Tidak seperti kebanyakan selebriti yang berlomba untuk memiliki rumah bergaya modern, penyanyi Rita Ora justru punya selera yang berbeda.
Terletak di Inggris Utara, Rita Ora memilih rumah bergaya Victorian yang terletak di lingkungan Primrose Hill. Melansir dari Vogue Australia, rumah ini dulunya milik seorang ilustrator ternama bernama Arthur Rackham yang dibangun pada tahun 1877.
Rackham merupakan ilustrator buku yang karyanya masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Seperti gambar-gambar di buku cerita ‘Alice’s Adventures in Wonderland’, ‘Peter Pan in Kensington Gardens’ dan masih banyak lagi.

(Foto: victorianweb.org)
Rumah ini bahkan terdaftar sebagai Bangunan Bersejarah Kelas II yang artinya, tidak boleh direnovasi berlebihan. Ketika Ora membelinya pada tahun 2021, ia pun jatuh cinta dengan rumah tersebut karena bangunannya.
Sehingga, ia sama sekali tidak berniat untuk merombak rumah tersebut. Ia hanya memperbaiki beberapa bagian yang memang sudah rusak karena dimakan zaman.
“Saya memang selalu punya ketertarikan setiap melihat rumah-rumah yang punya jiwa kuno. Apalagi saya tahu kalau rumah ini adalah milik ilustrator legendaris yang telah melahirkan banyak karya. Jadi saya berpikir rumah ini memiliki energi yang sangat istimewa,” tuturnya.

(BACA JUGA: Tips Dekorasi Ruang Tamu dengan Bujet Minimalis)
Lewat wawancara yang sama, istri dari sutradara Taika Waititi ini menjelaskan bahwa proses renovasi yang ia lakukan pada rumah ini sangatlah minor. Ia hanya memugar area lantai, atap, perbaikan kamar mandi, pipa dan listrik, serta peningkatan dapur. Selebihnya ia biarkan sesuai aslinya.
Hal ini ia lakukan bukan hanya untuk mengikuti aturan yang berlaku, tapi karena ia sangat menyukai desain aslinya. Ora bahkan berusaha menghidupkan kembali energi di rumah itu dengan memilih furnitur yang sebagian besar adalah barang-barang antik.
Ia mengaku menemukan banyak perabotan antik di pasar Portobello Road London yang sangat terkenal. Sementara sebagian barang besar lainnya, ia bawa dari rumahnya yang sebelumnya ia tinggali.

“Saya hanya belanja jika perlu. Sehingga, saya sering memakai barang-barang lama yang saya anggap masih layak pakai. Termasuk perabotan rumah.”
Meski begitu, Ora tidak memungkiri bahwa untuk mengisi rumah tersebut, ia turut menggunakan jasa desainer interior bernama Joanna Plant. Plant berperan membantu Ora untuk mengatur furnitur agar menyatu dengan desain rumahnya.
“Saat pindah ke sini saya secara sadar berusaha meninggalkan zona nyaman saya. Karena sebelumnya saya tinggal di London Barat. Semua hal tentang hidup saya ada di sana. Mulai dari kedai kopi favorit saya, teman-teman saya, semuanya. Tetapi saya juga ingin memperluas pemahaman soal hidup dan banyak hal lainnya. Sehingga keputusan tepat untuk pindah dari sana ke sini.”
Selain rumah dengan desain bangunan yang menakjubkan, rumah ini juga dilengkapi dengan taman yang cukup luas. Dan untuk menata kembali taman yang terbengkalai, Ora bekerja sama dengan Paul Jezioranski dari London Gardener untuk membuat taman tersebut kembali menemukan wajahnya.

Apalagi, taman di rumah ini sangat istimewa dengan daya tarik utama yakni pohon willow yang dedaunannya, menjuntai cantik ke bawah.
“Rumah ini sangat alami. Tamannya pun memiliki kepribadian sendiri. Saya merasa rumah ini seperti pondok pribadi di tengah kota yang secara nalar sangat sulit untuk ditemukan terutama di kota seperti London. Makanya kalau dipikir-pikir, rasanya bodoh sekali kalau waktu itu saya tidak membeli rumah ini,” tutupnya.
(Kirana Putri, foto: architecturaldigest.com)
