Kamu Tipe Orang yang Mudah Berkeringat? Bisa Jadi Kamu Mengidap Hiperhidrosis!

Keringat adalah sebuah cairan alami yang normal dan umum bagi semua orang. Namun, yang tidak normal adalah ketika tubuh seseorang memproduksi kelenjar keringat secara berlebihan.

Bahkan saat tidak gerah, keringat akan muncul dengan jumlah yang banyak di beberapa bagian tubuh. Kalau kamu salah satu orang yang mengalami ini, setop sepelekan! Karena bisa jadi kamu mengidap hiperhidrosis.

APA ITU HIPERHIDROSIS?

Melansir dari situs Cleveland Clinic, hiperhidrosis adalah kondisi medis yang menyebabkan seseorang berkeringat secara berlebihan, bahkan ketika tubuh tidak sedang kepanasan atau beraktivitas fisik.

Hiperhidrosis terjadi ketika kelenjar keringat bekerja terlalu aktif sehingga menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang diperlukan tubuh untuk mengatur suhu. Keringat berlebih ini, biasanya paling sering muncul di telapak tangan, telapak kaki, ketiak, wajah dan kepala.

Kondisi ini sebetulnya cukup umum. Karena sekitar tiga persen populasi dunia mengalami hiperhidrosis. Tetapi hal ini tentu sangat mengganggu bagi penderitanya. Karena akan mengganggu kepercayaan diri mereka terutama jika sedang di tempat umum.

PENYEBAB HIPERHIDROSIS

Secara medis, hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis utama. Yakni:

Primary Hyperhidrosis

Primary hyperhidrosis adalah jenis yang paling umum. Primary hyperhidrosis terjadi ketika saraf yang mengatur kelenjar keringat terlalu aktif, meskipun tidak ada pemicu fisik seperti panas atau olahraga.

Kondisi ini biasanya muncul sejak masa remaja atau dewasa muda dan muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau ketiak. Untungnya, gangguan ini tidak berkaitan dengan jenis penyakit tertentu. Ya, cuma keringat yang berlebihan saja.

Secondary Hyperhidrosis

Secondary hyperhidrosis adalah jenis hiperhidrosis kedua yang muncul karena kondisi medis tertentu. Seperti: 

  • Gangguan hormon
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Infekste tertentu
  • Efek samping obat.

Berbeda dengan primary hyperhidrosis, jenis ini sering menyebabkan keringat berlebihan di seluruh tubuh. Bukan hanya area tertentu saja.

CARA MENGATASI HIPERHIDROSIS

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ciri-ciri hiperhidrosis utamanya adalah keringat muncul berlebihan meskipun tidak kepanasan atau tidak ada aktivitas fisik tertentu.

Karena itu, berikut ini MOSTEAM ingin memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperhidrosis agar kepercayaan dirimu bisa kembali:

Pakai Antiperspirant Khusus

Cara mengatasi hiperhidrosis yang pertama adalah dengan memakai antiperspirant khusus. Produk antiperspirant yang mengandung aluminium klorida sering menjadi pengobatan pertama yang direkomendasikan oleh dokter. 

Karena melansir dari American Academy of Dermatology, bahan ini bisa membantu mengurangi aktivitas kelenjar keringat.

Obat Resep Dokter

Cara mengatasi hiperhidrosis yang kedua adalah dengan melakukan konsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan meresepkan obat yang bisa membantu mengurangi aktivitas saraf pemicu keringat. Namun, obat ini biasanya digunakan jika antiperspiran tidak cukup efektif.

Botox

Cara mengatasi hiperhidrosis yang ketiga adalah dengan melakukan botox. Ya, botox bukan hanya berfungsi untuk mengencangkan wajah. Tetapi juga bisa memblokir saraf yang merangsang kelenjar keringat. Perawatan ini biasanya digunakan untuk hiperhidrosis di area ketiak.

Lontophoresis

Cara mengatasi hiperhidrosis yang keempat adalah dengan melakukan terapi lontophoresis. Lontophoresis adalah terapi menggunakan arus listrik ringan yang berfungsi untuk menonaktifkan kelenjar keringat terutama di area tangan dan kaki.

Operasi

Cara mengatasi hiperhidrosis yang kelima adalah dengan prosedur operasi. Namun tahap ini khusus untuk kasus berat. Tetapi langkah ini jarang sekali dilakukan dan direkomendasikan oleh dokter. Karena biasanya cara-cara sebelumnya, sudah cukup efektif untuk mengatasi hiperhidrosis.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/freepik)

Share