Bendera Boleh Mirip, Tapi Kesenjangan Sosial Indonesia dan Monaco Terlalu Jauh!

“Indonesia adalah bangsa yang besar!” begitu katanya. Secara teori mungkin benar. Tapi secara pertumbuhan, apa iya?

Di tengah situasi yang carut-marut, khususnya pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, rasanya wajar jika banyak dari kita yang akhirnya membandingkan kehidupan masyarakat di Indonesia dengan kehidupan di negara lain.

Salah satu yang menarik adalah Monaco. Mungkin tidak apple-to-apple untuk membandingkan Indonesia dengan Monaco. Tetapi basic ideas-nya jadi menarik karena Monaco punya bendera yang warnanya mirip dengan bendera negara kita.

Namun, sebelum membahas kesenjangan sosial yang nyata antara Indonesia dan Monaco, sebaiknya kita bahas dulu satu per satu tentang perbedaan secara umum.

SKALA NEGARA: RAKSASA VS MIKROTASTE

Perbedaan secara umum antara Indonesia dan Monaco yang pertama adalah skala negaranya. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau. Luas wilayah Indonesia jika ditotal kurang lebih mencapai 1,9 juta kilometer persegi.

Sementara Monaco luasnya hanya sekitar 2 kilometer persegi. Bahkan, negara ini disebut lebih kecil dari banyak taman di kota-kota besar.

POPULASI DAN KEPADATAN PENDUDUK

Perbedaan secara umum antara Indonesia dan Monaco yang kedua adalah soal populasi dan kepadatan penduduknya. Indonesia dihuni oleh sekitar 280 juta penduduk. Artinya, per kilometer persegi kurang lebih ada 150 orang.

Sedangkan di Monaco, jumlah penduduknya hanya 39 ribu. Tetapi menariknya, Monaco masuk ke dalam daftar salah satu negara paling padat di dunia. Karena wilayah negaranya kecil, maka per kilometer persegi ada sekitar 19 ribu orang. 

Artinya, Monaco terasa seperti kota vertikal superpadat, penuh apartemen mewah yang menghadap Laut Mediterania.

KEKAYAAN NEGARA

Perbedaan secara umum antara Indonesia dan Monaco yang ketiga adalah jumlah kekayaan negaranya. Monaco sering disebut sebagai arena bermain para jetsetter. Artinya, 1 dari 3 penduduk di Monaco adalah seorang jutawan.

Sementara Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Tetapi masih ada kesenjangan ekonomi yang cukup besar antara kota besar dan daerah.

(BACA JUGA: CN Traveler Merilis 10 Kota Terindah di Asia, Indonesia Mana?)

(Foto: freepik.com/frimufilms)

NATURE VS URBAN LUXURY

Perbedaan secara umum antara Indonesia dan Monaco yang keempat adalah soal aset negaranya. Indonesia dipenuhi oleh hutan tropis, gunung berapi aktif, pantai dan ekosistem laut yang luar biasa kaya. Alam Indonesia bisa dibilang adalah aset utama dari negara ini.

Sedangkan Monaco, asetnya adalah urban luxury. Seperti gedung, fasilitas hiburan kelas atas, hingga marina. Bahkan sebagian wilayah Monaco dibangun dari reklamasi laut karena jumlah wilayah yang sangat terbatas.

ATRAKSI PARIWISATA

Perbedaan secara umum antara Indonesia dan Monaco yang kelima adalah pada sektor pariwisatanya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aset utama Indonesia adalah alamnya. Maka, jika bicara soal pariwisata, keindahan alam adalah hal utama yang bisa kita jual.

Sedangkan Monaco, fokus pada infrastruktur. Hal ini jugalah yang kemudian menjadi daya tarik pariwisata di negara mereka. Seperti distrik di Monte Carlo, kasino, hingga acara tahunan Monaco Grand Prix.

PERBEDAAN SECARA SOSIAL

Setelah membahas perbedaan secara umum, kini saatnya kita membahas perbedaan yang paling terasa secara sosial.

Tidak Ada Pajak Penghasilan

Pertama, di Monaco tidak ada pajak penghasilan maupun pajak tahunan. Artinya, setiap gaji yang diterima oleh setiap warga negara masuk ke rekening secara utuh. Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang super kaya memilih pindah ke Monaco.

Selain karena wilayahnya yang kecil, tapi cara Monaco mendapatkan pendapatan adalah lewat investasi bisnis yang dilakukan oleh oran-orang kaya ini. Karena nilai investasinya besar, jadi mereka tidak perlu lagi mencari nafkah dari pajak pendapatan rakyatnya.

Salah Satu Negara Paling Aman di Dunia

Kedua, Monaco sering disebut sebagai salah satu tempat paling aman di dunia. Selain karena jumlah polisi dan penduduk kurang lebih sama, tapi hampir di semua titik dipantau oleh CCTV.

Selain itu, karena negara ini dihuni oleh orang-orang kaya, maka kesenjangan sosialnya hampir tidak ada. Sehingga setiap penduduk tidak ada rasa iri terhadap harta kekayaan orang lain. Karena itulah tingkat kriminalitas di negara ini sangat rendah.

Negara dengan Harapan Hidup Tertinggi

Ketiga, Monaco termasuk negara dengan life expectancy tertinggi di dunia. Yakni sekitar 85-87 tahun. Faktor penyebabnya adalah standar hidup yang sangat tinggi, akses kesehatan yang bagus, lingkungan relatif bersih, serta tingkat stres masyarakatnya yang rendah.

Kontras sekali dengan banyak negara berkembang seperti Indonesia, yang rata-rata harapan hidupnya ada di angka 70 tahun.

(Annisa Larasati, foto: freepik.com/nikitabuida)

Share