5 Hotel Terbaik di Dunia Versi National Geographic

Dari resor konservasi di Fiji hingga penginapan mewah di kawasan pesisir California, lima hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang jauh lebih berkesan daripada sekadar tempat beristirahat.

Memilih hotel bisa menjadi bagian penting dari sebuah perjalanan. Bukan hanya soal tempat tidur yang nyaman, tetapi juga bagaimana sebuah properti mampu menghadirkan pengalaman, memperkenalkan budaya lokal, serta membuat destinasi terasa semakin istimewa.

Melalui daftar Best New Hotels in the World untuk 2026, National Geographic memilih 20 hotel baru atau hotel yang baru saja direnovasi dari berbagai penjuru dunia. Daftar ini mencakup properti dengan konsep unik, desain menarik, pengalaman alam, hingga pendekatan hospitality yang lebih personal.

Dari 20 pilihan tersebut, berikut lima hotel teratas yang layak masuk wishlist perjalananmu.

JEAN-MICHEL COUSTEAU RESORT — FIJI

Berada di Vanua Levu, pulau terbesar kedua di Fiji yang lebih tenang dan jarang dikunjungi, Jean-Michel Cousteau Resort menawarkan pengalaman menginap yang dekat dengan alam sekaligus memiliki misi konservasi laut.

Resor ini baru saja menyelesaikan renovasi terbesar sepanjang sejarahnya yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.

Sebanyak 25 bures atau bungalow tradisional Fiji beratap jerami, diubah dari akomodasi satu kamar menjadi tempat tinggal dua kamar yang menghadap laut. Konsep ini membuatnya cocok untuk keluarga besar atau perjalanan multigenerasi.

Pengalaman di resor ini tidak berhenti pada pemandangan tropis. Tamu dapat snorkeling bersama ahli biologi laut, ikut memulihkan terumbu karang, mempelajari perlindungan kerang raksasa yang terancam punah, hingga menjelajahi ekosistem hutan bakau di kawasan suaka laut.

Anak-anak juga bisa mengikuti program Bula Club dan School Under the Sea yang menghadirkan aktivitas seperti berjalan di hutan bakau, eksplorasi hutan hujan, naik perahu berlantai kaca, serta belajar tentang pelestarian terumbu karang.

Renovasinya turut mengutamakan material lokal seperti kayu setempat dan magimagi, tali tradisional yang dibuat dari serat kelapa.

Sementara itu, pengalaman kulinernya memperkenalkan hidangan lovo yang dibuat menggunakan bahan dari kebun organik resor serta pertanian regeneratif di sekitarnya.

Harga kamar mulai dari sekitar USD 1.100 atau sekitar IDR 19 jutaan per malam.

(BACA JUGA: Hotel Tua di Aswan, Tempat Sekaligus Saksi Kisah Misteri Agatha Christie)

KOROI FOREST CAMP — TANZANIA

Jika safari biasanya identik dengan padang rumput luas dan kawanan satwa di Serengeti, Koroi Forest Camp menawarkan perspektif berbeda tentang Tanzania.

Terletak di kawasan Arusha National Park, penginapan ini berada di tengah hutan tua Afromontane, ekosistem hutan pegunungan yang menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna.

Koroi terdiri dari delapan bungalow beratap jerami, masing-masing dilengkapi perapian untuk menciptakan suasana hangat pada malam hari.

Aktivitas yang ditawarkan lebih menekankan pengalaman alam yang perlahan dan mendalam.

Tamu dapat berjalan kaki atau mengikuti perjalanan dengan kendaraan safari melewati jalur yang dahulu digunakan gajah, mengamati monyet colobus, serta mencari berbagai jenis burung.

Kawasan ini diketahui menjadi habitat bagi lebih dari 400 spesies burung, termasuk Hartlaub’s turaco dan berbagai jenis sunbird.

Untuk pencinta petualangan, tersedia aktivitas seperti menjelajahi kanopi hutan dan mengikuti kelas memanjat pohon ara pencekik berukuran besar. Perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju Ngurdoto Crater dan Mount Meru.

Sementara itu, Momella Lake menjadi lokasi untuk bermain kano sambil mengamati kuda nil dan flamingo. Koroi juga dirancang ramah keluarga dengan aktivitas bagi anak-anak, seperti mencari amfibi berwarna-warni dan jamur unik di dalam hutan.

Harga kamar mulai dari USD 721 atau sekitar IDR 12 jutaan per malam, dengan minimum menginap dua malam untuk dua orang.

AIRELLES PALLADIO — VENICE, ITALIA

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Venice atau Venesia dengan suasana lebih tenang, Airelles Palladio menawarkan pengalaman berbeda dari hotel-hotel yang berada di kawasan ramai San Marco.

Properti ini menempati tiga bangunan abad ke-16 di Pulau Giudecca, salah satu area Venesia yang sejak lama menjadi tempat pelarian dari keramaian pusat kota.

