Medium air memang sering disebut sebagai salah satu pembawa rezeki dalam budaya Cina. Itulah kenapa makanya, sangat lumrah di kalangan masyarakat kita untuk menghadirkan medium air seperti kolam ikan atau kolam renang di rumah, karena alasan supaya rezeki si pemilik rumah berjalan lancar.
Tapi tahukah kamu kalau ternyata feng shui itu bukan cuma soal medium air?
Melansir dari situs National Library of Medicine, feng shui dalam bahasa Mandarin artinya adalah angin dan air. Konsep utama dari feng shui adalah Qi yang artinya adalah energi hidup. Artinya, dalam konteks air yang dimaksud adalah air yang mengalir, bukan statis.
Feng shui klasik menekankan bahwa aliran air yang lancar, dilambangkan dengan air yang bergerak, penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan energi ruang. Qi yang aktif dan sehat artinya harus mengalir. Sementara air yang stagnan sering dikaitkan dengan stagnasi energi.
Karena konsepnya adalah mengalir, maka maksud dari medium air pembawa rezeki dalam konteks feng shui bukan berbentuk kolam. Melainkan air yang mengalir secara alami seperti sungai misalnya.
Sebaliknya, air kolam memang terkesan menyegarkan. Apalagi suara gemericik air sering kali membuat otak kita fresh. Tapi kolam di rumah ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan pemilik rumah.
Sebuah penelitian ilmiah dari studi lingkungan hunian menyatakan bahwa ventilasi yang buruk, kelembapan yang tinggi, serta udara stagnan bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan (ISPA) bagi pemilik rumah.
Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa pencemaran dan sirkulasi udara yang buruk di dalam rumah bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kelembapan yang timbul akibat air kolam.
Air stagnan di rumah bisa meningkatkan kelembapan di rumah. Jika kelembapan udara di rumah meningkat, maka kualitas udara juga ikut memburuk. Apalagi, kelembaban juga memicu peluang bagi mikroorganisme berkembang biak.
Semakin banyak mikroorganisme tumbuh di rumah, maka dampaknya terhadap kesehatan akan sangat berbahaya.
Jadi, kita tidak boleh punya kolam di rumah?
Secara harfiah memang sebaiknya dihindari. Tapi kalau pun kamu mau mempertahankan kolam di rumah, pastikan untuk rutin membersihkan dan mengganti airnya. Karena air di kolam secara praktis hanya berputar, tidak berganti.
Potensi munculnya mikroorganisme akan lebih tinggi. Karena itu, kalau mau mempertahankan kolam di rumah, harus rajin-rajin mengganti airnya, ya!
(Kirana Putri, foto: freepik.com/aopsan)
