Inilah Daftar Makanan yang Mampu Menjaga Stamina Selama Ramadan

Di awal puasa, biasanya banyak orang akan jatuh sakit. Alasannya adalah karena tubuh masih beradaptasi dengan kondisi tidak ada asupan apa pun yang masuk selama 12-14 jam. Karena itu, penting untuk menjaga menu makanan saat sahur dan berbuka agar stamina kamu selama berpuasa terjaga.

Pahami kata kuncinya. Sahur adalah waktunya untuk mengisi bahan bakar. Sedangkan berbuka adalah waktunya untuk recovery. Karena itu, memilih menu makanan yang tepat sangat penting. Supaya stamina kamu selama puasa selalu terjaga.

SAHUR

Sebelum kita membahas spesifik menunya, lagi-lagi perlu ditekankan bahwa sahur itu bukan cuma biar tidak lapar. Tapi buat menjaga energi stabil selama berpuasa. Karena itu, makanan apa saja yang sebaiknya dimakan saat sahur?

Karbohidrat

(Foto: unsplash.com/louis hansel)

Menu pertama yang wajib ada adalah karbohidrat. Seperti nasi, oatmeal, roti, kentang, singkong, atau ubi. Mengonsumsi karbohidrat saat sahur sangat penting karena karbohidrat adalah sumber energi.

Karena karbohidrat adalah jenis makanan yang dicerna oleh tubuh cukup lambat. Sehingga gula darah akan stabil. Kalau gula darah stabil, tubuh tidak cepat drop. Selain itu, porsinya juga jangan berlebihan, ya. Secukupnya saja. Kalau berlebihan, perutmu akan sakit.

Protein

(Foto: unsplash.com/rawkkim)

Menu kedua yang juga harus ada di piring kamu saat sahur adalah protein. Protein adalah kunci untuk menjaga stamina. Pilih makanan berprotein seperti telur, ayam, ikan, tempe atau tahu, serta Greek yogurt. 

Protein akan membuat kamu kenyang lebih lama. Kalau kamu tidak lapar, otot tetap kuat. Hasilnya? Kamu jadi tidak mudah lelah. 

Lemak Baik

(Foto: unsplash.com/gil ndjouwou)

Tidak kalah penting, lemak baik juga perlu menjadi salah satu menu sahur meskipun jumlah konsumsinya sedikit saja. Beberapa makanan yang mengandung lemak baik di antaranya ada alpukat, kacang-kacangan, chia seed dan minyak zaitun. Mengonsumsi lemak baik saat sahur juga bisa membantu kamu kenyang lebih lama. 

Air Putih dan Buah Tinggi Cairan

(Foto: unsplash.com/floh keitgen)

Selain tiga menu di atas, kamu juga wajib minum air putih yang cukup serta makan buah yang tinggi cairan. Seperti semangka, melon, pir, atau pepaya. Kalau kamu dehidrasi, maka tubuh akan lebih cepat lemas.

BERBUKA

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, momen berbuka fungsinya adalah untuk recovery, bukan balas dendam karena tidak makan seharian. Ini adalah saatnya kamu mengembalikan energi dan menormalkan gula darah agar puasa di keesokan harinya bisa berjalan lancar.

Mulai dengan yang Ringan

(Foto: unsplash.com/vd photography)

Kata kuncinya adalah ikuti sunah dan logika tubuh. Pertama, minum air putih, kurma satu sampai tiga buah, lalu dilanjutkan dengan sup bening atau buah yang aman untuk lambung. Misalnya, semangka atau pepaya.

Kenapa hal ini penting? Karena lambung seharian “tidur”. Jadi proses membangunkannya harus pelan-pelan. Kalau langsung kena gorengan atau es, maka lambung akan kaget. Efeknya kamu jadi ngantuk dan mual.

Karbohidrat dan Protein

(Foto: unsplash.com/mark deyoung)

Setelah mengonsumsi menu ringan saat berbuka, kamu bisa lanjut makan karbohidrat dan protein setelah salat Magrib atau Tarawih. Bentuknya bisa nasi, kentang, singkong, atau pasta. Kemudian, untuk proteinnya, kamu bisa makan ayam, ikan, tempe, atau telur.

Sayur

(Foto: unsplash.com/elena leya)

Pastikan juga di dalam piring ada sayur-sayuran sebagai asupan serat. Serat sendiri adalah zat yang sangat penting untuk tubuh, namun sering dilupakan terutama saat bulan Ramadan.

Orang biasanya memilih menu yang simple baik untuk sahur dan berbuka. Sehingga sering kali menunya kering, tidak ada sayur. Itulah kenapa makanya, banyak orang sering mengalami konstipasi atau susah BAB saat Ramadan karena mereka melupakan asupan ini.

Selain membantu melancarkan urusan pencernaan, asupan serat juga membantu kamu tidur lebih nyenyak karena perut terasa nyaman.

(Annisa Putri, foto: freejna.dewa.gov.ae)

Share