Saking besarnya kontribusi yang diberikan, Charles Frederick Worth diberi gelar kehormatan sebagai Father of Couture.
Kamu mungkin sudah hafal nama-nama besar seperti Coco Chanel, Christian Dior, atau Yves Saint Laurent. Tapi pernahkah kamu bertanya soal siapa sebenarnya orang pertama yang menyebut dirinya seorang fashion designer?
Siapa yang pertama kali membuktikan bahwa pakaian bukan sekadar kebutuhan, melainkan sebuah karya seni?
Jawabannya adalah Charles Frederick Worth.
Namanya mungkin tidak sepopuler para desainer modern. Tapi tanpa dia, industri fashion yang kamu kenal hari ini mungkin tidak akan pernah ada. Mulai dari fashion week, koleksi musiman, sampai brand label di baju.
SIAPA CHARLES FREDERICK WORTH?
Charles Frederick Worth lahir pada 13 Oktober 1825 di Bourne, Lincolnshire, Inggris. Hidupnya tidak dimulai dengan glamor. Ayahnya adalah seorang penjudi yang bangkrut, sehingga memaksa Worth kecil bekerja sejak usia sebelas tahun.
Ia kemudian magang di dua merchant tekstil di London, di mana ia tidak hanya belajar tentang kain, tetapi juga sering mengunjungi National Gallery, mengamati lukisan-lukisan potret bangsawan dari abad sebelumnya. Detail gaun dalam lukisan-lukisan itulah yang kelak menjadi inspirasi besar dalam desainnya.
Pada usia 20 tahun, Worth memutuskan untuk pindah ke Paris. Kota yang saat itu menjadi pusat semua hal yang mewah dan bergaya. Ia bergabung dengan Gagelin, sebuah perusahaan tekstil ternama.
Berawal sebagai salesman biasa, Worth perlahan membuktikan dirinya hingga dipercaya mengelola divisi couture perusahaan tersebut. Karyanya bahkan sempat dipamerkan di London World’s Fair 1851 dan Exposition Universelle Paris 1855, hingga meraih penghargaan.
Sejak itu Worth tahu kalau ia bisa lebih dari sekadar bekerja untuk orang lain. Hingga akhirnya pada 1858, Worth membuka fashion house miliknya sendiri yang diberi nama House of Worth di 7 Rue de la Paix, Paris, bersama partner bisnisnya Otto Bobergh. Inilah fashion house pertama dalam sejarah mode dunia.
(BACA JUGA: Motif Floral Kembali Mendominasi Runway Spring/Summer 2026)

(wwd.com)
KISAH TENTANG HOUSE OF WORTH
Yang membedakan Worth dari penjahit-penjahit sebelumnya bukan hanya kualitas karyanya, tetapi juga cara ia mendefinisikan ulang seluruh profesi desainer. Sebelum Worth, pakaian dibuat oleh penjahit anonim yang mengikuti keinginan klien.
Worth membalik dinamika itu. Ia yang menentukan apa yang harus dikenakan kliennya, bukan sebaliknya. Ia memperlakukan pakaian sebagai karya seni, bukan sekadar pesanan.
INOVASI YANG MENGUBAH INDUSTRI FASHION
Apa yang membuat Worth benar-benar revolusioner bukan hanya desainnya yang indah, tetapi juga sistem yang ia ciptakan, yang masih digunakan hingga hari ini.
Live Model
Worth adalah desainer pertama yang menggunakan model manusia sungguhan untuk memperlihatkan koleksinya kepada klien. Istrinya, Marie Vernet, menjadi model pertamanya di era 1850-an yang juga dianggap sebagai model profesional pertama di dunia.
Label Merek di Pakaian
Worth menjahit namanya ke setiap pakaian yang ia buat. Ini adalah brand label pertama dalam sejarah fashion. Sebuah praktik yang kini dilakukan oleh seluruh brand di dunia.
