Perdana, Harry Styles Ungkap Masa Sulit Pasca Liam Payne Meninggal Dunia

“Rasanya sulit ketika kita kehilangan seseorang yang secara pribadi sangat mirip dengan kita.”

Begitulah kalimat yang keluar dari mulut Harry Styles saat ditanya mengenai perasaannya kala rekan satu grupnya di One Direction, yakni Liam Payne, meninggal dunia pada tahun 2024.

Baru-baru ini, Styles melakukan wawancara dengan Apple Music bersama Zane Lowe, untuk mempromosikan album terbarunya yakni ‘Kiss All The Time. Disco Occasionally’.

Di sela-sela wawancara, Lowe dan Styles banyak berbincang tentang banyak hal. Tidak hanya seputar album baru tersebut, tetapi juga soal masa depan yang ingin Styles raih sebagai seniman, khususnya di dunia musik.

Karena berbicara soal kehidupan Styles sebagai seniman, maka topik seputar One Direction sudah pasti akan muncul. Termasuk pembahasan tentang sosok Liam Payne.

(Foto: thestatesman.com)

“Ada masa di mana ketika ia meninggal, aku merasa benar-benar kesulitan. Bahkan untuk membayangkan aku bercerita tentangnya saja sangat sulit. Rasanya aneh ketika ada orang lain yang membuat saya sedih sedalam itu. Rasanya sulit sekali harus kehilangan seorang teman, khususnya yang secara pribadi mirip dengan diri kita.

Liam adalah sosok yang sangat baik. Saya tidak pernah melihat orang dengan kerendahan hati seperti yang ia miliki. Selama hidup, ia benar-benar hanya ingin jadi orang baik. Ia adalah orang yang sangat istimewa bagiku,” katanya.

Lebih lanjut, Styles mengatakan bahwa setelah menjalani masa-masa sulit pasca kepergian Payne, Styles akhirnya menemukan jawaban bahwa cara terbaik untuk mengenang orang-orang tersayang yang sudah meninggal dunia adalah dengan menjalani hidup sebaik-baiknya. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hidup kita di masa depan.

Sementara itu, Liam Payne sendiri dikonfirmasi meninggal dunia pada bulan Oktober tahun 2024 di usia 31 tahun karena jatuh dari balkon hotel di Buenos Aires. Menurut laporan otopsi, di dalam tubuh Payne ditemukan kadar alkohol yang tinggi, kokain dan antidepresan yang diresepkan oleh dokter.

(Annisa Larasati, foto: abcnews.com)

Share