Memilih gaya arsitektur untuk hunian, memang tidak boleh sembarangan. Karena gaya arsitek tidak hanya memperindah tamplian hunian, tetapi juga merepresentasikan orang yang tinggal di dalamnya.
Winston Churchill misalnya, pernah mengatakan bahwa cara kita mendesain rumah akan membentuk kebiasaan, mood dan cara berpikir penghuninya. Sama juga dengan Louis Kahn yang merupakan arsitek legendaris asal Amerika.
Kahn mengatakan, bahwa ruang yang dipikirkan dengan sadar energinya akan terasa berbeda jika dibanding dengan ruangan yang asal jadi. Artinya, desain arsitektur memang sepenting itu untuk dipertimbangkan.
Nah kalau kamu belakangan ini sedang berpikir untuk membeli atau merenovasi hunian, berikut ini ada beberapa arsitek ternama dunia yang karya atau gaya arsitekturnya, mungkin bisa jadi inspirasi.
Dan ingat! Jangan cuma pilih desain berdasarkan estetika ya. Tapi pastikan kalau desain atau gaya para arsitek ini, sesuai dengan kepribadian kamu.
LE CORBUSIER

(Foto: luminaire.com)
Arsitek pertama yang gayanya bisa kamu jadikan inspirasi adalah Le Corbusier. Le Corbusier adalah seorang arsitek, desainer dan pelukis asal Swiss-Prancis, yang bernama lengkap Charles-Édouard Jeanneret.
Le Corbusier adalah pionir dari gaya arsitektur modern yakni Brutalist and Raw Architecture. Ciri-cirinya adalah beton yang diekspos, bentuknya tegas dan geometris, serta fungsi di atas ornamen.
Gaya arsitektur ini, memberikan kesan kuat, jujur, industrial dan penuh statement. Sehingga cocok untuk diaplikasikan pada hunian untuk orang-orang yang karakternya kuat.

(Foto: britannica.com)
TADAO ANDO

(Foto: architecturaldigest.com)
Arsitek kedua yang gayanya bisa kamu jadikan inspirasi adalah Tadao Ando. Tadao Ando, adalah seorang arsitek asal Jepang yang dikenal sebagai arsitek otodidak. Artinya, Ando tidak pernah sekolah atau belajar arsitektur.
Tetapi, setiap karya yang ia ciptakan berhasil melahirkan tren dan terus diadaptasi oleh banyak arsitek di dunia. Salah satu gayanya yang paling terkenal adalah Zen Minimalism and Concrete Poetry.
Ciri-ciri dari bangunan dengan gaya ini adalah betonnya halus, cahaya alami adalah elemen utama dari bangunan, serta ruang hening yang cocok untuk tempat kontemplasi.
Ketika dijadikan desain hunian, maka rumah akan terasa tenang, spiritual dan membuat penghuni bisa merasakan slow living. Gaya arsitektur ini cocok untuk orang-orang yang suka dengan ketenangan, mindful living dan aesthetic restraint.

(Foto: archdaily.com)
