Hampir Tembus 11 Juta Penonton, Apa yang Bikin Film ‘Agak Laen: Menyala Pantiku’ Laris Manis?

agak laen 2

MOSTROOPS, apakah kalian termasuk salah satu Pasukan Bermargaya Agak Laen? Kalau iya, selamat! Karena kamu, menjadi satu dari jutaan orang yang menjadi saksi kesuksesan dari film kedua Agak Laen yakni Agak Laen: Menyala Pantiku.

Film Agak Laen: Menyala Pantiku berkisah tentang empat orang polisi bernama Bene, Jegel, Boris dan Oki, yang hampir dicopot dari jabatan karena dianggap tidak becus dalam meringkus penjahata.

Di tengah-tengah kekhawatiran ini, tiba-tiba atasan mereka yakni Komandan Ariyo memerintahkan mereka untuk menyamar di panti jompo, guna menyelidiki penjahat yang mereka cari karena diduga, orang tersebut menyamar menjadi anggota panti.

Film ini kemudian bercerita soal keseruan yang terjadi saat keempatnya masuk ke panti jompo. Ada yang menyamar jadi karyawan, namun ada juga yang menyamar jadi lansia.

Selain keempat punggawa Agak Laen yakni Indra Jegel, Oki Rengga, Benedion dan Boris Bokir, film ini juga dibintangi oleh Tika Panggabean, Ariyo Wahab, Surya Saputra, Jarwo Kuat, Chew Kin Wah, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Jajang C. Noer, hingga Agak Laen Angels yakni Tissa Biani.

Beberapa hari lalu, lewat akun Instagram resminya yakni @pilem.agak.laen, tercatat bahwa film yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini, sudah ditonton hingga 10.701.3455. Ya, hampir tembus angka 11 juta!

Hingga pencapaian ini, film Agak Laen: Menyala Pantiku resmi jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Di mana sebelumnya, posisi ini diraih oleh film animasi KKN Di Desa Penari yang berhasil meraih jumlah penonton hingga 10.061.033.

Lantas, apa sih yang membuat film Agak Laen: Menyala Pantiku bisa sekuat ini?

agak laen 2

KEKUATAN KOMUNITAS

Pertama. Agak Laen yang bermula dari program siniar, memang berhasil membentuk pangsa pasarnya sendiri. Pasukan Bermarga adalah nama yang mereka pilih untuk para pendengarnya. Setelah sukses di audio, Agak Laen juga merabah konten YouTube.

Lewat dua platform ini, Agak Laen berhasil punya komunitas yang tidak hanya kuat, tetapi juga royal dan loyal. Itulah kenapa makanya, ketika podcast ini merambah dunia film untuk pertama kalinya di tahun 2024, mereka berhasil mengumpulkan penonton sebanyak 9.127.602. 

Sangat tidak terduga bukan? Bahkan para punggawa Agak Laen pun tidak percaya kalau film pertama mereka berhasil meraih penonton sebanyak itu.

SISTEM PEMASARAN YANG UNIK

Kalau kamu memerhatikan, para punggawa Agak Laen punya cara unik dalam mempromosikan film kedua mereka ini. Selain berpromosi di berbagai media dan digital content, mereka juga menggerakkan Pasukan Bermarga untuk turut mempromosikan film tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh mereka di salah satu episode podcast. Di mana mereka, meminta para Pasukan Bermarga untuk menyebarkan informasi soal film Agak Laen: Menyala Pantiku dengan cara membisikkan kata-kata ke telinga orang-orang lain. Dan kata-katanya adalah:

“Agak Laen: Menyala Pantiku.”

Selain itu, “mulut racun” Indra Jegel juga menjadi faktor anomali yang ternyata, berhasil menggerakkan rasa penasaran publik hingga membuat mereka beramai-ramai pergi ke bioskop.

Belum lagi soal momen donasi untuk Pulau Sumatra yang dilakukan oleh Agak Laen di Car Free Day Jakarta beberapa waktu lalu. Di mana mereka, berjalan mengelilingi Bundaran Hotel Indonesia sambil memakai kostum hantu sambil membawa papan QRIS agar orang bisa memindai dan melakukan donasi di tempat.

Memakai kostum hantu tentu adalah hal yang unik karena mengingatkan kita pada film Agak Laen pertama. Donasi sekaligus promosi tidak ada salahnya kan? It takes two to tango!

KEKUATAN CERITA, SUTRADARA DAN PRODUSER

Film Agak Laen: Menyala Pantiku disutradarai oleh orang yang sama seperti film Agak Laen pertama. Ia adalah Muhadkly Acho yang juga seorang stand up comedian. Sedangkan di kursi produser, juga masih diduduki oleh orang yang sama. Mereka adalah Ernest Prakasa dan Dipa Andika. 

Sementara itu, cerita yang disuguhkan juga sangat unik. Di mana film ini bergenre comedy, action and crime, dengan latar panti jompo sebagai tempatnya. Keunikan inilah yang membuat penonton merasa film Agak Laen: Menyala Pantiku segar secara ide.

Apalagi belakangan ini, dunia kreativitas film Indonesia sedang loyo. Terbukti dengan film-film yang tayang, hampir semua memiliki genre yang sama. Kalau tidak isu perselingkuhan, horor, atau horor berbalut agama. 

Itulah kenapa makanya ketika Agak Laen: Menyala Pantiku muncul, jadi seperti oase di tengah gurun. Di saat orang muak dengan cerita film yang itu-itu terus, Agak Laen: Menyala Pantiku muncul seakan jadi penyelamat.

Terlebih, film ini tayang di akhir bulan November lalu. Melalui sebuah pesan, Oki Rengga berkata:

“Mari kita tutup tahun 2025 dengan tawa.”

Kalimat ini terasa sangat pas karena tahun 2025 menjadi tahun yang berat bagi hampir semua orang. Sehingga kalimat ini terasa menyentuh, hingga berhasil mendorong orang untuk menghibur dirinya sendiri atas kedukaan yang dirasakan masing-masing.

Selain tiga poin di atas, tayang di momen akhir tahun juga memberikan keuntungan bagi film ini. Karena bertepatan dengan momen libur, orang jadi punya waktu luang untuk pergi menonton film ke bioskop. Sehingga tidak heran jika film ini, begitu laris manis di pasaran.

(Kirana Putri, foto: dokumentasi imajinari)

Share