Kepergian tiga anggota EXO dari SM Entertainment, yakni Chen, Baekhyun dan Xiumin, sepertinya membuat ketiganya semakin sering terlibat dalam beberapa hal tidak menyenangkan.
Tidak hanya konflik dengan agensi lama, ketiganya juga sering dihadapkan pada masalah-masalah yang seharusnya, tidak perlu terjadi. Seperti baru-baru ini, agensi yang menaungi mereka, yakni INB100, dituntut oleh sebuah rumah produksi bernama 815 VIDEO yang mengungkapkan kalau perusahaan tersebut belum membayar biaya produksi untuk video klip terbaru Xiumin.
Melansir dari allkpop.com, lewat sebuah pernyataan, perwakilan rumah produksi tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan semua tugas berdasarkan kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Sayangnya, pihak INB100 dianggap tidak bertanggung jawab karena hingga detik ini, pembayaran juga belum diselesaikan.
“Halo, ini 815 VIDEO. Kami adalah perusahaan produksi video yang mengkhususkan diri dalam produksi video musik dan iklan. Melalui pernyataan ini, kami ingin menegaskan beberapa hal terkait produksi video musik ‘Overdrop’ dari Xiumin. Seorang artis yang berada di bawah naungan INB100.
Pada bulan Agustus 2025 lalu kami memproduksi satu video musik dan satu video teaser atas permintaan INB100. Dan proyek tersebut telah kami selesaikan sesuai dengan kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Total biaya yang seharusnya dibayarkan untuk keseluruhan produksi ini adalah KRW 82,46 juta (termasuk pajak). Total pembayaran ini dibagi menjadi dua bagian. Sebanyak KRW 16,5 juta dibayarkan di muka dan sisanya sebesar KRW 65,96 juta dibayarkan setelah proyek selesai.
INB100 telah membayar untuk uang mukanya. Namun, untuk sisanya sampai detik ini belum juga dibayarkan. Kami telah berulang kali meminta pembayaran sejak tanggal jatuh tempo. Namun, setelah pengunduran diri orang yang bertanggung jawab pada saat itu, proses pembayaran tersebut menggantung.
Hingga kini kami belum mendapat kejelasan tentang kapan mereka akan menyelesaikan pembayaran ini. Sedangkan video musik tersebut telah dirilis melalui saluran resmi dan digunakan untuk promosi musik sang artis.
Kami sangat menyesalkan bahwa pembayaran yang seharusnya dilakukan belum diselesaikan dalam jangka waktu yang lama. Alasan kami merilis pernyataan ini adalah karena semua cara telah kami lakukan. Termasuk tahap negosiasi untuk menyelesaikan semuanya dengan cara damai.
Tetapi karena pihak INB100 tidak bisa memberikan kejelasan, maka kami dengan sangat terpaksa merilis pernyataan ini sebagai aksi tegas kalau biaya terutang tidak dibayarkan segera, kami tidak punya pilihan selain meninjau semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak kami berdasarkan kontrak yang disepakati.”
(BACA JUGA: SM Entertainment Sita Aset EXO-CBX, Apa Alasannya?)
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, total keseluruhan biaya produksi (termasuk pajak) untuk proyek ini adalah KRW 82,46 juta atau sekitar IDR 933 juta. Sementara untuk pembayaran di muka yang sudah dibayarkan sebesar KRW 16,5 juta atau sebesar IDR 186 juta.
Artinya, masih ada IDR 747 juta lagi yang masih terhutang. Sebetulnya, untuk bisnis hiburan di Korea Selatan angka ini tidak terlalu besar. Namun, karena induk perusahaan dari INB100 tengah mengalami beberapa permasalahan, mungkin keuangan INB100 juta ikut terganggu.
Seperti yang diketahui, INB100 adalah agensi yang didirikan oleh Baekhyun. Di dalamnya ada tiga artis yang bernaung. Yakni Chen, Xiumin dan Baekhyun sendiri. Agensi ini berada di bawah naungan perusahaan hiburan bernama ONE HUNDRED yang didirikan oleh musisi sekaligus produser bernama MC Mong.
Namun, perusahaan ini bisa dibilang kacau balau. Karena beberapa artis yang ada di bawah naungan ONE HUNDRED mulai menunjukkan aksi atas ketidakadilan yang mereka alami. Seperti Taemin SHINee yang memutuskan untuk keluar dari Big Planet Made (salah satu agensi di bawah naungan ONE HUNDRED) karena masalah keuangan. Fatalnya, gaji staf Taemin juga tidak dibayarkan.
Taemin bahkan disebut sampai mengeluarkan uang pribadinya untuk membayar gaji para staf. Kemudian ada juga grup THE BOYZ yang baru-baru ini mengajukan penangguhan kontrak karena ONE HUNDRED tidak membayar hak mereka. Termasuk biaya sewa apartemen.
Belum berhenti di situ. Beberapa artis lain yang juga berada di bawah naungan Big Planet Made, seperti VIVIZ, Lee Mu Jin dan BE’O, juga mengajukan pembatalan kontrak karena alasan yang sama.
(Annisa Larasati, foto: billboard.com)
