Mengenal Hemiplegia, Gangguan Kesehatan yang Bikin Tubuh Lumpuh

Beberapa waktu lalu, ada seorang pengguna TikTok bernama @girlaquarius23 yang membagikan kisah tentang hidupnya yang didiagnosis mengalami hemiplegia. Lewat caption, pengguna akun yang mengaku berusia 28 tahun ini bercerita soal rutinitas hidup yang sehari-hari ia lakukan.

Mulai dari pagi sampai malam hari. Ia juga menceritakan tentang bagaimana ia mengonsumsi makanan dan minuman setiap hari. Seperti, memulai hari dengan kopi, minuman manis, gorengan, camilan tinggi natrium, junk food, jarang minum air putih dan makan sayur adalah bagian dari rutinitasnya.

Belum lagi soal begadang yang terus ia ulang. Ia benar-benar mengabaikan semuanya hanya karena merasa masih muda. Tetapi setelah ia didiagnosis hemiplegia, penyesalan itu datang. Dan melalui unggahan tersebut, ia bermaksud untuk mengingatkan semua orang agar tidak mengalami seperti apa yang ia alami.

APA ITU HEMIPLEGIA?

Melansir dari Cleveland Clinic, hemiplegia adalah sebuah gangguan kesehatan dengan kondisi ketika satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan. Bisa di sisi kanan maupun kiri. Kelumpuhan ini terjadi karena ada kerusakan pada otak atau sistem saraf yang mengontrol pergerakan otot.

Menariknya, otak manusia mengontrol sisi tubuh yang berlawan. Jadi, kalau kerusakan ada di otak kanan, maka yang lumpuh adalah tubuh sebelah kiri. Sebaliknya, kalau yang mengalami kerusakan ada di otak kiri, maka tubuh sebelah kanan yang akan lumpuh.

Akibatnya, orang yang mengalami ini biasanya jadi sulit untuk bergerak. Mulai dari menggerakkan lengan, kaki, atau wajah. Persis seperti yang dialami oleh @girlaquarius23 yang mengaku gejala awalnya adalah tubuh terasa kebas, lemah dan bibir pelo.

Kondisi ini disebut juga dengan Transient Ischemic Attack atau TIA, yang lebih akrab disebut dengan mini stroke. Namun, TIA sifatnya hanya sementara, tetapi menjadi peringatan penting sebelum serangan stroke yang lebih serius.

CIRI-CIRI HEMIPLEGIA

Gejala hemiplegia bisa muncul tiba-tiba atau berkembang setelah cedera atau penyakit tertentu. Selain kelumpuhan, ciri-ciri hemiplegia yang harus diwaspadai adalah:

  • Otot Lemah atau kaku
  • Gangguan keseimbangan
  • Kesulitan berbicara atau menelan
  • Gangguan sensasi (mati rasa atau kesemutan

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala hemiplegia dapat memengaruhi kemampuan motorik, keseimbangan dan fungsi sensorik seseorang.

(BACA JUGA: Kamu Tipe Orang yang Mudah Berkeringat? Bisa Jadi Kamu Mengidap Hidrosis)

PENYEBAB HEMIPLEGIA

Hemiplegia biasanya bukan penyakit utama, tetapi akibat dari kondisi lain yang merusak otak. Seperti:

Stroke

Stroke adalah penyebab hemiplegia paling sering. Ketika aliran darah ke otak terhenti, sel otak yang mengontrol gerakan bisa rusak sehingga terjadi kelumpuhan.

Cedera Otak

Cedera akibat kecelakaan, benturan keras pada kepala dan trauma otak juga bisa menyebabkan hemiplegia.

Tumor Otak

Tumor yang menekan area otak yang mengontrol gerakan tubuh juga dapat memicu kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

Infeksi Otak

Beberapa infeksi seperti meningitis atau ensefalitis juga dapat merusak jaringan otak.

Cerebral Palsy

Pada anak-anak, hemiplegia kadang muncul sebagai bentuk cerebral palsy yang disebut hemiplegic cerebral palsy. Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh. 

CARA MENGATASI ATAU MENGELOLA HEMIPLEGIA

Pengobatan hemiplegia biasanya fokus pada rehabilitasi dan pemulihan fungsi tubuh. Di antaranya:

Fisioterapi

Fisioterapi sangat membantu dalam melatih kembali gerakan otot, meningkatkan kekuatan dan memperbaiki keseimbangan. Bagi pasien hemiplegia, fisioterapi adalah terapi utama yang wajib dilakukan.

Terapi Okupasi

Terapi okupasi adalah sebuah perawatan yang bertujuan untuk membantu seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hal fisik, mental dan kognitif.

Karena itu, terapi ini sering digunakan untuk membantu pasien hemiplegia agar bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Seperti makan, berpakaian, menulis dan lain sebagainya.

Terapi Bicara

Jika hemiplegia memengaruhi kemampuan bicara atau menelan, pasien dapat menjalani speech therapy. Persis seperti orang yang mengalami stroke. 

Obat-obatan

Selain terapi, dokter biasanya juga akan meresepkan obat yang berfungsi untuk mengurangi kekakuan otot, mengontrol kejang dan mengatasi penyebab utama seperti stroke.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/freepik)

Share