Populer di Kalangan Gen Z, Apa Kata Psikolog Soal Sikap Nonchalant?

Belakangan ini di media sosial sedang ramai istilah nonchalant muncul di percakapan Gen Z, terutama di TikTok dan X. Istilah ini biasanya muncul dalam konteks dating, komunikasi dan emotional availability.

Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang terlihat santai, tidak terlalu menunjukkan emosi dan seolah tidak peduli pada banyak hal. Dalam budaya Gen Z, sikap ini sering dianggap sebagai bentuk coolness.

Namun, dari sudut pandang psikologi, sikap nonchalant bisa memiliki makna yang lebih kompleks. Mulai dari kemampuan mengatur emosi hingga mekanisme perlindungan diri dalam hubungan sosial.

APA ITU NONCHALANT PERSON?

Melansir dari situs American Psychological Association, nonchalant adalah sebuah istilah untuk menggambarkan seseorang yang tampak tenang, santai dan tidak terlalu menunjukkan emosi atau kepedulian terhadap sesuatu.

Dalam konteks sosial modern, terutama di kalangan Gen Z, nonchalant person sering merujuk pada seseorang yang terlihat cool dan tidak terlalu reaktif, tidak mudah menunjukkan perasaan dan tampak tidak terlalu peduli atau invested secara emosional.

NONCHALANT DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS

Secara psikologis, sikap nonchalant bisa muncul dari beberapa hal yang berbeda dan tidak selalu berarti seseorang benar-benar tidak peduli. Masih melansir dari situs yang sama, psikologi menyebut kemampuan ini sebagai emotional regulation.

Yaitu kemampuan seseorang untuk mengelola respons emosionalnya terhadap situasi tertentu. Orang dengan regulasi emosi yang baik biasanya tidak mudah panik, tidak bereaksi berlebihan dan tetap terlihat tenang dalam situasi sosial.

Di sisi lain, sikap nonchalant juga bisa menjadi coping mechanism alias cara seseorang melindungi diri dari potensi penolakan atau konflik nasional. Dalam psikologi sosial, beberapa orang menggunakan strategi seperti:

  • Menjaga jarak emosional
  • Tidak terlalu menunjukkan ketertarikan
  • Bersikap seolah tidak peduli

Hal ini sering berkaitan dengan gaya keterikatan seperti avoidant attachment, di mana seseorang cenderung menjaga jarak emosional dalam hubungan.

STRATEGI SOSIAL UNTUK TERLIHAT COOL

Dalam budaya populer, sikap nonchalant juga sering dikaitkan dengan konsep coolness. Penelitian tentang coolness dalam psikologi sosial menunjukkan bahwa orang yang dianggap cool memiliki karakteristik seperti terlihat santai, tidak terlalu berusaha keras dan tidak menunjukkan kebutuhan akan validasi. Sikap ini sering dipersepsikan sebagai tanda kepercayaan diri atau kontrol diri.

KENAPA ISTILAH INI POPULER DI KALANGAN GEN Z?

Beberapa pengamat budaya digital mencatat bahwa istilah ini sering muncul dalam konteks dating culture dan komunikasi digital. Misalnya, membalas chat dengan santai atau tidak terburu-buru, tidak terlalu menunjukkan ketertarikan dan menjaga image unbothered.

Dalam percakapan online, being nonchalant sering dianggap sebagai cara untuk menjaga posisi yang tidak terlalu vulnerable.

JADI SIKAP NONCHALANT POSITIF ATAU NEGATIF?

Kalau melihat dari perspektif psikologi seperti yang sudah dipaparkan di atas, sikap nonchalant tidak selalu buruk. Karena secara sadar bersikap tenang dan tidak reaktif, sebetulnya bisa mencerminkan kemampuan mengelola emosi dengan baik.

Tetapi sikap nonchalant bisa menjadi buruk jika konteksnya adalah untuk menyembunyikan atau menghindari emosi.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/benzoix)

Share