Dari retro roses Chloé hingga abstract florals Proenza Schouler, inilah interpretasi motif bunga terbaik musim ini.
Di dunia fashion, ada satu motif yang tidak pernah benar-benar pergi: motif bunga. Dari batik hingga haute couture, dari pasar tradisional hingga runway Paris, floral adalah bahasa visual yang lintas budaya, lintas generasi dan lintas waktu.
Motif ini memiliki keistimewaan yang jarang dimiliki tren lain. Kemampuannya untuk terus bertransformasi tanpa kehilangan esensinya. Setiap dekade, floral hadir dalam wajah yang berbeda.
Romantis dan feminin di era Victorian, bold dan psikedelik di tahun 1970-an, minimalis dan clean di awal 2000-an. Dan kini, di musim semi 2026, floral kembali hadir dengan cara yang lebih segar, lebih beragam dan lebih personal dari sebelumnya.
Dalam dunia fashion, motif bunga memiliki tempat yang istimewa bukan sekadar karena keindahannya, tapi karena fleksibilitasnya yang luar biasa. Floral bisa terasa anggun sekaligus playful, structured sekaligus dreamy, edgy sekaligus romantic.
Ia adalah motif yang mampu “berbicara” tanpa harus berteriak. Di tengah era logomania yang kian jenuh, floral dress menjadi alternatif statement yang lebih subtle tapi tidak kalah kuat, karena tidak ada dua print bunga yang benar-benar identik.
Setiap rumah mode punya interpretasinya sendiri, dan itulah yang membuat floral menjadi signature yang sangat personal. Kamu tidak perlu monogram untuk dikenali, cukup dengan pilihan print yang tepat, sebuah floral dress sudah bisa menjadi representasi dari selera dan kepribadian pemakainya.
Dan inilah yang terjadi di runway Spring/Summer 2026.
Para desainer tidak hanya “memakai” motif bunga, mereka mereinterpretasinya. Mulai dari roses bergaya retro 1980-an hingga abstraksi bunga yang hampir tidak terlihat seperti bunga sama sekali, setiap brand membawa perspektif uniknya masing-masing ke atas panggung.
Hasilnya adalah sebuah perayaan floral yang terasa sangat segar. Bukti bahwa motif ini bukan sekadar pilihan aman musim semi, melainkan kanvas ekspresi yang tidak ada habisnya.
Berikut enam interpretasi floral dress terbaik dari runway Spring/Summer 2026 yang layak masuk wishlist kamu.
(BACA JUGA: Met Gala Theme and The One Who Always Gets It Right)
THE BEST FLORAL DRESS IN RUNWAY SPRING/SUMMER 2026
Chloé — Retro Roses yang Cheerful dan Feminin

Chloé membuka musim ini dengan energi yang penuh nostalgia. Rumah mode Paris ini menyelimuti koleksinya dengan florals bergaya 1980-an yang cheerful.
Roses dalam warna-warna cerah yang tersebar di atas siluet ruched mini yang sangat feminin. Yang membuat Chloé istimewa adalah kemampuannya menghadirkan vintage tanpa terasa dated.
Rose print-nya terasa segar dan modern, bukan seperti meminjam dari lemari nenek. Padukan dengan statement earring yang bold untuk menangkap semangat penuh warna dari koleksi ini.
Miu Miu — Calico Print yang Manis dan Playful

Tidak ada brand yang lebih memahami paradoks fashion. Sesuatu yang terlihat salah tapi justru terasa benar, selain Miu Miu.
Musim ini, Miuccia Prada menghadirkan shift dress berbahan poplin berwarna butter yellow dengan motif bunga kecil berwarna ungu dan oranye yang terasa seperti fabric vintage yang ditemukan di pasar loak terbaik.
Dipadukan dengan pink leather jacket dan socked loafers, Miu Miu membuktikan bahwa floral tidak harus selalu manis, ia bisa juga jadi pernyataan fashion yang genuinely unexpected.
Celine — Mod Mini untuk Era Modern

Di bawah arahan Michael Rider, Celine mengambil inspirasi dari estetika mod 1960-an dan mentransformasikannya menjadi sesuatu yang terasa sangat 2026.
Dua mini dress dengan graphic floral print yang bold hadir dengan hemline super pendek yang diseimbangkan oleh lengan panjang dan high neck, sebuah formula proporsi yang cerdas.
Dipakai dengan loafers sederhana dan mismatched earrings, Celine membuktikan bahwa floral bisa tampil sangat urban dan sophisticated tanpa kehilangan kesenangannya.
Stella McCartney — Blue Bouquets yang Dreamy dan Berkelanjutan

Spiral cornflowers yang menari di atas koleksi Stella McCartney musim ini adalah salah satu gambar runway yang paling membekas di musim semi 2026.
Tersedia dalam versi mini maupun midi, dress ini menawarkan keceriaan visual yang langsung terasa seperti berjalan di padang bunga. Yang membuat Stella McCartney selalu istimewa adalah komitmennya terhadap sustainable fashion.
Sehingga keindahan floral ini hadir tanpa kompromi terhadap lingkungan. Padukan dengan flip-flop dan mesh tote untuk tampilan weekend yang effortlessly chic.
Proenza Schouler — Abstract Florals yang Unexpected

Proenza Schouler selalu bisa diandalkan untuk menghadirkan sesuatu yang tidak terduga dan koleksi floral musim ini tidak terkecuali. Alih-alih print bunga yang literal, duo desainer ini menghadirkan abstract bursts berwarna kuning cerah yang tersebar di atas silhouette draped dan berlapis.
Hasilnya adalah dress yang terasa sekaligus artistik dan wearable. Sebuah karya seni yang bisa kamu kenakan. Lengkapi dengan strappy sandals dan handcrafted bucket bag untuk look yang serasi tanpa terasa terlalu matchy.
Altuzarra — Daisy Appliqué yang Penuh Craftsmanship

Di antara semua interpretasi floral di runway Spring/Summer 2026, Altuzarra mungkin yang paling memukau dari sisi craftsmanship. Tidak hanya dicetak di atas silk crepe, daisy-daisy painterly ini juga diaplikasikan secara manual ke atas dress, menghasilkan dimensi dan gerakan yang tidak bisa dicapai oleh print biasa.
Setiap dress terasa seperti karya tangan yang unik, menjadikan Altuzarra pilihan bagi mereka yang menghargai keahlian di balik sebuah busana. Padukan dengan pointed wedge dan satin top-handle bag untuk tampilan yang polished dan elegan.
(Kirana Putri, foto: vogue.com)
