JENIS-JENIS INTERMITTENT FASTING
Time Restricted Eating (TRE)
Metode ini mengangkat konsep makan di jam-jam tertentu dan sisanya berpuasa. Contohnya adalah 16:8 tadi.
5:2 Diet
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, metode ini konsepnya adalah makan normal selama 5 hari dan puasa ringan selama 2 hari. Biasanya hanya mengonsumsi kalori sebesar 500-600 saja per hari.
Alternate Day Fasting (ADF)
Beda lagi dengan metode yang ini. Di mana metode ini, makan normal dan puasa atau mengonsumsi makanan dengan kalori sangat rendah secara bergantian. Misalnya hari ini makan normal, besok puasa atau mengonsumsi makanan berkalori rendah, besoknya makan normal lagi dan seterusnya.
Fasting Mimicking
Metode IF yang terakhir ini konsepnya adalah beberapa hari per bulan makan dengan pola kalori atau protein rendah. Sisanya? Makan normal.
MANFAAT SECARA BIOLOGIS
Seperti yang sudah disebutkan juga sebelumnya bahwa puasa atau mengatur pola makan pasti ada manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah detailnya:
Metabolisme Tubuh Berubah
Saat berpuasa tubuh akan mengalami perubahan di beberapa sektor. Contohnya, kalau kamu banyak makan maka tubuh akan banyak mendapat asupan glukosa. Kalau tidak dikelola dengan baik, glukosa ini akan menjadi lemak jenuh yang tentu tidak baik untuk kesehatan.
Nah ketika kamu menjalani intermitten fasting, maka tubuhmu akan menggunakan lemak sebagai pengganti makanan. Dan secara otomatis jumlah produksi keton juga akan meningkat. Perubahan ini akan menurunkan kadar insulin serta glukosa di dalam darah. Sehingga peredaran darah akan lebih lancar dibanding sebelumnya.
Neuroptoreksi & BDNF
Seorang peneliti akademik bernama Mark P. Mattson, pernah melakukan penelitian tentang intermittent fasting yang dihubungkan dengan mekanisme tubuh seperti metabolic swing, autopaghy, BDNF dan mitopaghy.
Bersama beberapa rekannya seperti Rafael de Cabo, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berpuasa bisa meningkatkan faktor neureotropik dan kemampuan otak dalam beradaptasi terhadap stres. Sehingga mampu melindungi otak dari penyakit neurodegeratif.
Namun, meskipun IF sudah banyak teruji baik lewat berbagai penelitian, tetapi buat kamu yang mau mencoba, ada baiknya periksakan dulu kesehatanmu ke ahli kesehatan ya seperti dokter atau ahli gizi.
Karena di sini konteksnya kamu bukan cuma menjalankan puasa, tetapi ada tujuan lainnya yakni menurunkan berat badan. Jadi, ada baiknya demi kelancaran proses IF yang akan kamu jalani, konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi ya. Supaya kamu bisa menentukan juga, kira-kira metode IF mana yang paling cocok untuk kondisi tubuhmu.
(Annisa Larasati, foto: freepik.com/rawpixel.com)