Salon Shows and Fashion Week
Worth menggelar pertunjukan koleksi khusus di salon. Bukan untuk seni, tetapi untuk mempertemukan klien dengan koleksi barunya. Ia bahkan mengorganisir acara ini dua kali setahun agar semua kliennya bisa hadir di waktu yang sama.
Inilah cikal bakal fashion week yang kamu saksikan di Paris, Milan, London dan New York setiap tahunnya.
Koleksi musiman. Sistem dua koleksi per tahun yang Worth terapkan di akhir 1880-an adalah fondasi dari sistem haute couture modern yang berlaku hingga sekarang.
Salon di sini maksudnya bukan tempat untuk menata rambut, ya. Tapi istilah untuk ruang tamu atau ruang penerimaan tamu yang mewah dalam pemahaman budaya Prancis.
Pada abad ke-18 dan ke-19, para elit sering melakukan pertemuan secara privat di salon. Saat bertemu, mereka akan membahas banyak hal yang khas bagi masyarakat kelas atas. Salah satunya adalah seni.
THANKS TO EMPRESS EUGÉNIE
Karier Worth benar-benar melejit ketika ia mendapatkan perhatian Empress Eugénie, istri Napoleon III. Berkat koneksi melalui Princess Pauline de Metternich, istri duta besar Austria, Worth diperkenalkan kepada Eugénie dan sang Kaisarina langsung terpesona oleh karyanya.
Eugénie kemudian menjadi klien sekaligus brand ambassador tidak resmi bagi House of Worth. Setiap gaun yang ia kenakan di acara-acara kenegaraan seketika menjadi sorotan dan nama Worth pun menyebar ke seluruh penjuru Eropa.
Bahkan untuk pembukaan Terusan Suez pada 1869, sang Kaisarina memesan 250 gaun dari Worth. Dari situ, klien Worth berkembang pesat.
Mulai dari bangsawan Eropa hingga para wanita kaya Amerika yang begitu terobsesi dengan fashion Paris. Di akhir kariernya, House of Worth mempekerjakan lebih dari 1.200 orang.
(BACA JUGA: Met Gala Theme and The One Who Always Gets It Right)

(Foto: newyorker.com)
WARISAN YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU
Worth meninggal pada 10 Maret 1895, di usia 69 tahun. House of Worth kemudian diteruskan oleh kedua putranya, Gaston dan Jean-Philippe. Perusahaan ini terus bertahan hingga generasi keempat keluarganya.
Namanya mungkin tidak bersinar seterang Chanel atau Dior di era modern, tapi pengaruhnya tidak pernah hilang. Metropolitan Museum of Art dan Victoria & Albert Museum di London menyimpan arsip lengkap karya-karyanya.
Dan pada 2025, Petit Palais di Paris bahkan menggelar pameran retrospektif besar bertajuk ‘Worth – Inventing Haute Couture’. Sebuah penghormatan yang sudah lama pantas ia terima.
“My work is not only to execute, but above all to invent. Creation is the secret of my success,” ujar Worth dalam sebuah wawancara.
Sebuah kalimat yang, ratusan tahun kemudian, masih sangat relevan di telinga setiap orang yang bergerak di dunia kreatif.
BAGAIMANA NASIB HOUSE OF WORTH HARI INI?
House of Worth resmi menutup operasi haute couture-nya pada 1956, setelah bergabung dengan Maison Paquin. Brand ini kemudian berpindah tangan beberapa kali dan dijual pada 1992 ke International Classic Brands, lalu diakuisisi oleh Lenthéric pada 1999.
Ada upaya untuk me-relaunch House of Worth sebagai fashion brand antara 2010 dan 2013, namun tidak berhasil bersaing di pasar haute couture modern. Hari ini, nama Worth masih bertahan dalam industri parfum, meski sudah lama lepas dari kendali keluarga Worth.
(Kirana Putri, foto: dangerousminds.net)
