Bentuk Fisiknya Dikritik Dokter Estetika, Troye Sivan Angkat Bicara

Menjadi seorang selebriti memang sulit rasanya menghindar dari kritik. Entah kritik karena karya yang mereka rilis, maupun kritik yang sifatnya sangat pribadi. Tidak terkecuali soal fisik. Terlalu kurus dikritik. Tapi gemuk juga dikritik. Punya wajah hasil operasi dikritik. Tetapi tampil natural dan apa adanya juga dikritik.

Hal inilah yang baru-baru ini dialami oleh penyanyi sekaligus aktor asal Australia, Troye Sivan. Sivan, mengunggah sebuah tulisan di laman Substack miliknya, di mana ia menanggapi kritik tentang bentuk fisiknya yang dilontarkan oleh seorang dokter estetika bernama dokter Zayn di Instagram dan TikTok pribadi sang dokter.

Dokter Zayn memakai materi foto saat Sivan berjalan di karpet merah, kala menghadiri acara NGV Gala di Melbourne, Australia, beberapa waktu lalu. Lewat video yang diunggah, dokter Zayn mengatakan bahwa Sivan terlihat seperti experiencing twink death. Twink adalah istilah untuk seorang gay man atau biseksual yang bertubuh kurus dan berpenampilan seperti anak muda.

Artinya, dokter Zay mengatakan bahwa Sivan adalah gay man bertubuh kurus dan berpenampilan seperti anak muda, tetapi terlihat seperti sedang mengalami kematian.

Menanggapi hal tersebut, Sivan menuliskan tanggapannya dengan panjang lebar di Substack. Berikut adalah tanggapannya:

“Saya sudah berusia 30 tahun. Dan selama itu juga saya telah bertahan setiap mendengar omongan-omongan orang tentang bentuk tubuh saya. Dan saya yakin apa yang saya alami ini juga dialami oleh banyak orang. Sepanjang sejarah hidup saya, saya memang selalu punya tubuh yang kurus. Tapi asal kalian tahu, saya tidak sekurus itu lagi,” katanya.

Sivan juga mengatakan bahwa di sepanjang hidupnya, ia juga dikenal sebagai sosok laki-laki yang feminin. Tetapi sekarang, ia sudah tidak sefeminin itu lagi. Lebih lanjut Sivan mengatakan bahwa di sepanjang hidupnya, selalu ada dua sisi tekanan yang ia dapat jika bicara penampilan.

Pertama adalah soal bentuk tubuhnya. Sivan berkata, bahwa saat masih muda ia tumbuh dan aktif di situs Tumblr pada tahun 2012. Pada masa itu, Sivan menyadari tentang cara menerima bentuk tubuh. Kurus, gemuk, hitam, putih, tinggi, pendek, semua adalah hal yang normal.

“Saya sangat menerima tubuh saya dan percaya bahwa semua tubuh itu indah. Saya sangat bersyukur atas bentuk tubuh saya. Dan proses penerimaan ini ternyata membuat saya mampu untuk melakukan banyak hal. Termasuk bebas dari rasa sakit dan penyakit. Saya juga menyadari bahwa ternyata menua itu keran,” tuturnya.

Sivan juga mengutip sebuah anekdot dari orang penting di dunia mode. Orang itu mengatakan “stay ugly”, yang artinya adalah jangan mengubah apapun di wajahmu. Dan menurutnya hal itu sangat keren. Tetapi, ketika melihat orang memiliki bentuk hidung yang sama, tanpa kerutan, tanpa garis senyum dan filler yang menyebar hingga ke  leher, mereka terlihat sangat bahagia dan tetap anggun.

Karena telah menyinggung soal plastic surgery, Sivan mulai membahas tekanan yang kedua. Yakni tentang peningkatan kecantikan di wajah termasuk plastic surgery.

Dokter Zayn sendiri melalui video yang diunggah di Instagram dan TikTok, mengatakan bahwa ia merekomendasikan beberapa prosedur kecantikan termasuk skin booster dan dermal filler, agar penampilan muda seorang Sivan kembali.

“Apa gunanya uang dan pengobatan modern jika tidak digunakan untuk memperbaiki semua kekurangan yang dikatakan oleh bedah plastik gila dan tidak waras ini kepada saya dalam sebuah video di Instagram?” tulisnya.

