Panik boleh tapi pola pikir tetap jalan it’s a must!
Meskipun jarang terjadi ketika bepergian naik pesawat, tetapi ada beberapa orang yang punya pengalaman tidak menyenangkan terkait dengan koper mereka. Mulai dari rusak, ketinggalan, atau bahkan fatalnya, adalah hilang.
Ada beberapa penyebab koper bisa rusak, ketinggalan, atau hilang. Mulai dari dibanting saat disimpan, tertiban koper lain, waktu transit yang terlalu mepet sehingga tidak sempat dipindahkan, barcode tidak terbaca sehingga salah pesawat, tag bagasi bermasalah sehingga identitas koper jadi tidak jelas, human error, disrupsi operasional, hingga pencurian.
Kalau kamu sampai mengalami hal ini, wajar kalau panik. Tetapi kamu harus tetap fokus. Karena koper rusak, ketinggalan, atau hilang, bukanlah sesuatu yang bikin dunia selesai. Semua masih bisa diurus selama kamu tahu caranya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu ikuti.
LAPOR KE PIHAK MASKAPAI
Ketika kamu tidak menemukan kopermu di conveyor belt, jangan pernah keluar bandara. Lapor ke petugas bandara agar kamu bisa diarahkan untuk melapor ke pihak maskapai yang kamu tumpangi.
Nantinya, pihak maskapai akan memberikan sebuah form bernama PIR atau Property Irregularity Report. Mengisi form ini wajib hukumnya. Karena kalau tidak, laporanmu bisa dianggap tidak valid.
SIAPKAN DOKUMEN
Setelah melapor dan mengisi form, petugas akan meminta beberapa dokumen terkait perjalanan kamu. Seperti boarding pass, baggage tag (stiker yang ditempel di koper saat check-in), serta kartu identitas.
Itulah kenapa makanya saat check-in, biasanya petugas maskapai akan meminta kamu untuk menjaga boarding pass dan barcode yang berkaitan dengan claim baggage. Jadi pastikan setiap terbang, kertas ini disimpan di tempat yang aman agar tidak rusak apalagi hilang.
STATUS KOPER
Setelah petugas maskapai memeriksa semua dokumen, mereka akan mencari posisi kopermu. Kalau kopermu statusnya ketinggalan atau nyasar, maka pihak maskapai akan memastikan koper dikirim segera ke alamatmu.
Kalau posisinya kamu pergi, maka koper akan dikirim ke alamat tempat kamu menginap. Tapi kalau posisinya kamu pas pulang, maka koper akan dikirim ke alamat tempat tinggalmu.
Beda lagi dengan kondisi koper rusak. Kalau saat di conveyor belt kamu menemukan kopermu rusak, misalnya robek, ban pecah, dan lain sebagainya, pihak maskapai biasanya akan memberikan kompensasi. Namun, kompensasinya seperti apa, semua kembali ke kebijakan masing-masing maskapai.
Berbeda lagi jika hilang. Maka pihak maskapai biasanya butuh waktu maksimal 21 hari untuk mencari kopermu. Kalau ternyata kopermu benar-benar tidak ditemukan, maka pihak maskapai juga akan memberikan kompensasi dengan jumlah yang seharusnya lebih besar dari sekadar kerusakan.
PAHAMI HAK SEBAGAI PENUMPANG
Ini adalah hal yang jarang orang tahu atau sadari. Bahwa setiap penumpang pesawat punya hak penuh untuk beberapa hal. Salah satunya soal gangguan pada koper. Aturan ini bahkan diatur oleh Montreal Convention untuk perjalanan internasional.
Montreal Convention adalah sebuah perjanjian yang diadopsi pada tahun 1999 oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional dan mengatur tanggung jawab maskapai penerbangan atas pengangkutan internasional melalui udara.
Sedangkan untuk penerbangan domestik, semua kembali lagi ke kebijakan masing-masing maskapai. Tetapi jangan khawatir, pihak maskapai pasti akan bertanggung jawab atas hilangnya kopermu.
SELALU TRACKING DAN FOLLOW UP
Tips terakhir adalah jangan pasrah! Kalau pihak maskapai minta tenggat waktu untuk mencari atau mengganti kopermu, jangan santai menunggu mereka menghubungi kamu duluan. Kamu wajib tracking dan follow up setiap hari.
Biasanya setelah lapor kamu akan diberikan reference number. Gunakan reference number ini untuk tracking online atau follow up ke pihak maskapai. Semakin sering kamu tracking dan follow up, maka jawaban dari pihak maskapai akan lebih cepat.
Bayangkan kalau ternyata yang mengalami hal ini bukan cuma kamu. Tapi ada beberapa penumpang lainnya. Jadi wajar jika pihak maskapai tidak bisa bergerak cepat. Sehingga, kamu harus cerewet agar pihak maskapai mempercepat semua proses yang harus dilakukan.
(Annisa Larasati, foto: insidehook.com)
