Ed Sheeran Buka Suara soal Kontroversi Macklemore dan Palestina

Perselisihan yang bermula dari pernyataan Macklemore di atas panggung kini melibatkan Ed Sheeran, sejumlah venue, musisi pendukung, hingga aksi protes di Philadelphia.

Kontroversi di tengah ‘Loop Tour’ Ed Sheeran memasuki babak baru. Setelah Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian tur karena pernyataannya mengenai Palestina, Sheeran akhirnya berbicara langsung kepada penonton dalam konsernya di Philadelphia pada Sabtu, 19 September 2026.

Persoalan ini bermula pada 4 September, ketika Macklemore tampil sebagai salah satu pembuka konser Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Saat membawakan lagu “Hind’s Hall”, rapper tersebut menyampaikan dukungannya terhadap Palestina dan menyerukan “Free Palestine”. Ia kembali menyampaikan pesan serupa dalam penampilannya sehari setelahnya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari sejumlah pihak. Israeli-American Council meluncurkan petisi yang meminta Macklemore dikeluarkan dari tur, dengan alasan panggung konser Sheeran digunakan untuk menyampaikan pesan politik yang dianggap sepihak.

Pada 14 September, Macklemore mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari delapan jadwal tersisa dalam tur tersebut. Menurut Macklemore, keputusan itu berkaitan dengan tekanan dari pemilik venue, termasuk Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium.

Macklemore mengatakan Kraft dan pemilik stadion lain memberi tahu Sheeran bahwa mereka tidak akan menggelar konser jika dirinya tetap berada dalam lineup.

Kraft kemudian menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada pernyataan Macklemore di panggung New Jersey serta apa yang ia sebut sebagai riwayat ucapan dan imagery yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi.

Sheeran sebelumnya mengatakan bahwa ia memiliki pandangan pribadi mengenai konflik Israel-Palestina, tetapi memilih untuk tidak menyampaikannya secara terbuka.

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore merupakan keputusan promotor setelah adanya pembicaraan dengan sejumlah venue.

Sheeran mengatakan dirinya sempat berdiskusi dengan promotor serta aktivis dari kedua pihak untuk mencari jalan tengah, tetapi keputusan venue dan promotor akhirnya tetap berlaku.

Kontroversi tersebut kemudian berdampak pada musisi lain yang terlibat dalam tur. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe dan band Beoga menyatakan mundur dari rangkaian konser sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.

(BACA JUGA: Siapa Robert Kraft? Sosok di Balik Kontroversi Ed Sheeran dan Macklemore)

Dalam konser pertamanya setelah kontroversi tersebut, Sheeran kembali membahas isu tersebut di hadapan penonton Philadelphia.

Ia meminta maaf karena merasa telah membuat sejumlah keputusan sulit dan mengatakan dirinya khawatir terhadap semakin besarnya peran venue dalam menentukan konten yang boleh dibawakan seorang musisi.

Sheeran juga secara terbuka menyebut situasi di Gaza sebagai “catastrophic and unjustifiable” dan menyatakan bahwa serangan Hamas pada Oktober 2023 merupakan sesuatu yang mengerikan.

Ia juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan sistemik di Tepi Barat.

Di luar venue Philadelphia, puluhan demonstran pro-Palestina berkumpul sebelum konser berlangsung.

Menurut laporan Reuters, para demonstran ingin berbicara kepada publik mengenai kondisi di Gaza sekaligus memperkenalkan kelompok-kelompok lokal yang mendukung Palestina.

Kontroversi ini pada akhirnya memperlihatkan bagaimana sebuah panggung musik dapat menjadi ruang pertemuan antara ekspresi politik, kebebasan berekspresi, kepentingan venue dan ekspektasi penonton.

Sementara Sheeran mengatakan konser seharusnya tetap menjadi ruang yang aman bagi orang untuk berkumpul, keputusan terkait siapa yang dapat tampil di dalamnya kini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas.

(Annisa Larasati, foto: cbc.ca)

Share