At the end of the day, there’s no woman against woman. Adanya hanya perempuan yang pada akhirnya menyelamatkan perempuan lain. Dan perempuan itu bernama Julie Knipe Brown.
Belakangan ini, kasus Jeffrey Epstein kembali panas diperbincangkan setelah U.S. Department of Justice (DOJ) merilis sejumlah dokumen (termasuk yang berbentuk foto dan video) milik Epstein ke publik.
Tapi tahukah kamu siapa orang yang ada di balik lahirnya Epstein Files? Ia adalah Julie Knipe Brown. Brown adalah seorang jurnalis investigasi perempuan yang awalnya merasa tidak puas dan janggal atas kasus hukum yang menjerat Epstein pada tahun 2008.
Saat itu, Epstein yang diduga bersalah dan dijatuhi hukuman penjara justru bisa hidup dengan bebas, sementara para korbannya terus diselimuti rasa trauma. Brown dengan kesadaran penuh mulai bergerak untuk mencari bukti yang lebih akurat agar Epstein bisa mendapat hukuman yang setimpal atas kasus pelecehan dan perdagangan anak di bawah umur yang ia lakukan.
Brown mulai mengumpulkan laporan polisi Palm Beach yang berisi lebih dari 100 halaman, dan dari dokumen-dokumen ini ia secara manual mencari setiap korban yang tercatat di sana. Totalnya kurang lebih ada 80, namun yang berhasil ia temukan keberadaannya (seperti alamat) hanya 60 saja.
Setelah itu, Brown mulai menelusuri setiap korban satu per satu untuk mendapatkan data. Tapi hal ini bukan hal yang mudah untuk ia lakukan. Mayoritas korban merasa kecewa dan sudah tidak percaya lagi pada hukum. Sehingga mereka merasa sia-sia untuk kembali menceritakan trauma mereka karena dianggap tidak akan menghasilkan apa pun.
Namun, Brown tidak menyerah. Ia terus berusaha secara perlahan mendekati korban dan meyakinkan mereka untuk menghukum Epstein seberat-beratnya. Selama berbulan-bulan ia terus mendekati korban dengan cara mendengarkan cerita mereka tanpa judgement. Dan ternyata kegigihannya membuahkan hasil. Para korban pun mau bercerita dan Brown akhirnya mendapatkan data yang valid.

(Foto: levittownnow.com)
Kemudian di tahun 2018, dengan data yang sudah didapatkan, Brown mengunggah sebuah artikel berjudul ‘How a Future Trump Cabinet member gave a serial sex abuser the deal of the lifetime’ di situs Miami Herald.
Isi artikel ini ngeri-ngeri sedap. Karena Brown membongkar semua hal yang ia dapatkan dari hasil investigasinya. Termasuk bukti busuk tentang jaksa Alexander Acosta yang saat itu menangani kasus Epstein. Acosta disebut sengaja melanggar Crime Victim’s Rights Act karena menyembunyikan fakta yang sebenernya dari para korban.
Tepat setelah artikel ini tayang, Jaksa Acosta pun dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Perburuhan Amerika Serikat saat itu. Kemudian, DOJ jadi tidak punya pilihan selain kembali menangkap Epstein pada tahun 2019.
Perjuangan yang dilakukan Brown selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Meskipun di tahun yang sama Epstein meninggal dunia, tanpa Brown mungkin Epstein Files tidak akan pernah ada. Karena sejak artikel investigasinya dirilis, publik sangat menekan DOJ untuk membuka dokumen-dokumen rahasia tentang kasus Epstein yang ditemukan.
Dan pada akhir Januari 2026 kemarin DOJ akhirnya mengabulkan permintaan publik dengan merilis dokumen-dokumen yang mereka temukan sejak satu dekade lalu.
(Annisa Larasati, foto: abcnewsfe.com)
