Selamat merayakan Imlek untuk kamu semua yang merayakannya hari ini!
Jadi, apa saja rencana kamu hari ini? Apakah berkunjung ke rumah saudara? Atau justru kamu yang jadi tuan rumahnya? Kalau iya, makanan apa saja yang kamu sajikan di atas meja? Apakah jiaozi, mi umur panjang, niangao, fa gao, sampai jeruk mandarin juga kamu sediakan?
Buat kamu yang tidak merayakan Imlek, MOSTEAM ingin menjelaskan sedikit tentang makanan-makanan khas Imlek. Bahwa ternyata, makanan-makanan ini disajikan bukan cuma karena lezat. Tetapi karena ada makna dan doa di dalamnya.
JIAOZI

(Foto: freepik.com/freepik)
Jiaozi adalah dumplings klasik berbentuk mirip gold inglots atau batangan emas kuno. Karena bentuknya seperti batangan emas kuno, jiaozi menjadi salah satu kudapan yang wajib ada di atas meja. Makanan ini melambangkan harta dan kekayaan atau rezeki.
Biasanya, menjelang Imlek para anggota keluarga saling bekerja sama untuk membuat jiaozi bersama-sama. Hal ini sengaja mereka lakukan untuk memperkuat rasa kebersamaan di antara keluarga.
IKAN UTUH KUKUS

(Foto: latimes.com)
Ikan utuh kukus atau steamed whole fish, merupakan salah satu hidangan yang sangat penting untuk tersaji di atas meja saat Imlek. Kenapa? Karena dalam bahasa Mandarin, kata fish pronunciation-nya mirip dengan yú, yang artinya adalah surplus atau kelimpahan. Sehingga menu ini melambangkan harapan akan kelimpahan di sepanjang tahun.
MI UMUR PANJANG

(Foto: asianinspirations.com.au)
Menu selanjutnya yang juga wajib ada di atas meja saat Imlek adalah mi umur panjang. Seperti namanya, menu ini ada di meja saat Imlek agar semua orang yang memakannya akan memiliki usia yang panjang dan diberkati dengan kesehatan.
Mi umur panjang sendiri sebetulnya adalah mi biasa yang tidak dipotong dan wajib dimakan panjang-panjang (tidak boleh diputus atau digigit di tengah makan). Tradisi ini lahir karena mi umur panjang menyerupai jalur panjang kehidupan.
Konon, semakin panjang mi yang disantap, maka semakin panjang umur yang diharapkan oleh orang yang mengonsumsinya.
NIAN GAO

(Foto: nyonyacooking.com)
Makanan berikutnya yang juga wajib ada di atas meja makan saat Imlek adalah nian gao. Nian gao atau yang biasa kita kenal dengan kue keranjang, adalah sticky rice cake yang secara literal artinya adalah kue tahun.
Secara fonetik dalam bahasa Mandarin, niangao terdengar mirip dengan kalimat yang artinya menjadi lebih tinggi setiap tahun.
Maka, makanan ini dianggap akan membawa kemajuan dalam banyak hal. Mulai dari karier sampai kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
BAO BAO FAN

(Foto: redhousespice.com)
Menu selanjutnya adalah bao bao fan. Bao bao fan adalah makanan manis dari ketan dengan delapan bahan utama yang masing-masing punya arti simbolis. Angka delapan sendiri dipercaya berkaitan dengan kemakmuran dan keberuntungan besar.
FA GAO

(Foto: saveur.com)
Fa gao adalah kue kukus tradisional yang sering muncul di perayaan Imlek karena bentuknya yang mekar di bagian atas. Makna kuncinya adalah semoga rezeki dan kemakmuran semua orang akan mekar atau meningkat di tahun yang baru.
AYAM PANGGANG UTUH

(Foto: fairprice.com.sg)
Makanan berikutnya yang juga harus ada di atas meja makan saat Imlek adalah ayam utuh atau whole roasted chicken. Seperti namanya, ayam ini disajikan secara utuh alias tidak dipotong-potong. Menu ini menggambarkan kesatuan di dalam keluarga, kebersamaan dan utuhnya kehidupan keluarga.
BUAH CITRUS

(Foto: freepik.com/jcomp)
Makanan terakhir yang juga jadi ciri khas Imlek adalah buah citrus. Sekilas info, citrus itu bukan jeruk, ya. Meskipun bentuknya mirip dan masih satu keluarga. Buah citrus bentuknya bulat sempurna dan warnanya adalah emas cerah.
Warna ini sering dikaitkan dengan kemakmuran, rezeki dan keberuntungan. Sementara bentuk bulat melambangkan kesempurnaan serta kebersamaan di dalam keluarga.
(Annisa Putri, foto: freepik.com/freepik)
