A CINDERELLA STORY

(Foto: netflix.com)
Rekomendasi tontonan yang berikutnya adalah A Cinderella Story. Film ini berkisah tentang Samantha (Hilary Duff), yang menjalani hidup layaknya Cinderella. Ibunya sudah meninggal saat kecil, ayahnya menikah lagi dengan perempuan yang sudah punya dua anak perempuan, lalu ayahnya meninggal dan ia harus tinggal bersama ibu tiri dan dua kakak tirinya yang jahat.
Karena hidup di dalam tekanan, Samantha bergabung dengan sebuah aplikasi messanger di mana ia bisa berkomunikasi dengan seseorang secara anonymus (menyembunyikan identitas aslinya). Ternyata, orang yang selama ini ia kenal sebagai Nomad, adalah murid laki-laki populer yang juga atlet football andalan di sekolah yakni Austin (Chad Michael Murray).
Suatu hari, Samantha dan Austin memutuskan untuk bertemu di acara prom night sekolah. Syaratnya adalah mereka harus menyembunyikan identitas masing-masing. Namun Austin tidak berhasil menyembunyikan identitasnya karena kostum yang seharusnya ia pakai menghilang.
Saat bertemu, Samantha kaget dan berpikir untuk pulang. Namun karena Austin meyakinkannya, ia akhirnya tetap setuju untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama selama prom night.
Ketika waktu menunjukkan pukul 12 malam, Samantha harus pergi karena ada pekerjaan paruh waktu di restoran yang dikelola oleh ibu tirinya.
Momen pasca prom night inilah yang menjadi titik dari keseruan cerita. Di mana Austin, ternyata berusaha keras untuk menemukan siapa sosok Princenton Girl yang merupakan nickname dari Samantha. Termasuk ada beberapa konflik yang nantinya mengancam kepercayaan di antara Samantha dan Austin.
WIMBLEDON

(Foto: imdb.com)
Rekomendasi tontonan yang keempat adalah Wimbledon. Film ini berkisah tentang Peter Colt (Paul Bettany), seorang atlet tenis profesional asal Inggris yang ranking-nya merosot dari 11 dunia menjadi 119 dunia saat usianya mencapai 30-an.
Colt sadar bahwa momen ini mungkin adalah akhir dari kariernya sebagai atlet. Karena ia tidak sanggup untuk bersaing dengan atlet-atlet yang usianya jauh lebih muda. Ia pun bertekad bahwa Wimbledon ini akan menjadi pertandingan terakhirnya. Setelah itu ia akan bekerja di sebuah klub tenis ternama.
Saat momen Wimbledon dimulai, Colt bertemu dengan Lizzie Bradburry (Kirsten Dunst). Seorang atlet tenis muda yang sedang naik daun. Karena interaksi yang terjadi, keduanya saling jatuh cinta. Bradburry berhasil mengubah banyak persepsi di kepala Colt hingga membuat ia kembali bertekad untuk menang di pertandingan Wimbledon ini.
Film ini kemudian akan bercerita lebih lanjut soal hubungan Colt dan Bradburry, sekaligus kebangkitan Colt untuk kembali bersemangat agar eksistensinya di dunia tenis dunia kembali.
LOVE & BASKETBALL

(Foto: imdb.com)
Rekomendasi tontonan yang terakhir adalah Love & Basketball. Film ini dibagi atas empat babak. Babak pertama bercerita soal Monica (Sanaa Lathan) dan Quincy (Omar Epps) di tahun 1981, saat keduanya masih anak-anak. Mereka berteman dan sama-sama jatuh cinta pada olahraga basket.
Setiap bertanding one on one, Monica selalu berhasil mengalahkan Quincy. Namun karena jiwa kompetisi di dalam diri Quincy tinggi, pada suatu pertandingan ia tanpa sengaja membuat Monica jatuh hingga melukai wajahnya. Namun tidak lama keduanya berbaikan setelah berbagi ciuman pertama mereka.
Tetapi setelah itu, hubungan mereka jadi rumit. Maju ke tahun 1988 di babak kedua, Monica dan Quincy sama-sama bersekolah di SMA Crenshaw. Di sekolah Quincy menjadi bintang basket, sedangkan Monica adalah kapten dari tim basket putri sekolah. Quincy, berpacaran dengan gadis tercantik di sekolah, sementara Monica yang cemburu berusaha mengendalikan emosinya setiap di lapangan.
Di babak-babak berikutnya, film ini akan memperlihatkan bagaimana hubungan Quincy dan Monica yang awalnya berteman baik saat kecil, lama-lama berubah dan menjadikan mereka secara tidak langsung bersaing di lapangan.
(Annisa Larasati, foto: freepik.com/freepik)
