31 tahun lalu, tepatnya tanggal 8 April 1994, sebuah tragedi mengguncang industri musik dunia. Saat itu, pentolan dari grup band Nirvana, yakni Kurt Cobain, dikabarkan telah meninggal dunia karena bunuh diri.
Cobain ditemukan meninggal dunia di loteng rumah orangtuanya yang ada di kawasan Seattle, Amerika Serikat. Jasad Cobain pertama kali ditemukan oleh seorang teknisi listrik bernama Gary Smith. Smith memang dijadwalkan datang ke rumah Cobain untuk memasang sistem keamanan.
Namun saat datang, ia melihat rumah tersebut kosong. Smith berusaha menyapa dan memanggil, tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Smith kemudian melihat area garasi sedikit terbuka. Ia masuk dan melihat ada keanehan di ruang kecil di atas garasi.
Smith memutuskan untuk mengintip dan kedua matanya terbelalak karena menemukan Cobain sudah tergeletak dengan posisi senapan di sekitarnya. Tidak menunggu lama, ia langsung menelepon polisi.
Beberapa saat kemudian, polisi tiba dan petugas forensik langsung memeriksa tempat kejadian perkara. Polisi menemukan Cobain terbaring di lantai dengan luka tembak di kepala, senjata api di dada, jarum suntik di dekat tubuhnya, serta sebuah surat perpisahan yang ada di pot bunga.
Surat tersebut ditujukan untuk para penggemarnya, dunia musik, istrinya, yakni Courtney Love, dan anak perempuannya, yakni Frances Bean. Isinya kurang lebih membahas tentang Cobain yang sudah kehilangan gairah dalam bermusik, lelah terhadap hidup; ia juga dipenuhi rasa bersalah dan rasa cinta kepada keluarganya.
Polisi juga menggeledah rumah Cobain. Hasilnya, tidak ada tanda masuk paksa, tidak ada perkelahian dan kondisi pintu utama rumah juga terkunci. Dari hasil temuan inilah, maka disimpulkan bahwa Cobain meninggal karena bunuh diri.
Bahkan mirisnya, menurut pemeriksaan petugas forensik, Cobain sudah meninggal dunia tiga hari sebelum ia ditemukan. Tepatnya pada tanggal 5 April 1994. Dugaan ini muncul karena saat ditemukan, kondisi tubuh Cobain tidak mengalami pengendapan darah alias livor mortis.
Pengendapan darah sendiri menjadi salah satu ciri dari tubuh saat baru meninggal dunia. Di mana darah secara otomatis akan mengendap di tubuh bagian bawah. Pada Cobain, pola livor mortis sudah fixed. Artinya sudah tidak lagi mengendap di tubuh bagian bawah. Artinya, kematiannya sudah lewat puluhan jam, bukan baru.
Selain itu, ketika meninggal dunia, tubuh akan mengalami rigor mortis atau kekakuan otot. Tapi rigor mortis ini biasanya muncul hanya di awal saja. Kalau sudah lewat beberapa hari, otot akan melemas lagi.
Tubuh Cobain disebut sudah melewati fase kaku awal. Hal ini menandakan bahwa ia bukan baru meninggal satu hari. Tapi sudah lebih lama. Selain itu, tubuh Cobain juga sudah memasuki proses awal pembusukan.
Proses ini terlihat dari perubahan jaringan di tubuhnya, kondisi kulit, serta reaksi biologis. Fakta ini juga mengarah pada kematian Cobain yang sudah terjadi selama beberapa hari.

(Foto: medium.com)
TAHUN 1994 ADALAH MASA SULIT BAGI COBAIN
Sebelum meninggal dunia, tahun 1994 memang menjadi tahun yang berat bagi Cobain. Karena di tahun itu kondisi mentalnya perlahan-lahan mulai memburuk.
Beberapa minggu sebelum meninggal dunia, tepatnya di bulan Maret, Cobain berjuang bertahan hidup dari depresi berat,rasa candu terhadap heroin, sakit perut kronis, tekanan popularitas, hingga masalah rumah tangga dengan Love.
Di bulan yang sama, Cobain ditemukan overdosis kala berada di Roma, Italia. Saat itu ia diduga melakukan percobaan bunuh diri. Untungnya saat dilarikan ke rumah sakit, Cobain berhasil diselamatkan. Saat diajak bicara, ia mengaku lelah dengan hidupnya.
Setelah keluar dari rumah sakit, pada tanggal 25 Maret ia masuk ke pusat rehabilitasi narkoba di Los Angeles. Tujuannya adalah untuk detoksifikasi tubuh dari sisa-sisa obat terlarang yang selama ini ia konsumsi, pemulihan mental, sekaligus jeda dari dunia musik.
Tetapi beberapa hari kemudian, tepatnya di tanggal 1 April, Cobain kabur. Ia kemudian terbang ke Seattle tanpa memberitahu siapa pun. Pihak pusat rehabilitasi kemudian menghubungi keluarga, terutama sang istri. Saat tahu Cobain kabur, Love panik.
Ia pun berusaha menghubungi semua orang yang mungkin tahu ke mana Cobain. Termasuk manajemen Cobain sampai polisi. Namun, hasilnya nihil. Sampai akhirnya, tanggal 8 April 1994, semua pertanyaan tentang ke mana Cobain terjawab.

(Foto: rollingstone.com)
