Menurut Studi, Kimchi Bisa Bantu Hilangkan Mikroplastik dari Tubuh

Seiring dengan berkembangnya budaya pop asal Korea Selatan, budaya tradisional Negeri Ginseng ini juga ikut dikenal di kalangan internasional. Salah satunya adalah makanan. 

Kalau bicara soal makanan khas Korea Selatan, maka kimchi adalah salah satu yang tidak boleh dilewatkan. Kimchi adalah makanan fermentasi yang dibuat dari sayuran seperti kubis atau lobak, yang dicampur dengan bawang putih, garam, cabai bubuk, jahe dan beberapa bumbu lainnya.

Selain rasanya yang unik karena ada campuran asam dan pedas, kimchi juga dikenal punya banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin, menjaga kesehatan saluran pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, menjaga berat badan dan masih banyak lagi.

Namun, menurut studi terbaru, ternyata ada satu lagi manfaat kimchi bagi kesehatan. Yakni mampu menghilangkan mikroplastik dari dalam tubuh. Fakta ini dimuat oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam Bioresource Technology edisi Mei 2026 yang diunggah di situs sciencedirect.com.

Nanoplastik adalah jenis mikroplastik yang berasal dari sisa-sisa barang konsumsi dan cukup kecil untuk menembus sel, jaringan dan blood-brain barrier. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, nanoplastik utamanya berasal dari kontaminasi lingkungan yang menjadi tempat makanan ditanam atau dipelihara.

(BACA JUGA: Cara Menyimpan Sayur Biar Tahan Lama)

Menurut studi tersebut, ketika difermentasi bakteri asam laktat ditemukan dalam kimchi. Bakteri asam laktat ini membantu mengikat nanoplastik di dalam usus, sehingga membuatnya tetap menyatu saat keluar dari usus.

Pengujian ini dilakukan pada tikus jantan dan betina yang diberi strain alias bakteri asam laktat turunan dari kimchi. Hasilnya menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam jumlah nanoplastik yang terdeteksi di dalam feses.

Dalam artikel yang diunggah oleh Science Direct, para peneliti menyebutkan bahwa penghapusan nanoplastik yang efektif sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia. 

Nanoplastik sendiri dianggap lebih berbahaya daripada mikroplastik karena ukurannya yang sangat kecil. Sehingga, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahan ini bisa menembus membran biologis dan berpotensi untuk menyebabkan gangguan kesehatan serius. Seperti kerusakan genetik, infeksi usus, hingga kanker.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/jcomp)

Share