Intermittent Fasting: Kenapa Sangat Populer?

MOSTROOPS, apakah kamu adalah salah satu orang yang pernah melakukan intermittent fasting (selanjutnya disingkat IF)? Kalau iya, apakah benar bobot tubuhmu turun? Pola IF seperti apa yang kamu jalani?

Bicara soal IF, tahukah kamu kalau sebetulnya, pola makan ini bukanlah metode baru. Tetapi sudah ada bahkan ribuan tahun lalu, lho!

Melansir dari situs kesehatan bupa.co.uk, IF adalah istilah untuk sistem pola makan yang dibuat bergantian. Antara periode berpuasa (tidak makan atau sangat membatasi kalori) dan periode makan normal. IF, bukanlah sistem diet di mana pelakunya hanya makan satu jenis makanan tertentu.

Tapi yang diatur adalah waktu makannya. Contoh yang paling umumnya adalah 16:8 yakni berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam. Atau 5:2 yakni 5 hari makan normal dan 2 hari makan makanan rendah kalori. Selain dua ini ada juga alternate day fasting hingga fasting mimicking.

Mendengar penjelasan ini tentu kita berpikir. Sebetulnya sistem ini sudah dilakukan oleh banyak umat beragama di dunia. Karena puasa adalah salah satu jenis ibadah yang dilakukan oleh umat beragama. Misalnya Islam. Kita semua tahu bahwa setiap tahun umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan. 

Di mana puasa ini, mengharuskan umatnya untuk berpuasa selama kurang lebih 12 jam sehari selama satu bulan. Dan biasanya, kalau tubuh sudah melewati puasa beberapa hari, hawa nafsu terhadap makanan akan ikut menurun. Makan dilakukan hanya untuk mengisi energi, bukan untuk melampiaskan rasa lapar.

Lebih dari itu, konsep berpuasa tidak hanya menjadi bagian dari agama. Tapi juga budaya. Sebagai contoh, pernah ditemukan di sebuah catatan filsuf dan tenaga medis Yunani kuno yakni Hippocrates yang menyebut bahwa puasa adalah alat penyembuhan atau pembersihan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, metode puasa ini akhirnya mulai diadaptasi juga untuk hal-hal lain di luar agama dan kesehatan. Salah satunya adalah soal menurunkan berat badan atau diet. Meskipun diet juga bagian dari kesehatan, tetapi konteksnya di sini adalah banyak orang berpuasa karena ingin kurus.

Hingga akhirnya di abad ke-20 dan 21, puasa mulai dipelajari secara ilmiah. Mulai dari efek metabolik sederhana, sampai jalur seluler yang berkaitan dengan penyakit tertentu dan penuaan. 

SIAPA YANG MEMPOPULERKAN INTERMITTENT FASTING?

Ada beberapa nama yang kemudian dikenal sebagai pelopor dari konsep intermittent fasting. Mulai dari Martin Berkhan yang merupakan seorang ahli fitness, Dr. Michael Mosley sebagai jurnalis populer, Dr. Jason Fung sebagai dokter ahli ginjal dan masih banyak lagi.

Berkat publikasi yang dilakukan oleh orang-orang ini, maka IF langsung menanjak ke tangga popularitas. 

SEDERHANA DAN MUDAH DIPASARKAN

IF secara teori memang menjadi metode diet yang sederhana dan mudah dipasarkan. Karena modalnya cuma mengatur pola dan jam makan yang dibarengi dengan berpuasa. Sebuah konsep yang rasanya sudah menjadi rahasia umum.

Tidak perlu makanan khusus, setiap makanan tidak perlu ditimbang, tidak ada perhitungan ketat soal kalori, sehingga gampang untuk diadaptasi.

Share