KENAPA FILM INI LEGENDARIS?
Film Breakfast at Tiffany’s masuk ke dalam jajaran film legendaris bukan karena satu faktor saja. Tetapi karena gabungan sempurna antara cerita, visual, waktu rilis dan sosok ikonik di dalamnya. Siapa lagi kalau bukan Audrey Hepburn.
Ketika film ini dirilis pada tahun 1961, di Amerika Serikat sedang ada transisi budaya. Pada masa itu, perempuan mulai menuntut kebebasan yang lebih besar; kota-kota besar menjadi simbol peluang, dan gaya hidup modern mulai berkembang.
Holly Golightly adalah simbol yang merepresentasikan semangat itu. Mulai dari independen, tidak mau dikotak-kotakkan dan berani hidup di luar norma. Film ini juga memperkenalkan sosok perempuan yang tidak sepenuhnya ideal menurut standar lama.
Holly bukan tipe perempuan yang patuh, tenang dan stabil. Ia impulsif, rapuh, kadang egois, tapi sangat manusiawi. Karakter ini terasa sangat segar pada masa itu. Di sisi lain, visual dari film ini sangat kuat.
Mulai dari apartemen kecil Holly, pesta-pesta di malam hari, sampai jalanan New York yang romantis, semuanya membangun atmosfer urban yang kemudian menjadi blueprint untuk banyak film romantis setelahnya.
Soundtrack dari film ini, yakni “Moon River”, bahkan disebut sebagai soundtrack paling ikonik sepanjang masa. Musik ini berhasil memperkuat nuansa melankolis dan nostalgia yang membuat filmnya terus diingat lintas generasi.

(Foto: imdb.com)
KEBANGKITAN AUDREY HEPBURN DI FILM TERBARU
Sampai berita ini dirilis, belum ada judul pasti dari film ini sekaligus siapa sutradara yang akan menyutradarai film ini. Tetapi yang pasti, naskah film ini ditulis oleh Alena Smith. Sosok yang juga menciptakan serial Dickinson di Apple TV+.
Sementara rumah produksi yang akan mengeksekusi film ini adalah Case Study Films yang juga rumah produksi milik Collins, yang bekerja sama dengan Imagine Entertainment bersama produser Scott LaStaiti.
(Kirana Putri, foto: instyle.com)
