Diidap oleh James Van Der Beek, Apa Itu Kanker Kolorektal?

Beberapa jam yang lalu, salah satu aktor kesayangan gen millennials yakni James Van Der Beek dikabarkan meninggal dunia karena kanker kolorektal. Beek, didiagnosa mengidap kanker ini pada tahun 2023 lalu. Kemudian di tahun 2024, Beek mengumumkan penyakitnya ini ke publik. Saat itu, kondisi kanker kolorektal yang ia idap sudah memasuki stadium 3. 

Ngomong-ngomong soal kanker kolorektal, sebetulnya ini jenis kanker apa sih?

Melansir dari situs rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh di usus besar (kolon) atau di bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Kanker ini biasa disebut juga dengan kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker.

Kebanyakan kanker kolorektal berawal dari polip kolorektal baik berupa polip usus atau polip anus. Polip ini sebetulnya bersifat jinak atau non-kanker. Tetapi sebagian polip bisa mengalami mutasi DNA sehingga berkembang secara abnormal dan menjadi kanker.

Kemungkinan berkembangnya kanker dari polip kolorektal bergantung pada jenis polip itu sendiri:

Polip Adenoma

Polip adenoma merupakan tumor jinak yang dimulai dari jaringan epitel. Polip ini berpotensi menjadi sel kanker sehingga disebut juga sebagai kondisi prakanker.

Polip Hiperplastik

Polip hiperplastik merupakan polip yang cukup umum terbentuk dan memiliki kemungkinan kecil untuk berubah menjadi kanker.

Sedangkan kalau dari sisi perkembangannya, kanker kolorektal dapat dibagi menjadi beberapa kondisi:

  • Stadium 0, kanker terdapat pada lapisan terdalam dinding kolon
  • Stadium 1, kanker sudah menembus lapisan kedua (mukosa) dan menyebar ke lapisan ketiga (submukosa), tetapi belum menyebar ke luar dinding kolon.
  • Stadium 2, kanker menyebar ke luar dinding kolon dan mungkin sudah menyebar ke organ terdekat, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3, kanker sudah menyebar ke luar dinding kolon serta ke satu atau lebih kelenjar getah bening
  • Stadium 4, kanker sudah menembus dinding kolon dan menyebar ke organ yang relatif jauh dari usus besar. Seperti hati atau paru-paru.

Kanker ini disebut lebih berisiko untuk diidap oleh laki-laki. Bahkan kanker ini ada di posisi kedua, persis di bawah kanker paru-paru. Melansir dari situs Global Cancer Observatory, di Indonesia sendiri kanker kolorektal menempati posisi empat sebagai jenis kanker baru yang paling banyak dijumpai di Indonesia.

GEJALA KANKER KOLOREKTAL

Gejala kanker kolorektal sangat bergantung pada ukuran, posisi kanker dan stadiumnya. Tetapi secara umum beberapa hal berikut bisa jadi pertanda dari kanker kolorektal:

  • Perubahan kebiasaan pada buang air besar (diare atau konstipasi)
  • Merasa mual atau muntah-muntah
  • Gampang lelah
  • Ketika buang air besar terdapat bercak darah di dalam feses
  • Perut sering kram atau mengalami sakit saat buang gas
  • Perut sering kembung seperti kenyang padahal tidak makan apa-apa
  • Berat badan menyusut tanpa alasan yang jelas

Meski begitu, ciri-ciri ini tidak selalu mengarah ke kanker kolorektal, ya. Karena perlu ada tes lebih lanjut.

PENYEBAB KANKER KOLOREKTAL

Penyebab kanker kolorektal sendiri utamanya adalah adanya pertumbuhan sel abnormal yang berkembang menjadi kanker. Tetapi alasan yang memicu keabnormalan tersebut belum diketahui secara pasti. Para ahli sejauh ini menduga penyebab kanker kolorektal dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

(Rendy Aditya, foto: ew.com)

Share