Memasuki tahun 2026, beberapa dari kamu mungkin ada yang rindu untuk punya pasangan. Melihat teman bahagia dengan pasangannya masing-masing, mungkin membuat kamu terdorong untuk punya pasangan juga.
Tetapi seiring dengan proses pendewasaan seseorang, rasanya sudah tidak punya energi baru untuk membangun atau masuk ke dalam lingkungan baru.
Mau coba pakai aplikasi kencan, tapi kok rasanya kurang fit in. Gabung sama komunitas padel? Hmm… kayaknya kurang pas juga.
Bagaimana kalau lari? Kalau kamu tipikal orang yang solitaire alias lebih suka sendiri, sepertinya mencari jodoh dengan cara ini sangat pas buat kamu. Inilah saatnya untuk jadi pelari kalcer!
Belakangan ini jargon culture runner atau bahasa tongkrongannya adalah pelari kalcer, memang sedang naik daun di media sosial. Jargon ini dibuat untuk disematkan pada orang-orang yang mendadak suka lari karena gaya hidup. Bukan karena mau lari saja.
Jadi ketika berlari, mereka tidak hanya fokus pada postur tubuh dan olah napas, tetapi juga fokus pada angka di aplikasi Strava sampai outfit. Mulai dari pakai sepatu apa, baju apa, aksesoris apa dan lain sebagainya.
Nah karena konteks ini, konon, ada banyak orang berjodoh karena sama-sama menjalani olahraga ini. Apalagi, mindset pelari kalcer memang mengarah ke komunitas sosial tertentu. Di mana komunitas sosial ini, bisa ditebak siapa saja isinya.
Artinya, kalau kamu mencari jodoh di komunitas pelari kalcer ini, kamu tidak perlu tebak-tebak buah manggis tentang seperti apa sosok-sosok yang ada di komunitas ini. Karena semuanya, bisa kamu tracking dengan mudah via media sosial.
Melansir dari nypost.com, para ahli menilai minat terhadap olahraga dan aktivitas fisik alias olahraga, kini menjadi modal sosial baru terutama untuk anak muda. Mulai dari untuk membangun koneksi sampai mencari jodoh.
Beberapa orang yang berhasil menemukan jodoh karena olahraga menyebut, bahwa first date dengan melakukan olahraga bersama, terasa lebih natural. Karena mereka lebih bisa tampil adanya dan santai dalam membangun kedekatan dengan lawan jenis.
(Kirana Putri, foto: unsplash.com/gabin vallet)
