Kurang lebih dua minggu lagi kita akan menyambut Hari Raya Idulfitri. Karena itu, ini adalah momen yang tepat untuk mulai memperbaiki diri agar bisa tampil baik saat Lebaran. Salah satunya adalah soal kondisi wajah.
Pada umumnya, jika kita bicara soal masalah kulit, maka komedo dan jerawat adalah dua hal yang paling sering dibicarakan. Padahal, ada satu lagi permasalahan kulit yang mungkin terdengarnya sepele, tapi sebetulnya sangat mengganggu. Yakni bruntusan.
APA ITU BRUNTUSAN?
Melansir dari Cleveland Clinic, bruntusan dalam istilah dermatologi biasanya merujuk pada small bumps atau tekstur kasar pada kulit yang sering kali merupakan bentuk komedo tertutup atau pori-pori yang tersumbat.
Komedo tertutup terbentuk ketika minyak, sel kulit mati dan kotoran terperangkap di dalam pori-pori, sehingga muncul sebagai bintik kecil yang terasa kasar di permukaan kulit.
Menurut situs American Academy of Dermatology, komedo tertutup merupakan salah satu bentuk acne lesions yang umum muncul di area wajah yang memproduksi banyak minyak, termasuk jidat atau dahi.
KENAPA BRUNTUSAN SERING MUNCUL DI JIDAT?
Area jidat termasuk bagian dari T-zone. Yaitu area wajah yang memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif dibandingkan dengan bagian wajah lain. Masih merunut pada situs Cleveland Clinic, produksi minyak berlebih di area ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Sehingga bruntusan lebih sering muncul di dahi.
PENYEBAB BRUNTUSAN DI JIDAT
Ada beberapa faktor yang paling sering memicu bruntusan. Di antaranya:
Pori-pori Tersumbat oleh Minyak dan Sel Kulit Mati
Produksi sebum yang tinggi dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Jika sumbatan berada di bawah permukaan kulit, hasilnya adalah bruntusan kecil.
Produk Rambut atau Skincare yang Berlebihan
Produk-produk seperti pomade, hair oil, conditioner, sunscreen atau skincare yang terlalu oklusif bisa menyumbat pori-pori di area dahi. Kondisi ini bahkan dikenal sebagai pomade acne.
Keringat dan Penumpukan Bakteri
Keringat yang bercampur dengan minyak dan kotoran bisa memicu penyumbatan pori. Itulah sebabnya bruntusan sering muncul setelah olahraga, cuaca panas dan penggunaan topi atau helm terlalu lama.
Produk Skincare yang Tidak Cocok
Beberapa bahan skincare bisa memicu clogged pores, terutama jika teksturnya terlalu berat untuk tipe kulit tertentu. Contohnya, minyak yang komedogenik atau krim yang terlalu rich untuk kulit berminyak.
Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon dapat meningkatkan produksi minyak di kulit yang pada akhirnya, meningkatkan risiko pori tersumbat.
CARA MENGATASI BRUNTUSAN DI JIDAT
Menurut ahli dermatologi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bruntusan di jidat. Seperti:
Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Cara mengatasi bruntusan di jidat yang pertama adalah membersihkan wajah dua kali sehari untuk menghilangkan minyak dan kotoran yang menyumbat pori-pori. Namun, pastikan kalau produk yang kamu pakai gentle alias lembut di kulit.
Mencuci wajah terlalu sering bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan memicu produksi minyak berlebih. Sehingga memilih produk yang tepat sangat penting untuk diperhatikan.
Gunakan Bahan Aktif yang Membantu Membuka Pori
Cara mengatasi bruntusan di jidat yang kedua adalah menggunakan bahan aktif yang membantu membuka pori. Beberapa bahan skincare yang sering direkomendasikan oleh dermatologi adalah salicylic acid, serta retinoid atau retinol.
Hindari Produk yang Menyumbat Pori
Cara mengatasi bruntusan di jidat yang ketiga adalah menghindari produk yang menyumbat pori-pori. Pastikan untuk memilih produk skincare dengan label non-comedogenic dan oil-free. Karena produk-produk ini dirancang agar tidak menyumbat pori-pori.
Jaga Kebersihan Area di Sekitar Wajah
Cara mengatasi bruntusan di jidat yang keempat adalah pastikan untuk selalu menjaga kebersihan area di sekitar wajah. Mulai dari rutin keramas, menghindari poni yang terlalu menutupi jidat, hingga membersihkan helm atau topi secara berkala.
Jika semua tahapan ini sudah kamu lakukan tapi bruntusan tidak membaik, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter karena mungkin penyebab jidat bruntusan bukan karena faktor eksternal. Melainkan faktor internal.
(Kirana Putri, foto: freepik.com/user18526062)
