Bukan Hanya Brownies, Makanan-makanan Ini Awalnya Juga Produk Gagal

MOSTROOPS, pernahkah terbayang kalau Kepala Pastry di Palmer House Hotel (sekarang Palmer House Hilton) pada tahun 1893 tidak membuat kesalahan saat membuat kue cokelat, mungkin kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya sebuah kue brownies.

Saat itu, Kepala Pastry tidak atau memasukkan baking powder dengan jumlah yang sangat sedikit. Sehingga hasil kue yang dibuat tidak mengembang. Namun alih-alih dibuang, kue tersebut tetap dijual karena rasanya yang enak.

Ngomong-ngomong soal makanan gagal, tahukah kalian kalau brownies bukanlah satu-satunya produk makanan gagal yang pernah ada. Karena nyatanya ada beberapa makanan lain yang awalnya, ternyata produk gagal.

Kira-kira ada apa saja? Langsung cek daftarnya di bawah ini! Apakah salah satunya ada makanan kesukaan kamu?

ROQUEFORT

(Foto: buycheese.com)

Roquefort adalah keju biru yang dibuat dari susu domba mentah. Keju ini memiliki penampilan yang unik karena ada banyak noda-noda biru yang terlihat hampir di seluruh bagian. Noda biru ini menandakan letak kesalahan yang terjadi.

Melansir dari berbagai situs, konon lebih dari seribu tahun yang lalu ada seorang penggembala muda di Roquefort-sur-Soulzon, Prancis Selatan, yang meninggalkan bekal makan siangnya berupa roti dan keju di dalam gua.

Beberapa hari kemudian ia kembali ke gua tersebut dan menemukan bekal makan siangnya masih ada di sana. Saat ia membuka bekalnya, ternyata keju yang ia bawa sudah berjamur. Namun karena pada masa itu Prancis sedang mengalami krisis pangan, maka ia tetap memakan keju tersebut.

Dan ternyata, rasanya tidak seperti yang ia bayangkan. Bukan basi, tapi justru ada kenikmatan berbeda yang ia rasakan. Hal ini kemudian ia bawa ke tempat asalnya dan rasa unik yang muncul mulai menyebar ke seluruh warga lokal.

Sampai akhirnya di Abad ke-15 Raja Charles VI memberikan hak ekslusif untuk memproduksi keju tersebut. Kemudian di Abad ke-20 keju ini masuk ke dalam daftar AOC (Appellation d’Origine Contrôlée) yakni label yang mengidentifikasi produk agrikultur dari sebuah daerah.

Sejak saat itu, keju ini semakin menjejakkan kakinya di kelas premium hingga masuk ke restoran fine dining Eropa.

KERIPIK KENTANG

(Foto: unsplash.com/jeff siepman)

Makanan berikutnya yang awalnya juga produk gagal adalah potato chips alias keripik kentang. Makanan ini diciptakan oleh George Crum pada tahun 1853 di Restoran Moon’s Lake House, Saratoga Springs, New York, Amerika Serikat.

Saat itu, ada seorang pelanggan yang mengeluh karena sajian kentang goreng di restoran tersebut terlalu tebal. Crum kemudian mengatasi keluhan tersebut dengan memotong kentang lebih tipis. Namun sayangnya, ia memotong kentang tersebut lebih tipis dari yang seharusnya.

Sudah terlalu tipis, Crum juga menggorengnya terlalu lama hingga kentang jadi kering. Ditambah, ia juga terlalu banyak menabur garam. Sehingga kentang tersebut rasanya asin.

Meskipun ini adalah kegagalan, tapi Crum tetap menyajikan makanan tersebut kepada pelanggannya sebagai bentuk sindiran: ini kan yang kamu mau?

Tapi tidak disangka pelanggan tersebut justru suka. Sejak itu kentang goreng tipis ini masuk ke dalam menu di restoran tersebut dengan nama Saratoga Chips.

Setiap pelanggan yang datang mencoba dan mulai menyebarkan menu ini ke banyak orang lewat cerita. Berita dari mulut ke mulut ini ternyata efektif dan membuat Saratoga Chips terkenal.

Hingga akhirnya di Abad ke-20 kentang ini disajikan dalam bentuk kemasan. Dan hasilnya? Berhasil jadi menu camilan nasional dunia sampai hari ini.

CHOCO CHIPS COOKIES

(Foto: unsplash.com/stanley kustamin)

Makanan gagal berikutnya adalah choco chips cookies. Awal mulanya, seorang pembuat kue sekaligus pemilik penginapan Toll House Inn di Masachussets bernama Ruth Wakefield, yang membuat kesalahan saat membuat kue.

Ia menambahkan sebuah cokelat yang ia pikir, akan meleleh seperti cokelat pada umumnya. Namun ternyata cokelat yang ia tambahkan jenisnya berbeda. Ketika dipanggang, cokelat tersebut masih berbentuk kotak seperti potongan sebelum dipanggang.

Tetapi ketika dicoba, rasanya justru unik. Ada perpaduan lembut dan keras di dalam satu gigitan. Karena merasa kue buatannya unik, ia pun membagikannya ke orang-orang yang menginap.

Mengejutkan, para penginap ternyata jatuh cinta dengan kue tersebut. Wakefield kemudian membagikan resep tersebut kepada para tamunya. Ia juga membagikannya ke dalam banyak buku resep masakan.

Sampai puncaknya, merek sekelas Nestlé melirik dan mengajak Wakefield bekerja sama. Dan sejak itu, choco chips cookies buatan Wakefield mendunia bahkan sampai ke Indonesia.

(Kirana Putri, foto: unsplash.com/honey yanibel minaya cruz)

Share