Kita sering mengira tubuh akan “memberi tahu” kalau ada yang salah. Lewat rasa sakit, atau sesuatu yang terasa jelas berbeda. Tapi tidak semua kondisi datang dengan suara keras.
Beberapa justru hadir pelan, tanpa gejala dan tanpa peringatan yang terasa nyata. Prediabetes adalah salah satunya.
APA ITU PREDIABETES?
Melansir dari Centers of Disease Control and Prevention (CDC), prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah sudah lebih tinggi dari batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.
Fase abu-abu ini sering tidak disadari orang karena tidak ada rasanya. Padahal faktanya, 1 dari 3 orang dewasa di dunia mengalami prediabetes. Mengerikannya, banyak dari mereka tidak menyadarinya.
Penyebab utamanya biasanya terkait dengan insulin resistance, di mana tubuh mulai kesulitan dalam mengolah gula di dalam darah.
CIRI-CIRI/GEJALA PREDIABETES
Menurut American Diabetes Association, prediabetes sering disebut sebagai silent condition karena gejalanya yang sangat minim. Tetapi bukan berarti tidak ada. Beberapa ciri-ciri atau gejala seperti:
- Mudah lelah, bahkan setelah istirahat
- Sering lapar atau craving manis
- Sering haus dan buang air kecil
- Penglihatan sedikit kabur
- Kulit menggelap di area leher/ketiak (acanthosis nigricans)
APA BEDANYA DENGAN DIABETES?
Prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes jika tidak segera ditangani. Perbedaan utamanya ada pada kadar gula dalam darah dan kondisi tubuh.
Penderita prediabetes, kadar gula darah puasa ada di angka 100-125 mg/dL dengan HbA1c di angka 5,7-6,4 persen. Sedangkan untuk penderita diabetes, kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dL dengan HbA1c di atas 6,5 persen.
Sementara untuk orang normal, kadar gula darah puasa umumnya kurang dari 100 mg/dL dengan HbA1c di bawah 5,7 persen.
Selain itu, kondisi tubuh penderita prediabetes dan diabetes juga punya perbedaan. Seperti:
Prediabetes
- Tubuh mulai resistensi insulin
- Masih bisa dikompensasi
- Belum kronis
Diabetes (terutama Diabetes Tipe 2)
- Gula darah tinggi terus-menerus
- Fungsi insulin terganggu lebih parah
- Sudah menjadi penyakit jangka panjang
CARA MENCEGAH PREDIABETES
Menurut CDC dan World Health Organization, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah prediabetes, bahkan diabetes. Mulai dari:
Mengatur Pola Makan
- Kurangi porsi gula dan karbohidrat olahan
- Perbanyak serat, protein dan sayur
Aktif Bergerak
Usahakan untuk melakukan aktivitas sedang sebanyak 150 menit per minggu. Misalnya jalan kaki, plank, push up, sit up, atau aktivitas ringan lainnya.
Turunkan Berat Badan Jika Berlebih
Setidaknya, turunkan berat badannya sekitar 5-7 persen. Karena penurunan di angka ini sudah cukup signifikan untuk kesehatan tubuhmu.
Jaga Tidur dan Stres
Hormon dan metabolisme sangat dipengaruhi oleh ritme hidup. Jika kamu bisa mempertahankan kualitas tidur dan menjaga tingkat stres, maka kamu sudah melakukan tindakan preventif untuk mencegah prediabetes sekaligus diabetes.
(Kirana Putri, foto: freepik.com/xb100)
