Yunani. Rasanya tidak bisa menggambarkan negeri yang satu ini hanya dengan kalimat singkat. Mengingat, betapa besar peran yang lahir dari negeri ini, yang kemudian menjadi salah satu kisah penting bagi peradaban dunia.
Tidak terkecuali soal makanan. Greek Food atau makanan asal Yunani, bukan hanya soal pemuas rasa lapar. Tetapi juga menyimpan banyak cerita, yang membuat setiap makanan selalu menyimpan makna lebih.
Makanan Yunani, sebetulnya banyak terinvasi oleh gaya mediterranean. Itulah kenapa makanya, kamu bisa juga menemukan rupa makanan Yunani di negara-negara mediterranean lainnya.
Mulai dari negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Gibraltar, Prancis, Monako, Malta, Turki, sampai negara Pantai Barat Asia dan Afrika Utara seperti Cyprus, Suriah, Lebanon, Palestina, Mesir, Libia, Tunisia, Maroko dan masih banyak lagi.
Para Dewa Yunani, digambarkan hidup dalam kelimpahan. Mereka juga digambarkan seakan-akan hidup tanpa larangan apapun. Namun yang menarik adalah, meskipun mereka hidup tanpa kekurangan, tetapi mereka dibekali dengan sebuah kesadaran.
Itulah kenapa makanya, makanan-makanan yang sering muncul di dalam mitologi Yunani, menyiratkan banyak hal yang kemudian, terus diadaptasi hingga zaman modern. Hal inilah yang kemudian membuat makanan Yunani, memiliki fondasi yang kuat hingga membuat masyarakat Yunani memegang teguh prinsip:
“Makan dengan baik adalah bagian dari hidup yang baik.”
Yes! They’re not talking about the food itself, but also the concept of eating. Maka tidak heran, jika bahan-bahan utama di dalam makanan Yunani, dikenal sebagai jenis-jenis makanan yang sehat. Seperti yogurt, ikan, daging, bahkan olive oil.
Konsep ini, juga diperkuat oleh gagasan dari para Dewa Yunani itu sendiri. Misalnya, Athena. Ketika berperang, ia memenangkan kota Athena bukan dengan senjata. Tetapi dengan pohon zaitun.
Karena itu, pohon zaitun selalu digunakan sebagai lambang keberlanjutan, ketahanan dan kebijaksanaan jangka panjang. Hingga hari ini, olive oil yang merupakan hasil olahan dari buah zaitun, menjadi sumber lemak utama dalam Greek Food.
Itulah kenapa makanya, olive oil sering kita jumpai di banyak jenis makanan Greek. Termasuk dalam makanan yang dikonsumsi sehari-sehari. Simple, but essential nourishment.
Beda lagi dengan Dewa Zeus. Menurut mitologi, Dewa Zeus tumbuh besar dengan rutin mengonsumsi madu dan susu kambing. Karena itu, di dalam budaya Yunani Kuno, madu dianggap sebagai makanan para dewa, sumber energi murni, hingga simbol vitalitas.
Sekarang, susu kambing sudah diolah ke berbagai bentuk makanan lain. Salah satunya adalah yogurt. Perpaduan yogurt dan madu, lama-lama menjadi salah satu jenis comfort food bagi masyarakat Yunani, karena maknanya yang grounding namun penuh nutrisi.
Bicara soal makanan Yunani, berikut ini MOSTEAM ingin merekomendasikan sebuah restoran Yunani yang tidak hanya menyajikan makanan bercita rasa tinggi, tetapi juga 99 percents Greek authentic!
Kalau makan di sini, pastikan untuk mencoba watermelon salad, souvlaki, gyros platter, sampai makanan penutup seperti pagoto atau loukumades!
YIALOS GRILL & SOUVLAKI

(Foto: instagram.com/yialos.id)
Jl. Cikatomas 1 No.26
Jakarta Selatan 12180
(Kirana Putri, foto: unsplash.com/kamala bright)