Artinya, Sivan tahu persis apa yang tubuhnya butuhkan. Termasuk prosedur operasi plastik. Dan atas kesadaran ini, Sivan mengatakan bahwa sejak 1 Desember 2025 lalu, ia mulai pergi ke gym dan makan lebih banyak. Ia juga secara konsisten menghitung setiap kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. 

Meskipun tubuhnya masih terlihat ramping, tetapi kini lebih berotot, berbentuk dan kencang. Padahal, ia baru menjalani rutinitas baru ini selama enam minggu. Tetapi setiap ia memegang dadanya, ia merasa tubuhnya seperti tubuh orang lain. Ia merasa lebih banyak mendapatkan energi dan ketegangan yang sering muncul di area lehernya juga berkurang.

“Saya merasa bangga pada diri saya.”

Selanjutnya Sivan berkata, ia juga mempertimbangkan untuk melakukan prosedur kecantikan. Salah satunya adalah transfer lemak ke bawah matanya. Tetapi ia mendengar bahwa filler di bawah mata sangat berbahaya dan tidak disarankan. Biaya konsultasinya pun mahal yakni hingga USD 3 ribu atau sekitar IDR 50 juta.

“Saya tahu karena saya sudah melakukannya via telepon. Dan untuk melakukan prosedur ini, saya harus dibius total, mereka akan mengambil lemak dari kaki atau perut saya dan kemudian menyuntikkannya ke wajah saya. Saya juga pernah mendengar bahwa saya berada di waktu yang ideal untuk baby botox. Dan saya sedang berpikir, bagaimana hasilnya pada pria?”

Ia kemudian merunut pada foto karpet merah yang digunakan oleh dokter Zayn untuk mengritik penampilannya.

“Asal kalian tahu. Saya tidak pernah suka ketika melihat foto saya di karpet merah. Termasuk saat saya muncul di karpet merah NGV Gala. Dan saya tidak menyangka bahwa foto tersebut digunakan oleh seorang dokter yang memberikan beberapa saran terkait medis yang sejujurnya tidak saya butuhkan. Tapi gara-gara video ini, saya jadi banyak berpikir tentang tekanan kedua yang tadi saya jelaskan.”

“Jujur saja saya juga tidak mau terlihat kaku seperti itu. Tetapi saya menyadari bahwa kerutan di bawah mataku mulai terlihat bahkan saat saya tidak mengerutkan kening. Ya, saya selalu mengerutkan kening karena mataku berwarna biru muda. Sehingga sangat sensitif terhadap sinar Matahari. Jadi saya tidak bisa menghindarinya.”

Pelantun lagu “Strawberry & Cigarettes” ini mengakhiri unggahannya dengan menjelaskan bahwa saat ini kita sema sedang melawan keserakahan korporasi yang tidak pernah puas dan keinginan untuk menghancurkan spesies, dengan akses teknologi ke cuci otak yang adiktif. Jadi, ia meminta kepada siapapun untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Sebagai penutup, Sivan menyebutkan kalau dokter Zayn sudah menyampaikan permohon maafnya secara langsung. Dan dokter tersebut juga menghapus video kritik terhadap Sivan yang diunggah di Instagram.

“Judul unggahan ini sebelumnya adalah ‘Fxxk This Guy!’, tetapi setelah permintaan maaf darinya, aku mengubahnya menjadi ‘feeling a bit uggo (ugly)’. Dan melalui tulisan ini saya juga ingin mengatakan bahwa saya tidak dendam. Terima kasih banyak atas dukungannya.”

Intinya, lewat tulisan ini Sivan hanya ingin mengatakan bahwa ia tahu apa yang tubuhnya butuhkan. Ia tahu persis apa yang harus ia lakukan untuk memperbaikinya. Tetapi, mengomentari tubuh orang lain hanya karena kepentingan satu dan dua hal, rasanya tidak tepat.

Karena mau bagaimanapun, tubuh semua orang, apapun bentuknya adalah indah. Selama hal itu tidak menganggu mereka sebagai pemilik tubuh, kenapa orang lain harus ikut campur dan merusak kenyamanan mereka?

Plus, bagi Sivan menjadi tua itu adalah hal yang normal. Jadi buat apa untuk terus terlihat muda sementara menjadi tua itu adalah hal yang keren?

(Annisa Larasati, foto: gq-magazine.co.uk)

Share