John Legend Pakai Jam Tangan Legend di Pergelaran Louis Vuitton Paris Men’s Fashion Week Fall/Winter 2026/2027

john legend

Duduk di antara Antoine Arnault yang merupakan CEO Dior serta aktor Prancis bernama Tahar Rahim, penyanyi sekaligus aktor John Legend tampil nyentrik di pergelaran busana Louis Vuitton di Paris Men’s Fashion Week Fall/Winter 2026/2027. 

Ia mengenakan setelan jas berwarna cokelat, dasi motif garis-garis tiga warna dan highlight-nya adalah jam tangan Santos de Cartier Skeleton berwarna emas. Sekilas jam tangan ini memang terlihat biasa. Tapi kalau merunut pada sejarah, jam tangan ini punya nilai yang luar biasa dalam.

Melansir dari situs GQ Magazine, lahirnya jam tangan ini bermula dari Alberto Santos-Dumont. Seorang penemu dan pelopor penerbangan kaya raya asal Brazil. Suatu hari di abad ke-20, ia sedang berada di Paris untuk mengembangkan mesin pesawat yang lebih ringan. 

Alasan kenapa ia mengembangkan mesin pesawat ini adalah karena saat sedang terbang, Dumont terbiasa mengeluarkan jam saku untuk memeriksa waktu saat di tengah penerbangan. Menurutnya, momen ini sangat merepotkan dan berisiko tinggi.

Seiring dengan berjalannya waktu, Dumont berteman dengan Louis Cartier. Cartier kemudian membuatkan Dumont sebuah jam yang dapat dipasang di pergelangan tangannya. Pada masa itu, jam tangan bukanlah aksesoris yang umum bagi laki-laki.

Karena jam ini berbentuk seperti gelang jadi rasanya lebih cocok dipakai oleh perempuan. Namun, berkat jam tangan yang dibuat khusus untuk Dumont, ternyata stigma tentang jam tangan untuk perempuan mulai bergeser.

Sejak itu, Cartier mulai memproduksi massal jam tangan tersebut. Dan jam tangan ini, menjadi jam tangan pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Plus, jam tangan ini juga menjadi jam tangan pilot pertama di dunia. 

(Foto: gq-magazine.co.uk)

Meskipun, jam tangan yang dipakai oleh John Legend ini adalah seri selanjutnya dari versi orisinilnya. Karena bentuknya agak persegi, ujung melengkung membentuk lug, paku keling di bezel, dial persegi dengan sudut membulat, mahkota bertahtakan cabochon dan mesin penggerak manual. 

Jam tangan ini juga dibuat dengan emas 18 karat, ukurannya juga lebih besar dengan diameter 39,7 milimeter dan dilengkapi tali yang serasi dengan desain paku keling yang sama dengan bezel-nya.

Tapi yang lebih istimewa adalah bagian dial-nya. Di bagian bawah ada kristal safir, jembatan emas ditumpuk membentuk angka Romawi klasik Cartier, sementara desain skeleton memberikan pandangan ke dalam mesin jam kaliber 9612 MC yang berputar di dalamnya.

Santos de Cartier Skeleton adalah interpretasi modern dari sebuah karya klasik yang penting. Meskipun kegunaan jam tangan semacam itu telah berubah, tapi keindahan desainnya tetap abadi.

(Kirana Putri, foto: wwd.com)

Share