Ketika mendengar nama brand seperti Hermès, Louis Vuitton, atau Gucci, yang terbayang biasanya adalah tas ikonis, runway show megah, dan butik mewah di berbagai kota besar di dunia. Namun, yang jarang disadari, banyak rumah mode paling terkenal justru tidak lahir dari dunia fashion sama sekali.
Beberapa di antaranya bermula dari bengkel pelana kuda, toko koper perjalanan, hingga perhiasan yang dibuat khusus untuk keluarga kerajaan. Jauh sebelum menjadi simbol gaya hidup modern, brand-brand ini sebenarnya dibangun dari keterampilan kerajinan tangan dan kebutuhan praktis pada zamannya.
Seiring waktu, keahlian tersebut berkembang menjadi identitas yang membentuk dunia luxury fashion seperti yang kita kenal hari ini. Di balik logo yang kini mendunia, tersimpan sejarah panjang yang sering kali jauh lebih menarik daripada sekadar tren mode.
HERMÈS

(Foto: wikimedia.org)
Luxury brand pertama yang punya sejarah unik adalah Hermès. Brand asal Prancis ini didirikan oleh Thierry Hermès pada tahun 1837 di kota Paris. Awalnya, Hermès bukanlah brand fashion seperti yang kita kenal sekarang.
Brand ini bermula sebagai pembuat pelana dan perlengkapan berkuda untuk kalangan aristokrat Eropa. Pada abad ke-19, kuda dan kereta masih menjadi alat transportasi utama. Sehingga kalangan elite membutuhkan perlengkapan berkuda yang punya kualitas tinggi.
Hermès hadir untuk memenuhi kebutuhan ini. Itulah kenapa makanya, Hermès dikenal sebagai craftsmanship kulit yang luar biasa berkualitas. Dari situ, brand ini lama-lama berkembang dan mulai melebarkan bisnis ke dunia fashion.
Craftsmanship kulit yang mereka punya akhirnya menjadi fondasi dari lahirnya banyak produk andalan Hermès. Seperti tas Birkin dan Kelly.
Didirikan tahun 1854 oleh Louis Vuitton, brand ini lahir dari industri perjalanan.
Pada masa itu koper biasanya berbentuk bulat di bagian atas, agar air hujan tidak menggenang saat dibawa di kereta.
LOUIS VUITTON

(Foto: scmp.com)
Luxury brand kedua yang punya sejarah unik adalah Louis Vuitton. Louis Vuitton didirikan oleh Louis Vuitton himself pada tahun 1854. Sebelum mendirikan brand sendiri, Louis awalnya bekerja sebagai pengrajin koper untuk kalangan aristokrat dan bangsawan.
Suatu hari, di pertengahan abad ke-19 ia menyadari bahwa koper perjalanan yang umumnya berbentuk tutup melengkung, sebetulnya tidak convenient. Karena tidak bisa ditumpuk. Apalagi pada masa itu, perjalanan modern seperti menggunakan kereta api dan kapal laut sedang populer.
Kemudian, pada tahun 1958, Louis membuat sebuah terobosan dengan menciptakan koper berbentuk kotak datar. Strukturnya juga lebih ringan dibanding koper-koper lain pada masa itu. Materialnya juga dibuat dari bahan kanvas yang tahan air.
Inovasi ini ternyata disukai oleh banyak kaum aristokrat dan bangsawan. Karena lebih mudah dibawa saat perjalanan jauh. Seiring dengan berjalannya waktu, koper Louis Vuitton semakin terkenal. Hingga tahun 1896, anaknya, yakni Georges Vuitton, menambahkan inovasi tambahan pada desain, yakni monogram LV, yang menjadi ciri khas brand tersebut hingga saat ini.
Monogram ini awalnya dibuat untuk mencegah pemalsuan produk. Ya, pada masa itu, sudah ada pihak-pihak yang memalsukan Louis Vuitton karena koper buatan mereka sangat populer.
