MOSTROOPS, apakah kamu pernah mendengar istilah sleep divorce? Melansir dari sleepfoundation.org, sleep divorce adalah istilah populer yang merujuk pada keputusan pasangan romantis (suami-istri) untuk tidur di ranjang atau kamar terpisah. Istilah ini muncul karena semakin banyak pasangan yang menerapkan sistem ini demi kualitas tidur yang lebih baik.
AWAL MULA DAN KONTEKS KEMUNCULAN KONSEP SLEEP DIVORCE
Meskipun terkesan baru, tetapi kalau dipikir-pikir dalam sejarah dunia konsep pasangan suami dan istri yang tidur terpisah sudah diterapkan sejak zaman dahulu. Misalnya anggota keluarga kerajaan seperti mendiang Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip disebbut juga tidur di kamar terpisah.
Namun istilah ini baru terkenal karena banyak pasangan modern yang secara terbuka membicarakannya ke publik. Bahkan mereka mengaku dengan menerapkan sleep divorce hubungannya justru lebih harmonis. Karena selain mampu menjaga kualitas tidur, tidur terpisah juga membuat masing-masing pasangan memiliki privacy.
Masih melansir dari situs yang sama, konsep sleep divorce juga muncul karena dipicu oleh kesadaran masing-masing pasangan tentang betapa pentingnya kualitas tidur di malam hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang pasti punya kebiasaan tidur yang berbeda-beda. Termasuk pasangan suami dan istri.
Mulai dari kebiasaan mendengkur, tidak bisa tidur di satu posisi alias terus bergerak-gerak, bahkan ada juga orang yang tidak bisa tidur di bawah jam 12 malam. Mereka baru terlelap di atas jam 12 malam. Termasuk juga misalnya, soal suhu AC. Suami suka dingin, istri tidak suka dingin.
Kebiasaan-kebiasaan ini tentu sangat sulit untuk diadaptasi oleh pasangannya. Sehingga akan lebih baik jika mereka tidur di kamar yang terpisah demi kenyamanan masing-masing.
Selain itu, seperti yang juga sudah disebutkan sebelumnya bahwa banyak pasangan modern yang menganggap tidur cukup sama pentingnya seperti menjaga pola makan dan olahraga. Karena itulah sleep divorce dianggap jadi solusi yang paling masuk akal.
Intinya, sleep divorce bukan tentang kerusakan hubungan. Tetapi lebih kepada prioritas kesehatan tidur dan kualitas hidup. Karena percayalah, apa yang terjadi di kamar tidur bisa memicu konflik dalam hubungan, lho! Jadi kalau tidur terpisah ternyata bisa memberikan efek yang positif pada hubungan, kenapa tidak?
(Kirana Putri, foto: freepik.com/jcomp)
