Ternyata bukan cuma soal jerawatnya, tapi ada penjelasan medis di balik rasa pusing yang menyertainya.
Jerawat di area dahi atau kepala bagian atas memang sering dianggap masalah kulit biasa, tapi ternyata bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih dari sekadar tampilan.
Selain membuat tidak percaya diri, jerawat di area ini juga kerap disertai rasa pusing yang mengganggu aktivitas sehari-hari ketika sedang muncul. Lantas, kenapa hal ini bisa terjadi?
Menurut healthline.com, saat jerawat meradang, apalagi jenis kistik atau nodul yang ukurannya besar dan dalam, peradangan ini bisa menekan jaringan dan saraf di sekitarnya.
Tekanan inilah yang kemudian memicu rasa sakit kepala, terutama kalau ukuran jerawatnya cukup besar, yang biasanya dibarengi rasa nyeri yang luar biasa.
Area kepala dan dahi memang dikenal punya saraf yang sangat sensitif terhadap tekanan dan iritasi. Itulah kenapa kalau kita memakai helm atau topi yang terlalu ketat, pasti efeknya pusing. Apalagi kalau ditambah benjolan jerawat yang menambah tekanan di area tersebut.
Masih melansir dari situs yang sama, ahli kesehatan menjelaskan bahwa sakit kepala tidak selalu disebabkan oleh masalah di dalam otak.
Tapi juga bisa dipicu dari luar kepala, termasuk jerawat. Kondisi ini masuk kategori sakit kepala sekunder, yakni sakit kepala yang dipicu faktor eksternal, bukan gangguan internal pada otak.
Jerawat yang meradang parah atau mengalami infeksi bisa menyebabkan nyeri yang sangat hebat pada kulit kepala.
Nyeri intens ini kadang memicu respons vasovagal, yaitu reaksi tubuh terhadap rasa sakit yang bisa menimbulkan sensasi pusing, bahkan seperti ingin pingsan pada kasus yang lebih serius.
(BACA JUGA: Cara Mengatasi Jerawat Hormonal)
Rasa pusing yang menyertai jerawat kadang bukan semata-mata karena jerawatnya saja. Melainkan diperparah oleh faktor lain seperti stres, kurang tidur, atau dehidrasi, yang masing-masing juga bisa memicu sakit kepala secara terpisah.
Area dahi memang menjadi lokasi favorit bagi bakteri penyebab jerawat karena produksi minyak yang tinggi di area tersebut. Salah satu pemicu paling umum adalah produk rambut seperti hair oil, gel, atau pomade yang bisa berpindah dan menyumbat pori-pori di garis rambut serta dahi.
Untuk meredakan pusing akibat jerawat di dahi atau kulit kepala, ada beberapa langkah yang bisa dicoba.
- Pertama, kompres area yang meradang dengan air dingin untuk membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri.
- Kedua, hindari memencet atau menyentuh jerawat, karena tindakan ini justru bisa memperparah peradangan, menimbulkan bekas dan berisiko menyebabkan infeksi lebih lanjut.
- Ketiga, jaga kebersihan area dahi dan garis rambut dengan rutin membersihkan wajah serta keramas secara teratur, terutama bagi pemilik kulit kepala berminyak.
- Keempat, cukupi kebutuhan cairan tubuh dan istirahat yang cukup, karena dehidrasi dan kurang tidur bisa memperparah rasa pusing yang menyertai jerawat.
- Kelima, kelola tingkat stres dengan baik, mengingat stres bisa memicu munculnya jerawat sekaligus memperparah sakit kepala.
Jika jerawat terasa sangat nyeri, ukurannya besar, atau pusingnya tidak kunjung reda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit untuk penanganan yang lebih tepat.
Seperti ekstraksi komedo, chemical peeling, atau suntikan kortikosteroid pada jerawat yang meradang parah.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/wayhomestudio)
