AMAN Resort kedua di Bali yang kemudian diberi nama AMANDARI. Sejak itu, bisnis perhotelannya semakin merajalela.

AMAN yang awalnya hanya ada di Thailand dan Indonesia, kini tersebar ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Mulai dari Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Dominika, beberapa negara di Eropa, Timur Tengah, bahkan Afrika.

Karena mengusung konsep menyatu dengan alam, maka setiap AMAN Resort di dunia selalu punya perbedaan view value, sesuai dengan di mana resort itu dibangun. Kalau di pinggir pantai maka pemandangannya adalah pantai. 

Kalau di pegunungan maka pemandangannya adalah gunung dan danau, kalau di gurun berarti pemandangannya adalah gurun. Hal inilah yang membuat AMAN Resort, menjadi salah satu penginapan unik yang membuat siapapun tidak akan pernah merasa menginap di tempat yang sama, meskipun semuanya sama-sama AMAN. 

Namun, pada tahun 2007 Adrian menjual seluruh kepemilikan AMAN Group ke perusahaan asal India bernama DLF Ltd. Tapi kemudian, perusahaan ini dijual lagi oleh DLF Ltd dan dibeli oleh seorang warga Rusia bernama Vladislav Doronin. Dan Doronin, masih menjadi pemilik sekaligus CEO dari AMAN Group hingga sekarang.

Sementara Adrian, memulai lagi bisnis perhotelan mewah namun intim di bawah naungan Azumi dan General Hotel Management (GHM). GHM sendiri adalah perusahaan yang sudah ia dirikan sejak tahun 1992. 

(Foto: thechediandermatt.com)

Saat ini, di bawah naungan GHM ada tujuh hotel yang tersebar di beberapa wilayah dengan identitas nama khas, persis seperti saat ia menciptakan nama AMAN. yakni The Chedi. Namun, meskipun secara konsep mirip, tetapi Adrian mengatakan bahwa The Chedi adalah versi affordable-nya AMAN.

Seperti The Chedi Al Bait, Sharjah, Uni Emirat Arab, The Chedi Andermatt, Swiss, The Chedi El Gouna, Hurghada, Mesir, The Chedi Hegra, Mada’in Salih, Arab Saudi, The Chedi Katara Hotel & Resort, Doha, Qatar, The Chedi Luštica Bay, Tivat, Montenegro, serta The Chedi Muscat, Muskat, Oman. 

(Rendy Aditya, foto: aman.com)

Share