Cara Memilih Lampu untuk Kamar Tidur

Selain cat tembok, memilih lampu yang tepat untuk kamar tidur juga tidak kalah penting. Karena cahaya yang dihasilkan oleh lampu akan sangat menentukan cara kerja otak dan sangat berpengaruh pada kualitas tidur seseorang di malam hari.

Tubuh kita punya circadian rhythm, alias jam biologis. Cahaya adalah bahasa yang paling kuat untuk memberi tahu otak tentang waktu siang atau malam. Termasuk waktu tidur. 

Sehingga jika lampu yang kamu pilih terlalu terang, maka otak bisa menangkap bahwa jam masih siang. Akibatnya, produksi melatonin jadi terganggu dan ujung-ujungnya jadi susah tidur. Kalau pun tidur jadi tidak deep sleep dan ketika bangun tubuh jadi tidak segar.

Karena itu, ketahuilah cara memilih lampu untuk kamar tidur sekaligus warna yang tepat. Jangan sampai kamu salah memilih warna lampu sehingga kualitas tidurmu jadi terganggu.

WARM IS THE NEW LUXURY

Cara memilih lampu untuk kamar tidur yang pertama adalah pastikan untuk menghindari warna putih terang. Mulai dari cool white atau daylight. Pilihlah warna lampu yang warm (2700K-3000K).

Kenapa? Karena warm light lebih mirip dengan cahaya Matahari sore. Sehingga memberi sinyal ke otak untuk mulai melambat. 

JANGAN ANDALKAN SATU SUMBER

Cara memilih lampu untuk kamar tidur yang kedua adalah pastikan kalau jumlah lampu di kamar tidurmu lebih dari satu. Karena satu lampu utama di ceiling bisa terlalu agresif secara visual.

Sebaiknya kombinasikan lampu utama di ceiling (tentu yang warnanya warm) dengan bedside lamp atau indirect light. Seperti hidden LED atau wall light. Kombinasi ini memberikan efek psikologis yang baik.

Ketika cahaya menyebar akan muncul rasa aman dan tenang. Sehingga otak tidak overstimulating.

(BACA JUGA: Kesulitan Tidur di Malam Hari? Mungkin Ini Saatnya untuk Dekorasi Ulang Kamarmu!)

PILIH YANG SEDIKIT REDUP

Cara memilih lampu untuk kamar tidur yang ketiga adalah pastikan lampu terlihat sedikit redup. Karena cahaya terang secara otomatis akan membuat otak aktif. Sementara cahaya redup, akan menjadi transisi ke mode istirahat.

Saat malam hari, idealnya low to moderate brightness. Dan kalau bisa, gunakan dimmable lamp juga agar semakin ideal.

HINDARI BLUE LIGHT TRAP

Cara memilih lampu untuk kamar tidur yang keempat adalah hindari blue light trap. Sumber blue light bukan cuma dari smartphone, televisi, atau komputer, tapi juga lampu yang putih terang.

Kombinasi gawai dengan lampu putih terang adalah double kill yang membuat seseorang susah tidur.

Intinya, lampu yang tepat untuk kamar tidur bisa membuat tubuh merasa aman, pikiran juga akan lebih tenang, transisi dari produktivitas ke waktu istirahat juga lebih smooth. Sedangkan kalau kamu memilih lampu yang salah, bisa membuat kamu overthinking, restless dan tidur yang tidak nyenyak.

(Annisa Putri, foto: freepik.com/lifeforstock)

Share