Unggah Foto Bersama Sahabat Pena, Dian Sastro Ungkap Cara Generasi Millennials Meromantisasi Persahabatan

Beberapa jam lalu, aktris Dian Sastrowardoyo mengunggah sebuah foto di akun Instagram pribadinya. Lewat foto tersebut, Dian terlihat berpose dengan seorang perempuan yang diketahui bernama Dinar.

Dinar, ternyata adalah sahabat pena dari Dian. Keduanya dulu sering bertukar surat pada tahun 1996. Ya, 20 tahun lalu. Dan selama itu pula Dian dan Dinar tidak pernah bertemu. Sampai akhirnya tahun 2026 ini, keduanya dipertemukan lewat sebuah proyek yang ditakdirkan untuk mereka kerjakan bersama.

Dian mengaku kaget ketika Dinar memberitahu bahwa ia adalah sahabat penanya 20 tahun lalu. Dan setelah pertemuan ini, Dian dan Dinar konon akan melanjutkan momen surat-menyurat yang pernah mereka lakukan dulu.

Buat kalian yang mungkin lahir di era digital, mungkin tidak terlalu familiar dengan konsep sahabat pena. Di sini, MOSTEAM ingin menjelaskan sedikit, ya, soal apa itu sahabat pena dan bagaimana cara kerjanya?

(Foto: instagram.com/therealdisastr)

APA ITU SAHABAT PENA?

Sahabat pena atau pen pal adalah teman yang saling berkomunikasi lewat surat atau tulisan. Biasanya, posisi keduanya sangat jauh, bahkan belum pernah bertemu secara langsung. Surat akan dikirim lewat kantor pos ke alamat masing-masing.

Kenapa disebut sahabat pena? Ya, karena dulu, kalau kirim surat, pasti pakai tulisan tangan yang ditulis menggunakan pena. Sehingga disebutnya sahabat pena. Rasanya pun jadi lebih personal, intim dan penuh makna.

Lantaran setiap kata ditulis penuh proses. Kalau salah, ya diulang suratnya sampai tulisannya benar semua.

BAGAIMANA CARA DAPAT ALAMATNYA? KAN BELUM PERNAH BERTEMU?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan alamat masing-masing. Bisa lewat hubungan antarsekolah hingga surat kabar. Contoh, zaman dahulu setiap sekolah di Indonesia suka terhubung untuk menjaga hubungan baik.

Nah, salah satu caranya adalah para murid di sekolah tersebut saling bertukar surat. Misalnya, anak dari sekolah A mengirim surat ke sekolah B. Nanti anak-anak dari sekolah B akan memilih, kira-kira surat mana yang ingin mereka balas. Dari situ, nantinya anak sekolah A dan B akan lanjut bertukar surat secara personal.

Atau kalau dari surat kabar, zaman dulu suka ada anak-anak yang meninggalkan identitas mereka. Salah satunya adalah di surat kabar seperti Majalah Bobo. Mulai dari namanya, usianya, asal sekolahnya, hobinya, sampai alamatnya.

Nah, kalau ada anak-anak lain yang melihat dan merasa punya kesamaan, ia bisa langsung mengirimkan surat padanya. Seru dan romantis, kan?

(Kirana Putri, foto: fluentin3months.com)

Share