KOMEDI POLITIK BISA MENINGKATKAN LITERASI DAN KESADARAN
Pada tahun 2006, Baumgarter & Moris merilis sebuah jurnal tentang American Political Science Review berjudul ‘The Daily Show Effect: Candidate Evaluations, Efficacy, and American Youth’.
Jurnal ini mematahkan stigma yang menyebut bahwa penonton komedi adalah orang-orang yang apatis terutama terhadap isu politik. Padahal faktanya, para penonton komedi lebih sadar terhadap isu apapun. Termasuk politik.
Mereka, jauh lebih kritis daripada orang-orang yang vokal terhadap isu politik. Dan yang lebih uniknya lagi, mereka jauh lebih skeptis terhadap retorika kosong.
Humor Membantu Memahami Isu Kompleks
Jurnal tersebut juga mengungkapkan, bahwa kalimat-kalimat satire seperti yang ada di materi Mens Rea, berhasil menyederhanakan isu rumit tanpa menghilangkan substansinya.
Dengan kata lain, komedi adalah cara efektif untuk menjadi penerjemah kebijakan publik atau isu politik, ke dalam bahasa sehari-hari.
Selain itu jurnal ini juga menekankan, dampak terbesar dari komedi politik bukan pada mereka yang melek politik. Tapi justru mereka yang selama ini tidak tahu harus bersikap seperti apa atau tidak rajin mengikuti berita nasional.
PANDJI TIDAK SENDIRI
Jauh sebelum Pandji Pragiwaksono bukanlah satu-satunya komedian yang menggunakan media komedi sebagai akses untuk mengritik pemerintah. Warkop DKI bahkan seringkali menggunakan film sebagai medium untuk mengritik pemerintah.
Lebih dari itu, di dunia ini ada banyak sekali komedian yang tidak jarang menggunakan kekuatannya sebagai komedian untuk mengritik pemerintah. Contohnya Jon Stewart & The Daily Show.
Stewart sering sekali mengritik Pemerintah Amerika Serikat, media massa nasional, hingga membentuk opini publik dengan generasi muda sebagai targetnya.
Presiden Ukraina yakni Volodymyr Zelenskyy, juga menjadi sosok yang sering sekali mengritik pemerintah lewat pertunjukkan komedi yang ia lakukan. Zelenskyy, sering menyindir kaum elite dan praktik korupsi.
Ia juga membangun kedekatan emosional dengan publik lewat humor. Buat kalian yang belum tahu, sebelum jadi Presiden Ukraina, Zelenskyy adalah seorang komedian. Dan berkat vokalnya terhadap politik, ternyata mengantarkannya hingga terpilih menjadi presiden.
Selain Stewart dan Zelenskyy, Charlie Chaplin juga menjadi salah satu komedian yang lantang dalam mengritik rezim. Salah satu contohnya bisa disaksikan di film The Great Dictator.
Film ini, berisi tentang kritik satir terhadap kekuasaan otoriter, bahkan sebelum Amerika Serikat masuk Perang Dunia II.
(Annisa Larasati, foto: instagram.com/riefky_hadid)
