Angka Bunuh Diri Tinggi, Kim Dong Hwan SHINHWA Kritik Tataan Sosial Korea Selatan

Seiring dengan tingginya tekanan hidup, angka kematian akibat bunuh diri di Korea Selatan pun semakin lama semakin naik. Melansir dari koreatimes.co.kr, pada tahun 2024 tercatat jumlah kematian akibat bunuh diri ada sekitar 358.569 kasus.

Angka ini disebut naik sekitar 1,7 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini bahkan masuk ke dalam daftar kasus tertinggi di Korea Selatan dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.

Terkait dengan hal tersebut, salah satu artis senior di industri K-Pop yakni Kim Dong Wan dari grup SHINHWA, mengungkapkan keresahannya terkait hal ini di akun Threads pribadinya. Dong Hwan mengatakan, bahwa tingginya kasus bunuh diri di Korea Selatan membuatnya sangat prihatin.

Ia kemudian mendesak masyarakat Korea Selatan untuk lebih fokus dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak, khususnya remaja yang sedang menuju dewasa atau dewasa muda. Supaya, presentase orang yang mengalami depresi bisa menurun. Jika angka ini menurun, maka tingkat bunuh diri pun bisa berkurang. 

“Daripada mengkhawatirkan angka kelahiran yang terus menurun dan tidak bisa diperbaiki juga dalam waktu dekat, aku berharap orang-orang lebih dulu fokus pada angka bunuh diri pada anak-anak dan remaja. Orangtua perlu diawasi dan diintervensi. Terutama bagi mereka yang gagal menjadi orangtua,” tulisnya.

Lebih lanjut Dong Hwan mengatakan, daripada terus menekan masyarakat untuk punya banyak anak, lebih baik fokus dulu mengurus anak-anak yang sudah lahir agar dapat tempat yang nyaman dan aman di tengah-tengah masyarakat.

“Jujur ini terlintas di dalam pikiranku ketika menyaksikan film Jepang berjudul ‘52-Hertz Whales’. Orang-orang (warga Korea Selatan) banyak yang mengatakan kalau mereka tidak suka Jepang. Tapi tanpa sadar, setiap tahun kita terus berjalan di jalan yang sama dengan mereka.”

Film 52-Hertz Whales sendiri berkisah tentang seorang perempuan bernama Kiko, yang memutuskan untuk pindah dari kota besar ke kota kecil. Saat sampai di kota tersebut, Kiko berpapasan dengan seorang anak laki-laki yang merupakan korban kekerasan dari ibunya. 

Saat melihat anak tersebut, Kiko seperti bercermin. Ia seperti melihat dirinya di dalam tubuh anak itu. Ia merasa mereka berdua seperti 52-hertz whale, yakni seekor paus yang hidup sendiri (tanpa kelompok). Paus ini adalah jenis penyendiri di mana ia hanya bisa berkomunikasi dengan frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh paus lain.

Dong Wan memberikan Jepang sebagai contoh karena Negeri Sakura ini, dikenal sebagai salah satu negara di dunia dengan angka bunuh diri masyarakatnya yang juga tinggi.

(Kirana Putri, foto: kpop.asiachan.com)

Share