Anal sex, adalah salah satu aktivitas seksual yang bagi sebagian orang, bisa menambah kepuasan saat berhubungan seks. Melansir dari situs Cleveland Clinic, scara teori anal sex adalah aktivitas seksual yang melibatkan stimulasi di area anus atau rektum.
Secara anatomi, anus memiliki banyak ujung saraf yang sangat sensitif terhadap sentuhan. Namun, dalam urusan seksual, perlu diketahui bahwa anus dirancang untuk fungsi ekskresi, bukan penetrasi. Karena itu, anus tidak memproduksi pelumas alami seperti vagina.
Artinya, anal sex bisa dirasa menyenangkan oleh sebagian orang. Tetapi, jika dilihat dari perspektif kesehatan, apakah anal sex aman untuk dilakukan?
Jawabannya adalah secara teori anal sex sebetulnya tidak berbahaya. Tetapi, risikonya lebih tinggi dibanding vaginal sex jika dilakukan tanpa persiapan dan proteksi.
Beberapa risiko seperti robekan mikro pada jaringan anus, iritasi atau perdarahan bila dilakukan tergesa-gesa, nyeri jika otot sfingter tidak rileks, hingga yang paling mengerikan adalah peningkatan risiko infeksi penularan seksual seperti HIV, gonore dan klamidia.
Tetapi, dengan praktik yang aman risikonya bisa dikurangi secara signifikan. Tetapi tidak bisa dihilangkan total.
KONSEP AMAN DALAM ANAL SEX
Keamanan dalam anal sex ditentukan bukan oleh aktivitasnya. Tetapi bagaimana anal sex itu dilakukan. Faktor kuncinya adalah:
Komunikasi
Karena ada risikonya, maka saat mau melakukan anal sex pastikan kalau kamu dan pasangan sama-sama setuju. Plus, keamanan pastikan harus terjaga. Caranya adalah dengan memakai kondom.
Relaksasi Otot
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa anus memiliki sfingter yang kuat. Sehingga perlu waktu untuk rileks. Cara merelaksasikannya adalah dengan menghirup dan membuang napas selama beberapa kali. Pastikan untuk melakukan hal ini tanpa tergesa-gesa.
Kedua adalah dengan memastikan posisi panggul dalam posisi tempat. Misalnya dengan berbaring miring, kemudian tekuk kedua lutut.
Pakai Pelumas Secara Berkala
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa area anus tidak punya sistem pelumas seperti vaginal. Karena itu penting untuk pakai pelumas sebelum melakukan anal sex. Dan jangan ragu untuk melumasi penis berulang kali supaya proses anal sex bisa berjalan dengan nyaman.
Tanpa hal-hal ini, jangan pernah sesekali melakukan anal sex dengan pasangan. Karena risiko yang akan kamu dapatkan, jauh lebih besar daripada sekadar kenikmatan yang mungkin hanya berlangsung sesaat. Plus, kalau saat melakukannya pasangan kamu merasa nyeri, setop!
Jangan paksakan hanya karena “tanggung”. Karena kalau sampai terjadi apa-apa pada anus pasanganmu, memang kamu mau bertanggung jawab?
(Kirana Putri, foto: freepik.com/freepik)
