Geliat film lokal, sepertinya tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi juga di Korea Selatan. Karena, setelah film Agak Laen: Menyala Pantiku yang berhasil mengalahkan jumlah total penonton film Avatar: Fire and Ash, maka di Korea Selatan ada film Once We Were Us yang berhasil mengalahkan film tersebut.
Melansir dari situs koreaherald.com, film Avatar: Fire and Ash pertama kali tayang di bioskop Korea Selatan pada pertengahan Desember 2025 lalu. Tepat setelah tayang, film ini langsung jadi box office. Tapi sayangnya, takhta ini hanya bertahan sebentar.
Karena, setelah film Once We Were Us tayang, jumlah penontonnya langsung bergeser. Dan kini, film tersebut adalah raja di bioskop Korea Selatan (berdasarkan penjualan tiket harian).
Film Once We Were Us tayang pada akhir tahun 2025 lalu. Dan hingga Jumat kemarin, film ini berhasil menarik penonton hingga 1,26 juta. Sedangkan Avatar: Fire and Ash, terus mengalami penurunan dalam penjualan tiket harian.
Once We Were Us adalah proyek remake dari film laris asal Cina yang berjudul Us and Them (2018). Film ini, bercerita tentang Eun Ho dan Jeong Won yang pertama kali bertemu di bus. Eun Ho naik bus dengan tujuan pergi ke kampung halamannya. Sementara Jeong Won, memutuskan untuk pergi ke suatu tempat setelah memutuskan beristirahat dari sekolah.
Secara tidak sengaja, keduanya duduk bersebelahan di dalam bus. Dari pertemuan ini, hubungan mereka berkembang hingga akhirnya menjadi sepasang kekasih. Tapi tiba-tiba, karena masalah ekonomi dan beberapa permasalahan lainnya, keduanya memutuskan untuk putus.
Sepuluh tahun kemudian, mereka tiba-tiba bertemu lagi dan perlahan-lahan hubungan keduanya kembali terjalin. Ternyata, selama sepuluh tahun ini Eun Ho menyimpan sebuah hal yang ingin ia sampaikan kepada Jeong Won. Dan di kesempatan ini, Eun Ho akhirnya mengungkapkan semuanya pada Jeong Won.

Film Once We Were Us disutradarai oleh Kim Do Young yang sebelumnya sukses dengan Kim Ji Young: Born 1982. Film ini, dibintangi oleh Koo Kyo Hwan sebagai Eun Ho dan Moon Ga Young sebagai Jeong Won.
Berkaitan dengan remake dari film aslinya, sutradara Kim Do Young mengambil latar cerita yang sama, di mana kisah romantis ini menggambarkan sepasang kekasih yang saling mencintai, idealis dan miskin. Kemudian untuk penggambaran visualnya, Kim Do Young memilih hitam putih untuk warna masa kini dan berwarna untuk warna masa lalu.
Selain itu, merunut dari ulasan tentang film ini, realisme sosial yang diangkat membuat penonton merasa dekat. Mayoritas dari mereka bisa memahami rasanya ketika ada anak muda datang dari pedesaan, kemudian berjuang mati-matian untuk bertahan di kota besar seperti Seoul.
Termasuk juga unsur-unsur apartemen studio yang sempit sebagai tempat tinggalnya, pekerjaan paruh waktu dengan upah minimum, serta bagaimana masalah keuangan bisa menghancurkan mimpi dan hubungan.
“Sudah lama kita tidak memiliki film melodrama murni dengan kedalaman emosional seperti ini. Kami merasa optimis bahwa penonton akan terus bertambah. Karena kami melihat para penonton sepertinya senang melihat cerita semacam ini akhirnya kembali ke bioskop,” ujar salah seorang perwakilan Showbox, yang merupakan distributor untuk film Once We Were us.
(Kirana Putri, foto: imdb.com)
