Terinspirasi dari mantel ikonik 101801, parfum ini menjadi langkah besar Max Mara dalam memasuki industri kecantikan.
Florence Pugh resmi diumumkan sebagai wajah kampanye parfum pertama Max Mara, bernama Max Mara Le Parfum.
Parfum ini diproduksi lewat kerja sama dengan raksasa kecantikan asal Jepang, Shiseido, menyusul kesepakatan lisensi wewangian yang ditandatangani kedua pihak sejak Juli 2024.
Kesepakatan tersebut memberikan hak kepada Shiseido untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, hingga mendistribusikan parfum di bawah nama Max Mara.
Hal ini sejalan dengan strategi Shiseido untuk memperluas portofolio wewangian globalnya yang juga mencakup lisensi Narciso Rodriguez dan Issey Miyake.
Menariknya, parfum ini terinspirasi dari mantel unta ikonik Max Mara, model 101801, yang telah menjadi simbol identitas brand tersebut selama puluhan tahun.
Aroma parfumnya sendiri mengusung komposisi tuberose, vanila dan sandalwood, memadukan kesan elegan dan hangat yang merepresentasikan filosofi mantel legendaris tersebut ke dalam bentuk wewangian.
Dalam kampanye visualnya, Florence Pugh berpose mengenakan salah satu mantel unta khas Max Mara di ruangan minimalis, dipotret langsung oleh fotografer kenamaan Mario Sorrenti, yang telah lama menjalin hubungan kerja dengan rumah mode tersebut.
Sorrenti mengaku ingin menghadirkan kesan “kekuatan feminin yang tenang” lewat visual yang terasa intim, seolah penonton menyaksikan momen personal penuh kepercayaan diri sang aktris.
(BACA JUGA: Diptyque Rilis Summer Collection 2026, Hadirkan Aroma Liburan dalam Bentuk Parfum)
Ia turut memuji intensitas emosional dan keberanian Pugh dalam memilih peran-peran akting sepanjang kariernya, menyebutnya memiliki kekuatan alami yang terasa tenang namun tetap kuat.
Max Mara menyebut bahwa sosok Florence Pugh dipilih karena kepercayaan diri alami, autentisitas dan kehadirannya yang khas, yang dinilai selaras dengan nilai-nilai yang diusung Max Mara sebagai representasi femininitas modern.
Pugh sendiri mengaku merasakan kepercayaan diri yang natural saat berada dalam semesta Max Mara, di mana busana yang dikenakannya terasa mendukung dirinya, bukan mengubah citranya secara berlebihan.
Peluncuran parfum ini juga terjadi di momen karier Florence Pugh yang sedang menanjak pesat, mengingat ia baru saja dikonfirmasi akan kembali memerankan Yelena Belova dalam Avengers: Doomsday yang tayang 18 Desember 2026 mendatang.
Kombinasi antara peluncuran parfum di bulan Agustus dan siklus promosi blockbuster di akhir tahun ini membuat momentum publisitas Florence Pugh terasa semakin kuat sepanjang 2026.
Max Mara Le Parfum sendiri sudah resmi dirilis dan dapat dibeli sejak 24 Agustus 2026 lalu.
(Kirana Putri, foto: ew.com)
