Bukan 1 Jam, Ini Durasi Hubungan Seks yang Efektif Menurut Para Ahli

That’s why blue film cannot be used as a benchmark. 

Bukannya tidak mungkin melakukan hubungan seks secara terus menerus selama 24 jam bahkan lebih. Tetapi menurut ahli kesehatan, durasi ideal untuk berhubungan seks ternyata tidak se-lama itu.

Sebuah jurnal penelitian tentang premature ejaculation pernah diunggah oleh National Library of Medicine. Jurnal ini mengungkap bahwa ternyata, durasi hubungan seksual tidak se-lama yang kita kira. Yakni hanya 7-13 menit saja.

Durasi ini keluar setelah banyak penelitian dilakukan tentang proses ejakulasi seorang laki-laki ketika berhubungan seks. Dan lewat penelitian tersebut ditemukan bahwa rata-rata laki-laki akan ejakulasi di rentang waktu tersebut.

Survei serupa juga pernah dilakukan oleh Eric W. Corty, PhD, seorang ahli di bidang humanities and social sciences. Lewat survei berjudul “Canadian and American Sex Therapists’ Perceptions of Normal and Abnormal Ejaculatory Latencies: How Long Should Intercourse Last?”, Corty mengungkap beberapa data yang ternyata tidak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya.

Di mana para terapis ini menyebut bahwa durasi 1-2 menit dianggap terlalu singkat. 3-7 menit dianggap cukup atau normal. Kemudian 7-13 menit dianggap sebagai durasi yang paling diinginkan atau ideal. Sedangkan 10-30 menit dianggap terlalu lama.

Tapi, meskipun durasi ini terkesan singkat, percayalah. Jika dikaitkan dengan aktivitas seksual, ini durasi yang sangat ideal. Karena ketika hubungan seksual dilakukan, masing-masing pasangan tidak bisa berhenti di tengah jalan. 

Terus bergerak hingga ejakulasi terjadi. Dan percayalah, setelah ejakulasi terjadi tubuh akan merasa puas tapi juga lelah. Itulah kenapa makanya, jumlah kalori yang terbakar saat berhubungan seks cukup tinggi. Bahkan setara dengan lari selama 30 menit.

Karena itu, ketika ingin berhubungan seks jangan langsung “hajar”. Tapi ikuti tahapan prosesnya satu demi satu dan dimulai dari foreplay.

Yes! Foreplay itu adalah tahapan yang amat sangat penting dalam berhubungan seks. Terutama untuk perempuan. Kenapa? Karena anatomi dan mental perempuan itu berbeda dengan laki-laki.

Kalau laki-laki, selama penisnya sudah tegang, mereka bisa langsung berhubungan seks. Sedangkan perempuan tidak begitu. Mereka butuh pemanasan dulu. Misalnya ciuman di bibir, kemudian pindah ke leher, dada, payudara (terutama puting), perut, hingga area vagina dan paha bagian dalam.

Ketika proses pemanasan dilakukan dengan tepat, maka perempuan secara otomatis akan “naik”. Barulah proses penetrasi bisa dilakukan.

Terlepas dari penjelasan ini, durasi hubungan seksual sebetulnya dikembalikan lagi ke masing-masing pasangan. Karena para ahli percaya kalau setiap orang dan pasangan punya ritmenya masing-masing. 

Kalau ternyata ada yang butuh durasi lebih lama, just do it. Kalau ternyata durasi yang biasa terjadi lebih cepat, tidak masalah. Selama kepuasan pasca berhubungan seks didapatkan oleh masing-masing pasangan. Kalau tidak, mungkin kamu dan pasangan perlu melakukan kiat-kiat khusus seperti memakai kostum tertentu hingga membangun suasana yang lebih intim.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/freepik)

Share