He might not be a typical Netflix darling. Tapi So Ji Sub selalu berhasil menyita perhatian publik atas kualitas peran dan dedikasinya pada dunia film atau drama televisi Korea Selatan.
Baru-baru ini, Ji Sub disebut terlibat dalam film The Voice of Hind Rajab versi Korea. Di mana ia tidak hanya terlibat sebagai narator, tetapi juga menjadi salah satu produser yang membawa film tersebut ke Korea Selatan.
The Voice of Hind Rajab adalah film segmented yang meraih penghargaan Jury Prize di Festival Film Venesia ke-82. Alasan kenapa Ji Sub membawa film ini ke Korea Selatan adalah karena ia menilai film ini sangat berkualitas. Sehingga ia ingin penonton film di Korea Selatan terpapar dengan film-film berkualitas semacam ini.
Sikap konsisten yang ditunjukkan Ji Sub melalui film ini membuat media kembali menyoroti keputusannya yang terus berinvestasi pada film-film berkualitas standar festival. Padahal, investasinya ini sering kali tidak memberikan hasil yang setimpal.
“Sejujurnya, investasi yang kulakukan sangat sulit. Karena risiko ruginya besar, bahkan sering minus. Tetapi aku merasa ingin terus melakukannya karena ingin mengembalikan apa yang sudah saya terima sebagai aktor.
Aku rasa masyarakat kita layak untuk mendapat tontonan yang bagus. Jadi, meskipun mungkin tidak memberikan hasil yang bagus secara finansial, aku merasa ingin terus melakukannya,” katanya dalam sebuah wawancara.
(BACA JUGA: Jelang Libur Lebaran, Ini 5 Film yang Bisa Kamu Tonton di Bioskop!)

(Foto: chosun.com)
Sikap So Ji Sub ini mendapat banyak pujian dari masyarakat. Mereka menilai bahwa sang aktor benar-benar mencintai bidang yang ia kerjakan. Bukan cuma karena bayaran dan bisnis, tapi memang karena ia mencintai dunia film.
Film The Voice of Hind Rajab sendiri dikabarkan akan tayang di Korea Selatan pada 15 April 2026 mendatang. Film semi dokumenter ini berkisah tentang genosida di Palestina.
Di mana relawan dari Red Crescent menerima panggilan darurat dari seorang gadis berusia enam tahun bernama Hind Rajab, yang meminta pertolongan karena terjebak di dalam mobil saat baku tembak terjadi di Gaza.
Film ini merekam semua komunikasi yang terjadi di antara keduanya, termasuk usaha Red Crescent untuk mengirimkan ambulans untuk membantunya keluar dari sana.
(Rendy Aditya, foto: allkpop.com)