Bangunan tersebut sebelumnya digunakan oleh Bauer Palladio Hotel dan kini telah diubah menjadi hotel mewah yang dipenuhi karya seni, barang antik, serta taman Mediterania seluas hampir 2,5 hektar.

Airelles Palladio memiliki 45 kamar dan suite dengan perpaduan furnitur antik Venesia, lampu gantung Fortuny, kaca Murano, dan tekstil Rubelli. Sekitar 3.000 karya seni dan buku dikumpulkan untuk memperkuat karakter historis properti ini.

Daya tarik lainnya datang dari pilihan kulinernya. Sejumlah chef ternama seperti Jean-Georges Vongerichten, Nobu Matsuhisa, dan Norbert Niederkofler terlibat dalam pengalaman gastronomi hotel.

Ada pula restoran dengan sentuhan lokal, bar cicchetti, serta piano bar Elton’s yang dirancang oleh Elton John.

Untuk relaksasi, Airelles Palladio menghadirkan Guerlain Spa seluas 18.300 kaki persegi. Fasilitasnya mencakup hammam, sauna Finlandia, sauna inframerah Jepang dan empat kolam renang. Spa ini disebut sebagai yang terbesar di Venesia.

Harga kamar mulai dari sekitar USD 1.638 atau sekitar IDR 28 jutaan per malam, termasuk sarapan.

ONE&ONLY MOONLIGHT BASIN — MONTANA, AMERIKA SERIKAT

Terletak di kawasan Big Sky, Montana, One&Only Moonlight Basin menjadi properti pertama jaringan hotel mewah asal Dubai, One&Only, di Amerika Serikat.

Resor alpine ini berdiri di area seluas 240 hektar di sisi Lone Peak, dikelilingi 17.000 hektare lahan yang dilindungi dan berada di jalur migrasi satwa liar. Moose, elk, beruang dan bobcat merupakan beberapa satwa yang dapat ditemukan di kawasan tersebut.

Arsitekturnya dibuat rendah dan menyatu dengan hutan lodgepole di sekitarnya. Seiring pertumbuhan pepohonan, bangunan lodges dan kabin diharapkan semakin tersembunyi di balik kanopi hutan.

One&Only Moonlight Basin juga dirancang sebagai destinasi sepanjang tahun. Pada musim panas, tamu dapat menikmati paddleboarding, fly-fishing, berkuda, atau melakukan perjalanan menuju Yellowstone National Park yang berjarak sekitar satu jam.

Saat musim dingin tiba, area yang sama berubah menjadi lokasi ski lintas alam dan snowshoeing.

Akses menuju lereng Big Sky Resort juga dibuat lebih praktis melalui gondola pribadi berpemanas yang hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.

Fasilitas lainnya mencakup observatorium pribadi untuk menikmati langit malam, enam restoran dan bar, serta spa seluas 17.000 kaki persegi.

Salah satu restoran unggulannya adalah Akira Back yang telah memiliki bintang Michelin, sementara Moonshack menghadirkan suasana kabin bergaya speakeasy.

Harga kamar mulai dari USD 1.200 atau sekitar IDR 21 jutaan per malam, belum termasuk makanan.

(BACA JUGA: Burg Eltz, Kastil Bersejarah yang Bentuknya Mirip Hotel Transylvania)

HARBOR HOUSE INN — CALIFORNIA, AMERIKA SERIKAT

Berada di kota kecil Elk di pesisir utara California, Harbor House Inn menawarkan pengalaman menginap yang dekat dengan lanskap alam liar Pacific Coast.

Hotel ini menempati bangunan lodge dari kayu redwood yang dibangun pada 1916 untuk Goodyear Lumber Company.

Setelah menjalani renovasi besar selama satu tahun, properti tersebut kini menghadirkan 11 kamar dan cottage dengan desain yang terinspirasi dari warna serta tekstur pesisir California.

Seluruh kamar menawarkan pemandangan laut dan Wharf Rock, formasi batu alami yang muncul dari perairan Pasifik. Tamu juga dapat mengikuti jalur pribadi menuju Greenwood Cove, tempat anjing laut, singa laut, berang-berang sungai, hingga rusa kerap terlihat.

Harbor House Inn juga dikenal karena pengalaman kulinernya. Executive Chef Matthew Kammerer menyajikan menu degustasi 12 hidangan setiap malam yang berubah mengikuti musim dan pasang surut laut.

Bahan-bahan yang digunakan banyak berasal dari alam sekitar, termasuk rumput laut, kepiting Dungeness, jamur, abalon, serta bahan pangan dari peternakan lokal.

Hotel ini bahkan telah menerima Michelin Green Star dan Michelin Key, dua penghargaan yang memperkuat reputasinya sebagai penginapan dengan pengalaman hospitality dan gastronomi yang istimewa.

Harga kamar mulai dari USD 720 atau sekitar IDR 12 jutaan per malam. Pengalaman makan malam degustasi dikenakan biaya sekitar USD 350 atau sekitar IDR 6 jutaan per orang.

(Kirana Putri, foto: unsplash.com/sara dubler)

Share