Dikejar Target Financial Freedom, Bikin Gen Z dan Millennials Cemas

Dulu, financial freedom terasa seperti tujuan yang jelas: kerja keras, nabung, lalu hidup tenang tanpa khawatir soal uang.

Tapi belakangan, konsep itu mulai terasa berubah. Buat banyak orang, terutama Gen Z dan millennials, financial freedom bukan lagi sekadar target, tapi tekanan.

Di tengah biaya hidup yang terus naik, tuntutan gaya hidup yang ikut terdorong, dan realita harus mulai membantu keluarga sejak usia produktif, jarak menuju “bebas secara finansial” justru terasa semakin jauh.

Tidak sedikit yang akhirnya berada di posisi sandwich generation, harus memikirkan diri sendiri sekaligus menopang orangtua di waktu yang sama. Dan di titik itulah, ambisi yang seharusnya menenangkan justru pelan-pelan berubah jadi sumber kecemasan baru.

Dalam beberapa laporan global, tren ini memang semakin terlihat. Deloitte, dalam ‘Global Gen Z and Millennial Survey’, mencatat bahwa lebih dari separuh responden dari kedua generasi ini mengaku merasa cemas terhadap kondisi keuangan mereka. Mulai dari biaya hidup, utang, hingga ketidakpastian masa depan.

Di sisi lain, laporan dari PwC juga menunjukkan bahwa tekanan finansial menjadi salah satu sumber stres utama yang berdampak langsung pada kesehatan mental generasi muda, bahkan memengaruhi kualitas tidur hingga produktivitas sehari-hari.

Salah satu alasan kenapa financial freedom terasa semakin sulit dicapai dan harus disadari adalah karena garis start tiap orang memang tidak sama. Ditambah, biaya hidup yang terus naik, harga properti yang semakin tidak terjangkau, hingga tekanan untuk tetap keep up dengan gaya hidup di media sosial, semuanya ikut membentuk standar baru yang sering kali tidak realistis.

(BACA JUGA: Bukan Menikah, Standar Kebahagiaan Millennials Ternyata Hanya Soal Hidup Cukup)

Di saat yang sama, banyak dari generasi ini juga harus mulai memikirkan tanggung jawab yang datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Mulai dari membantu kebutuhan keluarga, hingga mempersiapkan masa depan sendiri di tengah ketidakpastian ekonomi. Akhirnya, bukan hanya soal mengejar kebebasan finansial, tapi juga soal bertahan di realita yang terus berubah.

Di titik ini, mungkin yang perlu diubah bukan hanya cara kita mengelola uang, tapi juga cara kita memandangnya. Financial freedom tidak selalu harus berarti punya segalanya sekaligus dan tidak semua orang harus mencapainya dalam timeline yang sama.

Bahkan, dalam beberapa laporan global, tekanan finansial yang terus-menerus justru terbukti berdampak langsung pada kondisi mental. Studi dari Deloitte menunjukkan bahwa kekhawatiran soal masa depan finansial menjadi salah satu sumber stres terbesar bagi Gen Z dan millennials dan berkontribusi pada meningkatnya rasa cemas dalam kehidupan sehari-hari.

(BACA JUGA: Menurut Penelitian, Mengonsumsi Magnesium Bisa Menurunkan Overthinking)

Di tengah kondisi seperti ini, menyisihkan uang tetap penting, tapi tidak harus selalu dalam jumlah besar atau mengikuti standar yang terlihat “ideal”. Dalam banyak kasus, memaksakan diri untuk memenuhi target finansial tertentu justru bisa membuat hidup terasa semakin sempit dan pada akhirnya menambah tekanan yang sudah ada.

Karena pada akhirnya, kestabilan finansial bukan hanya soal angka di rekening, tapi juga tentang seberapa jauh kita masih bisa merasa cukup dan tetap menjalani hidup tanpa terus-menerus diliputi rasa cemas.

TIPS MENUJU FINANCIAL FREEDOM TANPA ANXIETY

Mungkin, pendekatan yang lebih realistis bukan soal mengejar angka tertentu, tapi membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang itu sendiri. Dalam beberapa studi tentang financial well-being, seperti yang dirilis oleh Consumer Financial Protection Bureau, kestabilan finansial tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk merasa aman dan punya kontrol atas kondisi keuangannya.

Dalam konteks ini, ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai dilakukan tanpa menambah tekanan:

  • Menyisihkan uang sesuai kemampuan, tanpa harus memaksakan nominal tertentu
  • Menghindari perbandingan finansial yang sering muncul dari media sosial
  • Menentukan prioritas pribadi, bukan mengikuti standar orang lain
  • Memberi ruang untuk tetap menikmati hidup tanpa rasa bersalah

Karena mungkin di tengah realita yang tidak selalu ideal, kebebasan finansial bukan lagi soal punya segalanya. Tetapi tentang merasa cukup, tanpa harus kehilangan diri sendiri di prosesnya.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/user15285612)

Share