Lama “Tinggal” di Belanda, Fosil Manusia Jawa Akhirnya Pindah ke Museum Nasional Jakarta

Sekitar 130 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1891, seorang peneliti dan juga ahli paleontologi asal Belanda bernama Eugene Dubois (baca: yujin duboa), menemukan fosil Manusia Jawa yang kemudian diidentifikasi sebagai spesimen manusia purba Homo erectus di Jawa Timur.

Sejak itu, fosil ini dibawa ke Belanda untuk penelitian lebih lanjut. Dan setelah itu, bersama dengan 28 ribu temuan fosil lainnya (estimasi penggalian terjadi hingga tahun 1920), Manusia Jawa ini menetap di Naturalis Biodeversity Center Leiden.

Dan pada bulan Oktober tahun lalu, Pemerintah Belanda menyampaikan komitmen untuk  mengembalikan fosil-fosil ini ke Indonesia. Melalui perjanjian repatriasi yang dibuat antara Belanda dan Indonesia, pada tanggal 17 Desember 2025, fosil pertama dari spesimen ini telah sampai ke Indonesia dan disimpan dengan layak di Museum Nasional Jakarta.

“Selama lebih dari satu abad sebagian besar masa lalu kita berada di luar jangkauan masyarakat. Para cendekiawan mendiskusikannya, museum memajangnya, narasi global dibentuk, tetapi masyarakat Indonesia sendiri tidak pernah melihatnya. Dan era tersebut akhirnya berakhir hari ini,” ujar Fadly Zon selaku Menteri Kebudayaan Indonesia, seperti yang dilansir dari nationalgeographic.com.

Di kesempatan yang sama, direktur dari Naturalis Biodiversity Center yakni Marcel Beukeboom mengatakan, bahwa Manusia Jawa adalah salah satu penemuan yang sangat penting bagi dunia penelitian sejak abad ke-19.

Karena itu, Beukeboom merasa sangat terhormat untuk menjadi orang yang membawanya langsung dari Belanda ke Indonesia. 

Fosil Manusia Jawa ini disimpan di sebuah ruangan khusus yang memang disiapkan oleh Museum Nasional Jakarta. Saat pameran dibuka, fosil yang diletakkan di tengah ini, dikelilingi oleh replika lukisan gua tertua di dunia.

Buat kamu para historicial junkie yang mungkin belum mendengar kabar ini, ini adalah tanda bahwa kamu harus segera berkunjung ke Museum Nasional Jakarta untuk melihat langsung seperti apa wujud nenek moyang kita yang selama ini, mungkin rasanya seperti mitos.

Karena tepat setelah fosil ini sampai di Indonesia, keesokan harinya yakni pada tanggal 18 Desember 2025, masyarakat langsung bisa melihat wujudnya melalui sebuah pameran yang diberi nama “Sejarah Awal”.

(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi nationalgeographic.grid.id)

Share