Hari ini, 121 tahun yang lalu, sejarah baru dari pemerintahan Amerika Serikat dibuat. Pada hari itu, sosok Theodore Roosevelt resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-26.
Ini bukanlah momen pertama kali ia menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Sebelumnya, pada tahun 1901, Roosevelt sudah menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Namun saat itu, jabatan tersebut ia emban karena Presiden Amerika Serikat yang menjabat yakni William McKinley, tewas dibunuh.
Karena Roosevelt adalah Wakil Presiden Amerika Serikat, maka secara otomatis ia naik menjadi presiden. Kala itu, Roosevelt dinobatkan sebagai Presiden Amerika Serikat termuda karena saat naik jabatan, ia masih berusia 42 tahun.
Setelah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat melalui kemenangan mutlak di pemilihan umum, Roosevelt membawa Amerika Serikat ke era baru. Ia dikenal sebagai sosok presiden yang agresif dalam melawan monopoli bisnis besar.

(Foto: history.com)
Ia juga memperjuangkan perlindungan konsumen melalui regulasi industri makanan dan obat-obatan, memperluas perlindungan taman nasional dan kawasan konservasi alam secara besar-besaran, hingga memperkuat posisi Amerika Serikat di kancah internasional.
Selain itu, saat melakukan pidato di hari pelantikannya, Roosevelt menekankan tentang beberapa hal. Seperti keadilan sosial, tanggung jawab korporasi, hingga moralitas di dalam pemerintahan. Ia ingin Amerika Serikat tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga adil.
AWAL ERA KEPEMIMPINAN MODERN
Roosevelt mengubah peran presiden dari sekadar administrator menjadi figur publik yang aktif dan dominan. Ia percaya bahwa presiden harus act boldly in the public interest.
Ia melakukan pendekatan dengan cara menjadi model bagi kepresidenan modern. Mulai dari lebih vokal, lebih intervensif, sampai lebih visible.
Roosevelt dikenal dengan filosofinya: “Speak Softly and Carry a Big Stick.”
Filosofi ini kemudian menjadi simbol pendekatannya terhadap kebijakan luar negeri. Artinya sangat sederhana tetapi tegas. Di mana diplomasi lebih dulu dan kekuatan boleh digunakan jika perlu.

(Foto: theodoreroosevelt.org)
Di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat mulai tampil sebagai kekuatan global modern, termasuk dalam proyek pembangunan Terusan Panama dan kebijakan luar negeri di Amerika Latin.
Theodore Roosevelt secara resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat selama sepuluh tahun. Periode pertama karena kecelakaan dari tahun 1901 sampai 1905. Kemudian, periode kedua berdasarkan kemenangan PEMILU dari tahun 1905 sampai 1909.
Tetapi sampai hari ini, ia dikenang sebagai salah satu presiden yang paling berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat. Karena ia bukan hanya pemimpin politik, tetapi juga simbol energi, reformasi dan keberanian dalam mengambil risiko demi perubahan.
INTERMEZZO
Terlepas dari karier politiknya yang penuh ketegasan dan terobosan, Theodore Roosevelt dikenal sebagai seorang pemburu. Pada tahun 1902, ia diundang dalam sebuah perjalanan berburu beruang di Mississippi. Namun, ia kesulitan untuk menemukan beruang untuk diburu.
Akhirnya, pemandu lokal menangkap seorang beruang hitam kecil dan mengikatnya ke pohon. Ia kemudian meminta Roosevelt untuk menembaknya. Namun, dengan kesadaran penuh, Roosevelt menolak. Alasannya adalah karena menurutnya hal tersebut tidak sportif dan tidak etis.
Sebagai pemburu, ia percaya pada prinsip fair chase. Ia tidak mau menembak hewan yang sudah tidak berdaya. Keputusan ini kemudian membuat media nasional memberitakannya. Termasuk Washington Post.
Kartunis politik bernama Clifford Berryman yang bekerja di media tersebut membuat gambar ilustrasi Roosevelt yang menolak menembak beruang kecil itu. Gambar tersebut kemudian viral.

(Foto: culturenow.org)
Apalagi, sosok beruang yang digambar oleh Berryman bukanlah beruang yang buas. Melainkan lucu. Berkat gambar tersebut, publik pun tersentuh oleh citra Roosevelt.
Sampai akhirnya, seorang imigran asal Rusia bernama Morris Michtom terinspirasi dari gambar tersebut dan membuat boneka beruang kecil dan memajangnya di etalase tokonya di Brooklyn.
Ia menamai boneka tersebut sebagai “Teddy Bear” yang mengacu pada nama panggilan Theodore Roosevelt, yakni Teddy. Michtom bahkan menulis surat ke Gedung Putih untuk meminta izin menggunakan nama tersebut. Dan Roosevelt mengizinkan.
Dari situ lahirlah boneka teddy bear yang kemudian menjadi fenomena global hingga hari ini.

(Foto: ebay.com)
(Annisa Larasati, foto: mcall.com)
