Menang di ‘Grammy Awards 2026’, Billie Eilish Kecam Lembaga ICE

Hari ini, ajang penghargaan tertinggi bagi musisi dunia yakni Grammy Awards 2026 telah resmi digelar. Sejumlah nama musisi pun berhasil membawa pulang piala di nominasi masing-masing. Salah satunya adalah Billie Eilish.

Eilish berhasil membawa pulang piala Grammy untuk kategori Song of the Year, berkat lagunya yakni “Wildflower” yang ia rilis tahun lalu bersamaan dengan album terbarunya yakni ‘Hit Me Hard and Soft’.

Di tengah-tengah pidato kemenangannya, Eilish menyelipkan sebuah pesan kritik kepada Pemerintah khususnya Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, tentang ICE.

“Tidak ada satu orang pun yang ilegal di tanah yang ilegal ini. Jujur aku bingung harus berkata apa dan apa yang harus kita lakukan saat ini. Tapi saya merasa sangat optimis, berkat apa yang terjadi di ruangan ini,” katanya.

Eilish menambahkan, bahwa ia merasa dirinya dan juga semua orang harus sama-sama berjuang, bersuara dan berdemonstrasi soal hal ini. Karena ia merasa suaranya dan semua orang penting, orang-orang yang mengalami ketidakadilan juga penting.

Selain Eilish, beberapa musisi juga secara terang-terangan mengecam ICE di panggung Grammy saat menerima penghargaan. Seperti Bad Bunny dan Olivia Dean.

“Saya adalah cucu dari seorang imigran. Kita bukan apa-apa tanpa satu sama lain,” kata Dean yang memenangkan kategori Best New Artist.

(Foto: people.com)

Sementara itu buat kalian yang mungkin tidak mengikuti berita, MOSTEAM jelaskan sedikit soal ICE ya. Jadi, ICE adalah singkatan dari U.S. Imigration and Customs Enforcement. ICE, adalah lembaga penegak hukum federal Amerika Serikat yang berada di bawah Department of Homeland Security (DHS).

ICE sendiri bukan lembaga baru. Lembaga ini didirikan setelah tragedi teror 9/11 pada tahun 2001 lalu. Tragedi ini membuat Amerika Serikat merombak sistem keamanan nasional dan pengawasan terbatas di negara mereka.

Secara sederhana, ICE bertugas untuk menegakkan hukum imigrasi dan keamanan dalam negeri. Supaya tragedi seperti 9/11 tidak terjadi lagi. Sebetulnya secara tujuan bisa dimengerti. Karena organisasi ini akan menyisir imigran-imigran yang mungkin, punya niat jahat saat masuk ke Amerika Serikat.

Tetapi sayangnya, tragedi ini membuat Amerika Serikat mengalami Immigrant Phobic. Artinya bukan hanya para imigran yang masuk yang akan dicurigai, tetapi juga para imigran yang bahkan sudah puluhan tahun dari generasi ke generasi tinggal di Amerika Serikat.

Bahkan banyak dari mereka yang sudah memegang kewarganegaraan Amerika Serikat. Diskriminasi ini terjadi hanya karena mereka punya latar belakang nasionalitas yang berbeda. Misalnya Asia, Amerika Latin (khususnya Meksiko) dan orang-orang kulit hitam.

Itulah kenapa makanya, banyak warga yang menentang aksi ini. Karena arah haluannya sudah mulai berubah. Bukan lagi menyisir teroris, tetapi sudah ke ranah rasisme. Banyak organisasi Hak Asasi Manusia menilai kalau lembaga ini bekerja dengan sangat tidak proporsional.

(Kirana Putri, foto: nbcnews.com)

Share