Lebih dari Sekadar Gaya, Memakai Pakaian Sesuai Musim Ternyata Penting!

Buat kamu yang memiliki minat tinggi terhadap industri fashion, pasti tahu persis kalau setiap rumah mode, selalu membuat pakaian berdasarkan musim yang terdiri dari dua koleksi. Spring/Summer dan Fall/Winter atau Autumn/Winter.

Pakaian-pakaian yang ditunjukkan dalam sebuah koleksi musim ini, ternyata bukan sekadar perpaduan gaya dan warna. Tapi ada maksud dan tujuannya, lho! Salah satunya adalah ingin menunjukkan bahwa setiap musim itu ada jenis pakaian yang berbeda.

Seorang fotografer fashion legendaris Bill Cunningham, bahkan menyebut kalau pakaian itu bukan cuma sekadar hiasan. Tapi the armor to survive the reality of everyday life.

Artinya, menyesuaikan gaya berpakaian untuk bertahan di kehidupan sehari-hari adalah hal yang penting. Tidak terkecuali saat musim berubah.

Meskipun hal ini penting, tapi kebanyakan orang Indonesia sering mengabaikan hal ini. Mungkin karena di negara kita cuma ada dua musim: panas dan hujan. Sehingga, kita tidak terbiasa untuk punya koleksi pakaian yang berbeda untuk dua musim tersebut.

Tetapi, melalui artikel ini GetMOST! ingin mengedukasi kamu semua tentang betapa pentingnya menyesuaikan pakaian dengan musim, meskipun di Indonesia hanya ada panas dan hujan.

ALAT BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN

Pakaian itu bukan cuma sekadar gaya. Tapi juga alat untuk beradaptasi dengan lingkungan. Karena ketika musim berubah, tubuh juga akan terdampak. Itulah kenapa makanya, memakai pakaian yang tepat, bisa membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan musim ini.

Mulai dari menjaga suhu tubuh, kenyamanan tubuh yang mungkin tidak nyaman ketika berubah dari panas ke dingin, serta mencegah tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan dengan suhu di luar.

Itulah kenapa makanya, ketika musim hujan datang, sebaiknya pakai pakaian yang sedikit lebih tebal. Misalnya memakai kaus tapi layer dengan sweater atau jaket. Sedangkan ketika musim panas, pakai kaus yang bahannya menyerap keringat.

Kalaupun mau ditambah jaket, usahakan jaketnya yang tipis atau windy jacket. Sehingga tubuh tidak berkeringat dan sejuk di sepanjang hari.

BAHAN YANG SALAH, MEMBUAT TUBUH BEKERJA DUA KALI

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa memakai bahan pakaian yang salah ternyata bisa memengaruhi kondisi tubuh.

Itulah kenapa makanya, ketika musim panas sebaiknya gunakan pakaian berbahan katun, linen, atau lightweight blends, yang mampu menyerap keringat seratus persen.

Sedangkan saat musim hujan, pakailah pakaian yang berbahan nylon, polyester, gore-tex, milky taslan, wool, atau fleece. Beberapa bahan pakaian ini cenderung lebih tebal dan beberapa di antaranya bahkan ada yang tahan air. Sehingga cocok untuk dipakai saat musim hujan.

Lalu, muncul pertanyaan baru: apa yang akan terjadi jika kita memakai pakaian yang tidak sesuai musim?

TUBUH BEKERJA LEBIH KERAS

Lagi-lagi seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, ketika kita memakai pakaian yang tidak sesuai musim maka tubuh akan bekerja lebih keras.

Bahan yang terlalu tebal saat musim panas, akan membuat tubuh kesulitan melepas hawa panas. Akibatnya, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan keringat. Jika tubuh banyak mengeluarkan keringat, maka kamu berisiko mengalami heat stroke, cepat lelah dan puncaknya, energi kamu akan lebih cepat habis.

Sementara kalau memakai pakaian yang berbahan tipis saat musim hujan, tubuh akan terasa lembab. Risiko terbesar adalah kamu berisiko mengalami masuk angin, flu dan demam.

MENGGANGGU KENYAMANAN

Percayalah. Memakai pakaian yang tidak tepat, pasti akan mengganggu kenyamanan kamu saat beraktivitas. Tubuh berisiko lengket karena keringat, bau badan meningkat, yang ujung-ujungnya membuat kamu tidak percaya diri.

Karena itulah, mulai sekarang jangan abaikan jenis pakaian berdasarkan musim. Sebab lebih dari sekadar gaya, tapi penting juga untuk menjaga kesehatan tubuh dan mood kamu saat beraktivitas.

(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/alyssa strohmann)

Share